" Lo milik gue sampe party selesai—obey to my ordinance cause i'm your boss now "
━━
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Apa gue harus jadi HP biar bisa lo perhatiin terus? "
Yenara yang awalnya fokus sama HP itu noleh—Hyunjin lagi natap lurus kedepan sambil sesekali nyedot jus melon lewat sedotan putih. Walau lagi gak natap Yenara, dia tau kalo ucapan Hyunjin tadi untuk dirinya yang tengah sibuk chatting sama Samuel.
Dia milih naruh ponsel di pahanya dan menatap Hyunjin lamat-lamat—rahang tegas, pipi tirus, bibir tebal.
Tampan? Actually, yas.
" Gue tau gue ganteng tapi gausah diliatin kek gitu juga kali "
" i think you have to sell your confident—because you have a lot of those "
Hyunjin terkekeh dan menoleh sambil menaruh cup jus melonnya keatas meja dibelakang mereka. Dia menumpu kepalanya dengan tangan yang ditaruh di meja tersebut sambil menatap lekat cewe Nakamoto itu.
Yang ditatap cuma menampilkan wajah datar dan juteknya, as usually. Matanya menatap nyalang ke-arah pemuda bermarga Hwang tersebut lalu kembali natap kedepan; halaman samping dari SMA 09's Hall.
" you're so cute, very cute—Ah,no. Maybe i have to called you're precious, can i? "
" better you make up your mind, Hwang "
Lagi-lagi Hyunjin terkekeh dengan suara rendahnya. Rasanya percuma kalau menggombal pada Yenara—yeah, u know? Respon cewe itu hanya berupa kalimat pedas dan kadang disertai umpatan lolos dari belah lembut sewarna sakura itu.
Tapi perlu ditegaskan;
Hwang Hyunjin never care everything about Yenara's harsh talk.
—He only know that Yenara have to mad cause that is so cute.
Cowo itu tersadar dari lamunannya ketika netra Yenara kembali menusuk pengelihatannya. Hyunjin gelagapan tapi berusaha tenang dan masang wajah datarnya.
Yenara menatap jam digital pada layar hp—19.57 PM
" I think it's over now, Hwang " ujarnya lalu beringsut bangun