(十八)

4.4K 861 120
                                        

Malam ini Loran gak kemana-mana. Gak tau kenapa, tiba-tiba 一Loran kangen Changbin yang hampir setiap malem selalu ngajak dia keluar, entah sekedar ngafe, nongkrong sama gangnya, atau sekedar jalan-jalan doang. Loran kangen Changbin. Tapi Changbin bukan seseorang yang pantes buat Loran kangenin kan?


"KIM LORAN!" teriak Doyoung dari ruang tamu.

"APASIH KAK? GAK USAH TERIAK TERIAK LORAN DENGER KOK!" bales Loran teriak juga.

"TURUN SEKARANG!"

Loran buru-buru turun ke ruang tamu. DUH KAKAKNYA GALAK BENER BOR.

"Cha一"

"Lo ngapain nyuruh dia kesini?" tanya Doyoung.

"Hah?" Loran bingung.

Di depan mereka berdua udah ada Changbin dengan watadosnya senyam senyum. Berani amat sama Doyoung.

"Gak usah bohong lo."

"Kak gue udah lost contact kali sama Changbin?" potong Loran sebelum disemprot Doyoung.

"Lost contact gimana? Baru kemarin pulang bareng." Jawab Changbin.

WOY CHANGBIN SINTING

"OH JADI LO MASIH SAMA DIA DEK? GILA, GUE KIRA LO TUH一"

"Kak gue pulang bareng dia karena gak ada yang jemput, udah itu aja. Loran udah gak punya hubungan apa-apa sama Changbin."

"Ok dek sebelumnya gue minta maaf kalau gue terlalu ikut campur sama masalah lo, tapi Ran gue tetep gak suka sama ni anak."

"Kak udah dong, jangan bilang kayak gitu!" getak Loran. Ya walaupun Changbin udah di cap buruk seburuk-buruknya sama Doyoung, Loran tetep belain Changbin lah. Loran cuma mikir kalau masalah itu gak sepenuhnya kesalahan Changbin. Kalau waktu itu Changbin emang udah bosen sama Loran yaudahlah. Perasaan emang gak bisa dipaksa.

"Terserah!" kata Doyoung dan langsung pergi ninggalin mereka berdua.

"Changbin lo tu apa一"

"Jalan yuk, gue suntuk di rumah." Potong Changbin.

Tanpa nunggu jawaban Loran, Changbin langsung ngerangkul Loran dan jalan keluar rumah.

Loran masih loading

APAAN COBA RANGKUL-RANGKUL?!

"Ih apa-apaan sih?!"

"Gak usah munafik. Kangen kan lo?"

"Eng一"

"Your mouth say a lie, but your eyes can't." kata Changbin dan bikin posisi mereka bisa eye contact.

"Sshh! Udahlah nanti Lexa marah."

"Nanti Bang Chan cemburu maksudnya?"

"Apa sih kok bawa-bawa Bang Chan?!"

Changbin langsung deketin posisi mereka lagi.

"Bin.. Please, gue gak pingin ini semua jadi salah paham. Gue gak pingin nyakitin siapapun, termasuk diri gue sendiri. It's already over Changbin. Lo jalanin hidup lo sendiri, gue juga."

"Tapi kalau gue masih sayang lo?"

"Kalau lo masih sayang gue, kenapa dulu harus ada Lexa? Kenapa?"

Changbin diem aja.

bego Changbin bego!

"Kalau lo masih sayang gue juga, kenapa harus ada Bang Chan?"

Skakmat. Kenapa harus membalikkan pertanyaan?

"You already have her, and I already have him. Don't you understand?" kata Loran.

Have him? Jadi hubungan Loran一Chan itu apa sih?

Padahal Loran gak pernah nganggep Bang Chan lebih dari seorang sahabat. Loran bilang gitu cuma karena Loran kesel sama sikapnya Changbin yang kayak gini, Changbin yang gak punya pendirian, Changbin yang seenaknya sendiri.

"We can keep it simple baby, let's not make it complicated."

"It's already complicated before we make it. So, let's just stop it."

"No, I won't give up. Gue masih sayang lo, Ran."

"Gue一" Loran ngehentiin ucapannya sebentar.

"Kenapa? Gue cuma butuh lo bilang kalau lo masih sayang sama gue."

Loran rasa ini waktu yang tepat buat ngungkapin isi hatinya ke mantannya ini.

"Gue sejujurnya nggak pernah nyerah gitu aja walau gue tau yang di hati lo saat itu udah berubah jadi Lexa, bukan gue lagi. Waktu itu gue emang bodoh Bin, bodoh. Tapi nyatanya? Sekarang? Gue masih aja bodoh Bin. Jujur, gue bodoh karena gue masih sayang sama lo, gue kangen sama lo, kangen banget. Tapi gimana sama lo sendiri? Lo tuh gak jelas, abstract, absurd, gue gak tau sama jalan pikiran lo. Baru kemarin bilang gak ada hubungan sama Lexa, belum ada 24 jam omongan lo tu berubah lagi. Dan yang gue gak habis pikir, kenapa juga lo harus sama sahabat gue一Lexa? Kenapa harus dia?"

Changbin buang nafas kasar sebelum bales ucapan Loran.

"Ok masalah kemarin gue bohongin lo. Iya gue bohong. Gue cuma mau tau perasaan lo. Dan kenyataannya? Bener kan, lo masih sayang sama gue? Balik lagi ke masalah ini, kalau lo tanya kenapa harus Lexa? Lo sendiri yang bikin gue buka hati buat Lexa. Lo tau? Sebelum kenal sama lo, gue tau Lexa suka gue dan gue tau dia sahabat lo, selama ini gue coba buat menghindar dari dia, tapi? Lo sendiri kan yang bikin gue deket sama Lexa? Lo sendiri yang nyuruh gue nungguin dia kalau dia belum dijemput, lo yang nyuruh gue nganterin dia pulang, lo selalu ajak dia kalau kita lagi kumpul sama temen-temen gue lainnya. Lo sendiri kan? Apa ini sepenuhnya kesalahan gue?" jelas Changbin.

YES LORAN, YES.

THATS ALL YOUR FAULT.

"Gue nggak pernah tau kalau Lexa suka sama lo." jawab Loran, udah mau nangis.

Changbin jadi ngerasa bersalah sama ucapannya barusan. Changbin sadar kalau dia juga salah, tapi dari penjelasannya, dia numpahin semua kesalahan ke Loran kan? Kurang brengsek gimana dia?

"Sorry. Gue sadar nggak seharusnya gue memanfaatkan kesempatan itu buat deket sama Lexa. Tapi emang pada titik tertentu, gue ngerasa nyaman sama Lexa, lebih nyaman dibanding gue sama lo. Itu kesalahan gue, gak bisa membatasi perasaan gue. Sorry, gue juga salah." kata Changbin.

Loran diem aja.

Jadi

Apa masalah mereka sepenuhnya udah selesai?

Udah ada penjelasan kan?

Udah gak ada salah paham lagi kan?

Lega kan?

"Please give me a second chance." Pinta Changbin.

Complicated -ChangbinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang