Prove Revan

91 4 0
                                    

Happy reading guys📜

******
Hari ini gue lagi dirumah, ee ralat maksudku dirumah orangtua gue. Karena hari ini gak ada flight dan gue memang libur selama 3 hari kedepan, jadi hari ini adalah jatah malas-malasnya gue so jadwalku kan lagi kosong. Tetapi ntah kenapa gue sangat butuh yang namanya air minum kayak gue habis lari marathon "Aiiisss alay banget sih gue". Gumanku

Mancion rasanya sepi banget, gue pun turun kelantai bawah dan gue melihat disekeliling ruangan yang berada dilantai dasar tersebut, tapi tetap sama tidak ada satupun yang gue temui. Gue segera menuju kearah dapur untuk mengambil air minum dikulkas, mataku pun tertuju kearah Bi Inah.

"Ee Bi liat mom sama ded gak?". tanyaku.

"Oo itu den tadi nyonya ama tuan kekantor ad....." . Ucapan bi inah dipotong.

"Haaa? Kekantor bi, pagi-pagi buta kayak gini mereka mau ngapain ngantor sepagi gini".

"Hmm den kan tadi bibi mau ngomong tapi udah dipotong aja ama den Revan".

"Ow gitu ya bi" gue hanya cengegesan

"Tadi nyonya sama tuan kekantor kalau tidak salah sih den katanya ada pertemuan gitu dikantor, tadinya nyonya mau ngebangunin den Revan tapi nyonya gak tega buat bangunin."

"Ohh, gue hanya beroh ria". Lalu meninggalkan bi inah didapur.

Gue bergegas menuju kekamarku tercinta untuk ngelanjutin tidutku yang tertunda, sesampainya dikamar gue langsung kearah tempat tidur. Tetapi baru aja beberapa detik gue membaringkan tubuhku, suara ponselku pun berbunyi. "Siapa? Sih yang nelpon pagi-pagi gini ganggu aja gak tau apa orang lagi mau nikmatin hari libur." gerutuku. Gue segera mengambil ponselku, menggeser layarnya dan menempelkan kearah telingaku.

"Hallo, assalamualaikum Van kamu su...."ucapan Gina dipotong

"Hallo!!siapa...?!". dengan nada dinginku.

"Eee, bukannya jawab salam mom, malah kamu ini marah-marah gak jelas"

Waduh mom toh yang nelpon mampus gue.

"Hallo Revannn!!"

"I-i-iiyyaa mom ada apa..?."

"Gini kamu siap-siap sekarang, setelah itu kamu kekantornya dedymu, aku tunggu kamu 1 jam dari sekarang."

" ta-ta-tapi mom" Tut tut tutttt......

"Arrrrggg siall!." umpatku. "ya allah mom 1 jam dia kira ini jalanan dikampungnya oma apa? ini itu Jakarta penuh dengan kemacetan apa lagi ini itu hari senin." ucap Revan terhadap dirisendiri.

Tak perlu banyak berpikir, gue segera mandi untuk melakukan ritual. Gue hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja, gue pun bersiap-siap. Setelah itu, gue ambil kunci mobil dan melajukan diatas rata-rata didalam mobil gue lagi mendengarkan radio untuk menemani kesepiannku kali ini.

Dengan asyiknya mendengarkan lagu diradio sambil mengikuti setiap liriknya, tapi ntah mengapa ada sebuah mobil yang berhenti didepanku ya memang jalanan sangat macet jadi gak heran jika kendaraan berhenti kayak gini. Gue tanpa sengaja minginjakan rem mendadak dan...

Bruk
Bruk
Brukkkk....

"Arrrrggg sitt siall!! siapa sih yang berani-beraninya nabrak belakang mobil gue dia gak tau apa? Kalau nih mobil kesayanganku." geramku. Tidak menunggu waktu lama gue pun turun dari mobil untuk melihat siapa yang menabrakku..

Dan ku lihat dia lagi mematung ntah apa yang dipikirannya, tapi gue gak mau tau dia harus tanggung jawab dengan perbuatan konyolnya ini. Gue pun berdeham beberapa kali tetapi hasilnya nihil dan dia tidak menghiraukannku.

Tanpa berpikir lagi emosiku sudah berada diubun-ubunku rasanya kepalaku sudah mau pecah gara-gara nih manusia. Gue langsung menepuk pundaknya dan alhasil dia berbalik kearahku 180°, gue mengkerutkan keningku plus mengangkat satu alisku, kenapa? Dia melonggo plus bengong aja dia takut atau gimana. batinku.

Walaupun gue tau pasti dia ngeliat dan sangat terpanah oleh ketampananku "hahaaa GERRR amat sih gue, tapi itu adalah kenyataan." suara batinku. Tanpa berpikir lagi gue segera menjitak keningnya, ntah setan dari mana yang membuatku melakukannya. Tapi kayaknya perutku merasa banyak kupu-kupu yang berterbangan disana, karena sedari tadi gue nahan tawa

Gue lihat dia sangat malu, yaa dia blushing.  Aaahh kenapa dia?, gue sangat terpanah dengan wajahnya itu dan satu kata buat dia manis. Aaiiss, gue pun mulai tersadar dari lamunanku hanya karena wajahnya yang blushing itu, gue sampai lupa dengan tujuan utamaku buat memaki nih orang, ee ralat dia cewe termanis yang pernah gue temui.

Tanpa basa-basi pun gue segera mengambil tindakan untuk memaki cewe tersebut, dan belum sempat gue ngomong banyak untuk mengeluarkan semua kekesalanku dan emosiku dia langsung memotong ucapanku. Dan yang paling mengejutkanku bukanya dia minta maaf, tapi dia malah balik marah-marah ama gue. Oh sit, kenapa? Dia yang marah-marah gak jelas seharusnya gue yang sangat marah. Ini mah sebaliknya, siapa? Yang salah, siapa? Yang benar sih. suara batinku.

Drttt drttt
Drtttttt

Hening 5 detik

Drtt drtt drttt.....

"Arrrggghh!! Siapa sih yang ganggu suasana panas kayak gini, minta gue gorok nih orang." geramku. Oh, sitt sial!. kesalku karena sedari tadi ponselku terus bedering disaku celana kainku. Kuraih ponselku yang ada disaku celanaku, gue menatap ponselku dan ya sih tengil yang nelpon ngapain sih dia nelpon disaat gue lagi..? Arrggghh!.

"Hallo ngapain lo nelpoin gue!! Ha?".

"Aiiss,  gue hanya mau bilang lo cepetan deh kekantor dedymu dan yang lain sudah menunggumu dari tadi." suara diseberang.

"Tapi gu...." tutt tuttt tuttttt.

"Hee ini semua gara-gara kamu gadis kecil, kalau kamu nabrak mo...," Geramku. saatpun gue berbalik kearah cewe tadi. Gue melihat kesana kesini, samping kiri kanan mana sih cewe tadi. Wa gue ditibulin nih sama cewe yang duper-duper ngeselin itu. "Arrggg siall!!, awas aja kalau gue sampai ketemu sama dia lagi, gue bakal bikin perhitungan sama dia." janjiku

°°°jangan lupa jejaknya ya guys°°°

See you di part selanjutnya👋

Responsibility & Decision  "My Heart"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang