Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
💫💫💫
Atensi Yenara tertuju pada botol putih berstiker warna oranye dengan gambar buah jeruk diatas bangku mejanya. Seharian terhitung sampai sekarang dia masih membawa botol vitamin itu kemana-mana.
Demamnya udah hilang karena kompres dan vitamin tersebut. Walau gitu wajahnya masih aja ditekuk, kusut kayak baju belom disetrika. Bibirnya masih mengerucut lucu dengan pipi gembil bersemu.
Tangannya yang sibuk mainin botol vitamin itu mendadak berhenti pas denger suara kursi yang ditarik dan bunyi rusuh dari bangku sebelah—Yoojung lagi menggeledah lacinya sendiri.
" Kamera—aha! " Air muka Yoojung mendadak berbinar
Cewe itu noleh pada Yenara yang natap dia dengan posisi kepala teleng karena bertumpu pada tangan. Yoojung ngerutin dahi dan beringsut mendekat.
" Lo beli Orangeade—"
Gantian Yenara yang ngerutin dahi, " Vitamin ini? " Yenara menunjukkan botol vitamin
Yoojung mengangguk, " Itu vitamin orangeade—oh! "
Raut wajah Yoojung langsung berubah seperti teringat sesuatu, ia lantas menatap jam tangan pada pergelangan tangan kirinya. Mulutnya langsung terbuka lebar dan dengan cepat menggantungkan tali kamera itu di lehernya.
Ia menatap Yenara seolah ingin segera pergi, " Gue harus ke lapangan, bye—adouw! "
Yenara meringis saat melihat adegan tabrak lari Yoojung-Somi didepan pintu kelas. Untung dua cup jus jeruk ditangan Somi gak jatuh ataupun mengenai wajah dan kamera Yoojung.
Somi langsung jalan melewati Yoojung setelah ia mendorong cewe itu dengan bokongnya. Otomatis Yoojung hampir kesungkur tapi tetap berlari melewati koridor.
" Nih, " Somi naruh cup jus jeruk itu disebelah tangan Yenara. Cewe berdarah Jepang itu menggumamkan kata makasih sebelum menyedot jus tersebut.