Problem

67 5 2
                                    


***

Gue segera merebahkan tubuhku disofa milik sih Willy dengan perasaan bagaikan gue lagi memikul beban yang sangat berat, gue memejamkan mata untuk merilekskan pikiranku tapi tetap saja bayangan-bayangan tadi terus berputar dikepalaku.

"Willy yang sedang berdiri diambang pintu hanya bisa melihat teman kecilnya itu dengan rasa yang bercampur aduk. Dengan pikiran masih tetap sama, gue langsung mendaratkan bokongku disofa sebelah dekat Revan".

Will, ntar malam lo gak mau nemanin gue pergi diclub? "Tanyaku ntah angin dari mana, seorang Revan Raga Bayaskara mau pergi di tempat hiburan malam apalagi ini club. Sebelumnya gue memang sering keclub bareng sama satu tim gue yang satu maskapai, tapi asal kalian tau gue gak pernah minum ataupun ngerokok sama sekali. Walaupun teman-teman gue selalu membujukku dengan cara mereka tetapi nihil gue gak pernah terpengaruh oleh bujukan maupun rayuan mereka".

"Ha! Gue gak salah nie seorang capt pilot yang anti namanya minuman-minuman yang beralkohol (ya gue sedikit menganga atas ucapan Revan). Hmm, Van mending lo pikir-pikir dulu deh sebelum lo bertindak. Ingat Van sekali lo nyoba minuman-minuman itu lo bakal ketagihan. Lo sendiri bisa liat contoh dari gue, kalau gue memang ada masalah ataupun tidak ada sebenarnya gue suka keclub karena menurut gue itu adalah cara terampuh untuk melupakan masalah, ya walaupun hanya sementara".

Niat gue udah bullet Will, gue bakal pergi ntar malam. Kalau lo gak mau nemenin gue, no problem.

"Gue mengkerutkan keningku plus menaikan satu alisku ini capten dingin benar-benar keputusannya sudah bulet kayak bola (batinku). Gue mulai berpikir, kalau gue gak pergi nemenin nih capten takutnya terjadi sesuatu lagi sama dia. Ok fine, gue akan nemenin lo keclub, tapi ingat Van lo gak boleh terlalu banyak minum. Gak perlu gue jelasin panjang lebar, lo pasti tau maksud ucapan gue Van".

Thanks Will, lo udah ngerti apa yang gue rasakan sekarang. Gue gak ngerti gimana caranya nyelesain masalah ini karena pilihan yang menurut gue sangat berat.

" iya gue ngerti apa yang lo rasain sekarang Van, kalau gue jadi lo pasti gue gak bisa nerima gitu aja. Gue salut ama lo Van, menurut gue jarang ada orang kayak lo diluar sana lo bisa nahan emosi didepan ded lo".

(Hening beberapa menit dengan pikiran masing-masing) ***

Van lo baik-baik aja kan..?

"Iya gue fine Will, tapi bukan hanya masalah dari dedku saja ada satu masalah lagi yang lo gak tau".

Haa? Masalah selain dari ded lo, "dengan wajah heranku".

" asal lo tau sebelum gue ketemu ded di kantor, gue udah dapat masalah dengan seorang gadis".

Seorang gadis, maksud lo?

Responsibility & Decision  "My Heart"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang