"Sebenernya dari semua masalah yang gue alami akhir-akhir ini, cuma satu kesimpulannya." Kata Loran ke Bang Chan.
Ya一setelah kejadian di café itu, Loran bener-bener lost contact sama Lexa dan Gweny. Apalagi ini lagi liburan, semakin kecil kesempatan mereka ketemu. Kayak balik ke kebiasaannya, Loran sering main ke rumah Bang Chan.
"Apa?" tanya Chan.
"Nggak semua orang bisa dipercaya, sekalipun itu orang terdekat. Mau Lexa, Gweny, Changbin, bahkan lo, nyatanya gue udah kehilang rasa percaya gue."
"Kenapa gue?"
"Lo nggak mau jujur sejak awal."
"That's not easy. Okay let's move to another topic." Kata Chan yang canggung.
"I laugh with many but don't trust any."
"Yeah, trust is a fragile thing. Easy to break and one of the hardest things to ever get back."
Loran ngangguk-ngangguk.
"Dan ketika masalah gue selesai satu per satu一'
"Lo menghindar, bukan menyelesaikan."
"I don't care. I feel better now."
"Okay. Then?"
"Gue bimbang lagi sama perasaan gue ke Changbin."
"RAN? GUE UDAH NGORBANIN PERASAAN GUE DAN LO—OKAY SORRY."
Chan tau-tau emosi. Rasanya sia-sia banget usahanya buat ngelepasin Loran, kalau akhirnya Loran justru bimbang lagi.
"Di satu sisi gue bahagia, tapi di sisi lain gue takut. Gue takut kehilangan Changbin buat kedua kalinya, dan gue takut jadi orang bodoh untuk kesekian kalinya." lanjut Loran.
Bang Chan cuma diem. Udahlah一harusnya Bang Chan tinggal jadian sama Loran, kelar semua masalah. Tapi sayang, Lorannya yang gak mau.
"Ran, banyak yang bilang cheater is always a cheater. Tapi, kita bahkan masih SMA Ran. Nggak bener-bener tau apa arti 'cinta', dan nggak bener-bener tau 'selingkuh' yang sebenernya itu kayak gimana. Kita cuma anak SMA yang memperumit masalah kita sendiri. Tapi apa lo sadar? Masa SMA lo mungkin bakal flat-flat aja kalau lo nggak pernah ngerasain keadaan ini." jelas Chan.
"Terus, korelasinya?" tanya Loran gak paham.
"Kalau di akhir cerita kalian emang sesuatu yang gak bisa bersama—great. Lo punya kenangan indah sekaligus luka di masa SMA. Mungkin itu bakal jadi sesuatu yang lo ingat, dan menyadari betapa bodohnya lo di masa lalu."
"Tuh kan, sukanya nasehatin sekaligus ngejek. Kesel gue." protes Loran.
Bang Chan cuma ketawa.
"Gue tau lo masih sayang Changbin, tapi setelah apa yang lo rasain一maklum keraguan itu muncul. Nggak salah kok, nggak ada yang salah. Cinta tau kemana dia bakal pulang Ran. Do you ever think if you are just 'homesick'?"
Loran cuma ngerutin dahinya一gak paham.
"You are homesick. You miss your home, and your home is Changbin. Jalani aja dulu semuanya Ran, kita nggak pernah tau rencana Tuhan buat hubungan kalian apa. Yang penting lo percaya bahwa apapun yang terjadi, mungkin bukan yang terbaik menurut lo, tapi itu yang paling tepat menurut Tuhan."
Loran senyum. Seberguna ini Bang Chan hadir di hidup dia.
🍒🍒
UDAH MAU TAMAT NIH😭😭
Sampaiin kesan pesan kalian dong
buat work ini, so far :((
KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated -Changbin
Fanfiction❝We can keep it simple baby, let's not make it complicated.❞ #1 IN SEOCHANGBIN [[220518]] #20 IN SHORT STORY [[120818]] #25 IN SHORT STORY [[220718]]
