Hai, nama ku Han Mi Jung. Aku seorang remaja berumur 17 tahun yang merupakan adik dari seorang CEO muda bernama Han Hyun Jae. Hidup ku sangat berkecukupan, namun aku kekurangan banyak hal dalam hati ku. Yaitu, kasih sayang, cinta, dan teman. Kakak ku tak pernah berangkat lebih dari jam 8:30 pagi, dan tak pernah pulang kurang dari jam 19:00.
Aku sangat mengerti alasan nya, jadi aku tak pernah berani menuntut nya untuk pulang lebih awal atau berangkat lebih lambat.
Pagi ini, jam 7 pagi, aku sarapan bersama Kakak. Aku tak terlalu bisa memasak jadi aku harus terus belajar memasak setiap hari setelah aku pulang sekolah. Jangan tanyakan dimana ibu dan ayah kami karena mereka sudah tak pernah peduli pada kami sejak usia ku baru 14 tahun.
Kami selesai makan, aku membereskan piring sementara kakak ku bersiap untuk berangkat ke kantor.
"Mi Jung-ah, aku berangkat dulu" teriak nya sembari memakai jaz nya. Aku pun segera berlari menghampiri nya lalu mencium pipi nya. "Hati-hati, oppa" Dia mengangguk lalu pergi keluar. Dan aku pun segera bersiap dan segera pergi menjemput sahabat ku.
***
Aku turun di depan rumah besar, mengunci mobil ku dan segera masuk ke dalam rumah itu.
"Ah! Mi Jung! Masuk lah! Jin Ji masih makan, duduk lah disana" sambut Ny. Shin yang hanya ku jawab anggukan.
Ya, keluarga Jin Ji sangat lah ramah. Dan aku bersyukur bisa menjadi sahabat nya. Aku duduk di karpet ruang tamu rumah Jin Ji. Aku sudah sering datang ke rumah ini. Bahkan seringkali aku menginap di rumah ini untuk menemani Jin Ji ketika orang tua nya pergi ke luar kota.
Sampai, Jin Ji keluar sambil menenteng sepatu converse nya. Aku pun berdiri dan berpamitan pada Ny. Shin. Lalu kami masuk mobil dan berangkat ke sekolah kami.
***
Kami sampai di sekolah kami, sekolah elite yang hanya orang berada atau calon idol yang bisa bersekolah disana, SOPA. Aku pun di sekolah kan disini setelah kakak ku mendapat jabatan CEO nya. Meski pun aku sempat menolak karena takut di bully.
Aku dan Jin Ji turun dari mobil dan masuk ke dalam sekolah setelah aku mengunci mobil ku. Namun saat kami lewat di lapangan basket, aku melihat jelas bahwa Michael dengan sengaja melempar bola basket nya pada ku. Namun aku tak sempat menghindar, sehingga bola nya mengenai kepala ku.
Kepala ku terasa sakit, sementara Jin Ji tampak sedang bercekcok dengan Min Jae, dan Ji Sung. Namun tiba-tiba, Michael mendekatiku dan bertanya, "Kau tidak apa-apa kan? Maafkan aku, aku tidak sengaja"
Meski aku melihat dengan jelas bahwa namja ini sengaja melemparnya, aku tetap mengangguk dan tersenyum dan melihat senyum ku. Bukan apa-apa, tapi aku buka tipe yeoja yang yang suka memperpanjang masalah dengan cara adu mulut.
Michael ikut tersenyum, senyum nya sangat manis. Mungkin cukup manis untuk melelehkan hati para pembaca.
Aku berniat segera pergi. Namun belum sempat aku mengatakan satu kata pun, Min Jae berteriak, "Hei Michael!! apa yang kau lakukan? jangan cari kesempatan di atas penderitaan teman mu yang sedang di amuk macan betina ini!!"
Jin Ji menjitak kepala Min Jae dan mengajak ku untuk segera masuk kelas. Aku hanya tersenyum melihat mereka.
***
Hari ini ada pelajaran bahasa, dan wali kelasku, ibu Yoora sedang menerangkan materi pelajaran bahasa korea. Aku sendiri malas mendengarkan, aku lahir dan besar di Korea, mengapa masih harus mempelajari bahasa nya? menyebalkan.
Berbeda dengan Jin Ji, dia sangat rajin, dan sangat pintar tentunya. Aku sendiri terkadang kesal ketika Jin Ji sedang belajar, dia tak akan terusik oleh apapun kecuali seseorang bernama Kang Rae Kyung. Namja itu adalah satu-satunya namja yang di sukai oleh Jin Ji selama hampir 17 tahun ia hidup, bahkan mungkin sampai seumur hidup nya.
Ibu Yoora sudah selesai menerangkan di depan. Lalu membiarkan anak-anak murid nya menyatat sebentar. Tak lama, Ibu Yoora membentuk beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan 4 orang. Tugas setiap kelompok berbeda, kebetulan kelompok ku mendapat tugas membuat lirik lagu. Untung nya, Jin Ji termasuk dalam kelompok ku.
Setelah nya, kami boleh keluar kelas untuk istirahat. Aku mengajak Jin Ji keluar untuk sekedar membeli kimchi, ia menurut dan ikut. Tak biasa nya ia ikut, aku pun mengedarkan pandangan ke sekeliling. Namun tak lama aku pun tau alasan kenapa dia mau ikut. Kami pun bergegas keluar kelas.
***
Kami berdua memakan jajanan kami di pinggir lapangan basket. Jin Ji sedari tadi tersenyum menonton pangeran tampan nya. Sementara aku hanya memperhatikan Michael, Rae Kyung oppa, Min Jae dan Ji Sung bermain dengan lincah nya. Namun aku risih mendengar teriakan-teriakan fans mereka.
Sampai, di suatu momen, Rae Kyung oppa berhasil memasukkan bola ke dalam ring. Lalu ia tersenyum kepada Jin Ji, aku pun segera menoleh ke arah Jin Ji, takut kalau ia tiba-tiba pingsan. Namun yang ku lihat malah senyum nya semakin lebar saja.
"Mi Jung!1!1 rasanya jantung ku ingin jatuh ke perut! senyuman nya terlalu manis, aku tidak ingin mati muda karena diabetes" Jin Ji histeris sendiri setelah Rae Kyung oppa mengalihkan pandangan nya dan kembali bermain.
"Pelan-pelan saja, ini minum lah!" ujar ku sambil menyodor kan air mineral milik ku kepada nya. Ia pun meneguk nya sampai tersisa setengah. Aku hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabat ku yang sedang jatuh cinta ini.
Tak lama, pertandingan nya selesai. Jin Ji berniat memberikan botol berisi air mineral yang beli kepada Rae Kyung oppa. Namun ia terlalu malu untuk melakukan nya, bagaimana pun Rae Kyung oppa adalah kakak kelas kami, dan Jin Ji belum pernah mengobrol dengan nya.
Aku pun menyemangati nya, ia menarik nafas panjang sebentar. Lalu gadis berponi itu perlahan melangkah ke arah pangeran nya. Tangan kiri nya meremas-remas rok nya sendiri, sementara tangan kanan nya masih memegang botol minum itu dengan gemetar.
"Oppa!" seluruh keberanian nya ia salurkan pada satu kata itu. Aku yang menonton jadi tegang sendiri. Jin Ji terlihat sangat gugup saat Rae Kyung perlahan menoleh kan kepala nya.
Jin Ji segera mengulur kan tangan nya untuk memberikan botol itu. Rae Kyung oppa mengambil nya sambil tersenyum. Setelah botol itu sudah berpindah ke tangan pangeran nya, Jin Ji berlari ke arah ku, dan memeluk ku.
Aku ikut bahagia dengan keberhasilan sahabat ku ini.
***
Cerita baru, bahasa nya baku ala-ala drakor getoh
Semoga suka..

KAMU SEDANG MEMBACA
GODDES
FantasiHan Mi Jung, gadis berumur 18 belas tahun yang broken home dan hanya memiliki sedikit teman. Sekalipun ia mempunyai seorang kakak yaitu Han Hyun Jae, namun ia tak pernah merasakan kasih sayang dari kakak satu-satu nya itu. Namun suatu ketika, ada bi...