- Stella Lawrence -
Hidup gue yang awalnya menyenangkan kini berubah menjadi bencana yang seakan menarikku untuk jatuh kedalam lubang tersebut. Itu semua karena perjodohan itu !
- Marvin Giorgino Lorentz -
Dunia saya yang dipenuhi dengan berbagai ke...
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi dimana tiga puluh menit lagi bel akan mengeluarkan bunyi nya yang khas itu. Tanpa berpikir panjang , Stella yang dihampiri dua orang anggota geng-nya itu pun langsung menuju food court kuliah mereka.
Brukkk....
Tak sengaja seorang pria berpakaian lengkap dengan jas menumpahkan jus yang baru saja ia pesan ke dress milik Stella.
....
Suasana hening sekejap karena peristiwa tersebut. Namun , Stella yang menjadi korban tumpahan jus tersebut pun tentu saja tidak tinggal diam ... Dan kemudian ia menepuk kedua telapak tangannya sebagai isyarat kepada dua orang anggota geng-nya itu.
Tak lama kemudian , kedua sahabatnya pun segera kembali dengan membawa jus yang sama seperti yang ditumpahkan ke dress mahal nya itu ...
.
.
.
.
Byurrrrrrr ....
Akhirnya jus tersebut pun mendarat tepat di jas pria tersebut. Tanpa basa-basi Stella pun pergi meninggalkan pria tersebut yang kemudian diikuti oleh kedua sahabatnya itu.
Dengan wajah yang datar dan mungkin dalam hati terbelut rasa emosi namun pria tersebut tetap tenang dan dengan pelan ia pun menjauhi tempat tersebut.
.....
Disisi lain ,
"Ishhh... Dasar tuh cowok resek emang dia gak tau cewek secantik gue itu ada di depan dia ... Punya mata gak sih dia 😡" omelan Stella yang membuat sahabatnya pun ikut bersuara
"Iya tuhh , emang cowok kalo liat cewek cantik pengen nya cari sensasi mulu ....." sahut Celline yang kemudian ditanggapi oleh Lydia "Tapi gitu-gitu dia ganteng lho ..."
"Cowok mental tampan gitu dibilang ganteng ? Lo gak sakit kan Lid?" sahut Stella dengan nada ngeledek.
"Udah deh ... Daripada bahasin cowok gak jelas kayak gitu mending lo cepat pulang ke rumah deh daripada nanti kena hukum" ucap Celline
"Iyaaa babee ... Bawell lo. But , kalian musti temenin gue pulang , oke ?" balas Stella
Tanpa pikir panjang pun kedua sahabat setia nya itu mengiyakan hal tersebut. . . . . .
Tit.... Tit.... ( suara klakson mobil Lydia )
"Masuk weii .... Nanti telat kita ..." teriak Lydia
Setelah sekitar lima belas menit akhirnya sampai juga mereka ke rumah Stella dan ia pun bergegas mengganti pakaiannya ...
Setengah jam pun berlalu ...
Stella yang memilih top rajut cream yang dipadukan dengan rok coklat dengan ukuran yang hanya setengah paha sehingga menunjukkan kaki Stella yang mulus dan lentur itu pun kembali ke mobil.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.