Video Playing : Kim Min Seung- Thumping- She Was Pretty Ost- Eng sub+ Romanization+ Hangul
"Karena cuma kamu wadah untukku melampiaskan segala amarah ini, walau harus membuatmu terluka aku tak bisa berhenti"
Sesaat, kedua bola mata hitam pekat itu, kembali menatap ke arah perempuan yang tengah asyik bercanda gurau dengan sahabat-sabatnya.
"Mingkem kali mas. Ntar naksir repot loh !" celetuk Adrian sembari membawa pesanan jus jeruk milik Ravel. "Diliatin mulu, kagak bakal hilang elah." lanjutnya gemas. Sementara yang diusik tak menggubris dan terus memperhatikan gerak-gerik gadis mungil yang kini tengah menyeruput minumannya dan tengah asyik bercanda bersama sahabat-sahabatnya. 'Tu cewek emang gak ada anggun-anggunya' pikir Ravel dalam hati lalu meminum jus jeruk pesanannya.
"Gue heran ama lu Vel, tega amat sama Ara. Kapan lo mau berhenti ? Inget Vel, Ara gak salah apa-apa. Lo harus bisa berdamai dengan masa lalu lo ! Toh lo udah gak ada perasaan lagi kan ke..." belum sempat Alex melanjutkan ucapannya, Ravel memotong dengan tatapan muka yang seakan siap menelan tubuh Alex bulat-bulat.
"Lo kalau gak ngerti apa-apa diem aja bisa ?" sungut Ravel sambil menatap tajam ke arah Alex. Dia paling tidak suka kalau teman-temannya ini sudah mulai masuk kemode Mario Teguh. Artinya dia sudah lelah akan nasehat. Ravel merasa apa yang dia lakukan terhadap Ara masih dalam bentuk wajar. Sedangkan Ke tiga temannya, Alex, Dodit, dan Adrian hanya bisa menghela nafas. Sudah berulang kali mereka membicarakan perihal sikap Ravel terhadap Ara, namun tetap saja bocah keras kepala itu tidak mau terima. Bagi mereka apa yang terjadi pada masa lalu Ravel tidak ada sangkut pautnya dengan Ara. Bahkan mereka sudah bosan memberi nasehat dan petuah terhadap Ravel. Mungkin kata-kata Ara benar, Ravel bukanlah manusia, melainkan titisan iblis dari neraka. Sungguh pemikiran yang jahat.
"Pel, Ara itu perempuan Pel, Inget mas bro !! Awas ntar lo nyesel atas apa yang pernah lo lakuin kedia" ujar Dodit ikut serta dalam perbincangan mereka.
"Pel,Pel, lo kira gue kain pel ?"
"Lah emang bukan ?" seketika gelak tawa menghiasi meja mereka, setelah sebelumnya sempat tegang karena percakapan Alex dan Ravel.
"Gue tau Ara gak salah, tapi gue butuh tempat buat ngelampiasin amarah gue yang belum reda, dan orang yang paling tepat buat dijadiin pelampiasan itu ya si chibi, "terang Ravel santai. Ya selama ini tingkahnya yang selalu mengerjai Ara adalah bentuk pelampiasan amarahnya terhadap seseorang. Teman-temannya tau akan hal itu, dan siapa orang yang membuat Ravel bersikap menyebalkan hanya kepada Ara, namun bagi teman-temannya sikap Ravel terkadang sudah kelewatan terhadap Ara yang putih akan masalah ini. Ara tidak tau apa-apa. Sudah malas menanggapi kata-kata Ravel dan tidak mau memperpanjang masalah, karena mereka tau, Ravel dan keras kepala adalah dua hal yang tidak terpisahkan mereka memutuskan untuk tidak berkomentar. Takut jiwa sadis dalam diri Ravel bangun lagi. Jiwa yang selama ini hanya dia tujukan untuk Ara seorang. Ravel memang terkenal angkuh, dingin, dan cuek kepada orang lain. Terkecuali orang-orang yang dekat dengannya, Ravel adalah teman yang loyal, humoris, dan teman yang asyik karena pembawaannya yang santai. Ravel juga berwawasan, jadi mengobrol bersama Ravel akan terasa menyenangkan. Namun sifat Ravel yang ditujukan hanya kepada Ara sangatlah berbeda dari yang dilihat orang-orang disekatrnya. Ravel menjadi orang yang menyebalkan, sadis, dan juga tak punya belas kasih. Dia selalu mengerjai ara dimana ada kesempatan, menjahili, dan juga memperoloknya. Memang Ravel tidak pernah menyakiti Ara secara fisik, namun luka hati yang ditorehkan Ravel jauh lebih besar dampaknya terhadap Ara. Seperti sekarang, sosok Ara yang ramah dan ceria,bisa berubah 180 derajat ketika bersama Ravel. Ya, Ara sangat membenci pria itu, sangat, untuk sekarang.
"Yaudahlah mending bahas yang lain. lo jadi balik ke club TJC Vel ?" tanya Alex yang juga merupakan anggota club atau ekstrakulikuler populer di SMA mereka itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
HS 1 : Monokrom
Teen Fiction"Mau dilahirkan berapa kalipun kedunia, Gue gak akan pernah mau sama orang itu !!! Dasar manusia jadi-jadian, Alien, cowok astral !! " "Gue bukan cemburu ! Gue cuma gak suka ngeliat lo sama dia, gue gak suka lo bahagia, titik" Ara dan Ravel, dua man...