0.8,5 Rumah Sakit pt.2

2.3K 328 0
                                        

" Hhhh—Hyunjin, pelanhhh "

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


" Hhhh—Hyunjin, pelanhhh "


Hyunjin langsung mengurangi kecepatan motor sport hitam-nya. Dia ngelirik cewe dalam boncengan itu dari spion—Yenara dengan pipi bakpao merah dan lagi menatap jalanan sayu. Hyunjin gak salah denger kan kalo cewe itu—oke lupakan.

Yenara langsung membuat nafas besar dan mengerjapkan matanya yang berubah sayu. Kepalanya yang awalnya natap jalanan kini ditolehkan—memilih menatap bagian belakang tubuh tegap Hyunjin.


" Ini gak cepet kok, " protes Hyunjin

Yenara lantas menjawab dengan suara nyaris berbisik, " Jangan nyelip kendaraan didepan, bahaya—dan gue gak suka "

" Oke— kita bentar lagi nyampe tujuan "

" I don't even care anymore, Hwang " lirih Yenara




Pemuda bermarga Hwang itu memilih diam dan kembali fokus pada jalanan didepannya. Motor hitam itu tak lagi menyalip kendaraan, malah menjadi kendaraan yang disalip. Berjalan dibagian pinggir—menghindar dari keramaian ditengah arus kendaraan.


Beberapa menit, motor itu berbelok memasuki salah satu halaman besar sebuah bangunan berlantai belasan dengan bau obat yang kental—Rumah Sakit.

Bangunan bercat mayoritas putih itu menjulang tinggi dengan beberapa belas lantai, bagian depan lantai dua itu hanya ada etalase kaca besar dengan bayangan beberapa orang didalamnya.




Motor hitam itu terparkir, Hyunjin melepas helm dan mengibas surai hitamnya. Cewe diboncengannya turun dan hampir saja tersungkur kalau saja tangan Hyunjin tidak menggenggam lengan kurusnya.



" Ayo cepet "

Hyunjin jalan mendahului Yenara, jalannya agak terseok seperti menyeret kaki kanannya yang nampak berat. Yenara yakin kalau kaki kanan Hyunjin itu terkilir.


Bau obat langsung menusuk indra penciuman Yenara saat pintu kaca itu terbuka otomatis. Kakinya mencoba menyamai langkah besar Hyunjin tapi kakinya malah tersandung kaki lainnya.


Sebelum beban tubuhnya benar-benar jatuh ke lantai marmer, tangan itu kembali meyangga tubuhnya. Tak hanya tangan, tapi badannya seluruhnya bersandar pada tubuh tegap Hyunjin.




" Look at your way, toge kering "

Bisa gak sih dua kata terakhir dihilangin aja? Merusak suasana banget deh.

ENEMY, HWANG HYUNJINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang