"Sorry."
Cuma itu yang keluar dari mulut Changbin, setelah berantem lagi sama Chan karena dia milih buat nggak balikan sama Loran. Changbin gak bisa membela diri lagi karena emang dia yang salah.
"Gue cuma nggak pingin lihat Loran sedih lagi Bin, kenapa sih susah banget?" Keluh Chan.
"Gue juga nggak pingin Chan. Gue bukan mengakhiri segalanya. Setelah gue pikir beberapa hari ini, ada baiknya gue sama Loran take a break. Gue pingin memperbaiki diri dulu, gue pingin mulai semua dari awal lagi. Apa gue salah?" Jelas Changbin.
Chan cuma diem. Iya 一Changbin gak salah. Good things take time. Tapi Chan paham, nggak semudah itu Loran bakal ngertiin maksud Changbin. Chan knows Loran so well. Mau sedewasa apapun Loran, dia tetep lemah masalah cinta. Chan tau itu 一lebih dari Changbin.
"Jaga dia buat gue." Lanjut Changbin.
"Bin, pilihan itu bebas tapi konsekuensi enggak."
"Maksud lo?"
"Kita nggak tau apa keputusan Loran suatu saat nanti, apa perasaan dia masih sama atau udah berubah? Takdir gak selalu berpihak ke lo. Selama ini Loran selalu sabar, tapi apa cewek kayak dia bakal selamanya sabar? Loran juga cuma cewek biasa, yang bisa merasa bosan, yang bisa berpaling hati ke orang lain 一karena nyatanya lo bukan satu-satunya cowok di dunia ini. Jangan sampai bikin dia nunggu terlalu lama. Lo gak bakal tau kalau suatu saat kekosongan hatinya tiba-tiba di isi orang lain. Dont make her wait for you, just because you know she will."
Thanks to Bang Chan 一sebuah tamparan buat Changbin.
"Yes, I am the one who make it complicated 一arrgh!"
🔥🔥
Malam ini berakhir dengan Loran yang tiduran di sofa ditemenin Doyoung. Segalau itu adek Doyoung sampai berjam-jam gak pindah posisi. Mau gak mau Doyoung yang garang berubah jadi soft 一demi adek tercinta. Kali ini Doyoung nggak bakal nyemprot Loran dengan kata-kata pedesnya lagi. Gitu-gitu dia kakak yang baik juga, bisa ngertiin perasaan adeknya.
"Udah makan belom?" Tanya Doyoung. Loran cuma ngangguk-ngangguk.
"Tidur di kamar sana, pegel ntar badan lo." Perintah Doyoung. Loran cuma geleng-geleng tapi sambil merem.
"Ngomong sendiri gue." Keluh Doyoung.
"Gue udah jawab kok!" Kata Loran.
"Dalam hati."
Loran lagi gak niat debat, jadi dia diem aja.
"ULUH-ULUH ADEK GUE GALAU YA?? MAU DIPANGGILIN MAS YUTA GAK? KAN LO NAKS一SIALAN!"
Loran langsung ngelempar bantalnya ke wajah Doyoung. Seneng banget itu abang godain adeknya kalau lagi galau.
"He's not the only one man in this world, sist." Kata Doyoung.
"But he's the only one man in my heart." Bales Loran.
Hmm.. Adek Doyoung ini memang bucin kuadrat.
"Lo tuh masih SMA, ngerti apa soal cinta? Masa depan lo masih panjang. Dibawa santai aja. Mungkin emang belum jodoh." Lanjut Doyoung.
"Ngomong gampang." Balas Loran.
"Lo mau gue labrak Changbin?"
"Nggak lah! Apaan sih kak!" Protes Loran.
"Makannya, jangan sedih mulu. Gue gak suka lihat adek gue murung karena cowok. Lo adek gue, gue sayang lo. Dari awal gue bilang dia bukan cowok yang pantes lo pertahanin. Ini kan, balasan dari cowok yang selalu lo bela? Ditinggalin. Jangan mau jadi orang bodoh buat kesekian kalinya!"
"Gue emang kecewa sama keputusan Changbin, kak. Tapi gue bisa apa? Gue harus gimana setelah ini?"
"Forget him, or you'll be forgotten. Leave him, or he will leave you. Not every love story has a happy ending, so yours."
🌙🌙
next ➡️ last part
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated -Changbin
Fanfiction❝We can keep it simple baby, let's not make it complicated.❞ #1 IN SEOCHANGBIN [[220518]] #20 IN SHORT STORY [[120818]] #25 IN SHORT STORY [[220718]]
