...
Teng ... Teng ... Teng ...
Suara bunyi bel masuk kelas sudah berbunyi , namun amarah Stella belum reda sehingga ia hanya duduk dan mendengar lagu-lagu hitz sekarang dengan memakai headset.
.
.
.
"Selamat pagi semua" ucap Marvin yang direspon oleh semua mahasiswa kecuali Stella yang kini tengah asik mendengarkan lagu.
Tak berselang lama , dosen killer itu langsung menghampiri Stella yang belum sadar sama sekali bahwa sekarang sudah waktunya jam mata kuliah dosen killer itu.
Perlahan hentakan kaki itu mulai mendekat ... Namun Stella tak mengira itu adalah dosen killer-nya
Semakin besar suara hentakan kaki itu yang menandakan orang itu semakin dekat ... Tak terlintas di pikiran Stella untuk melihat orang itu karena dikiranya teman nya yang sedang main
Lalu ....
.
.
.
Biuzzttt ... Biuzzttt ...
Dengan cepat langsung ditariknya headset berbalut warna pink tersebut yang akhirnya membuat Stella terkejut "Woiiii !!! Loe gak tau gue lagi ........" ucap Stella terputus setelah ia melirik dan akhirnya tahu yang menarik headsetnya adalah Marvin , si dosen killer itu.
¤¤¤
Berselang beberapa saat kelas itu diam lalu keheningan pecah ketika pertanyaan Marvin ...
"Lagi apa ? Dengerin lagu ?" tanya Marvin halus namun tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Stella untuk menjawab.
Langkahan kaki Marvin pun menuju ke papan tulis dan meletakan barang yang ia sita barusan , yap itu headset-nya Stella. Jangan tanya kenapa Stella tidak merebut headsetnya kembali ... Itu karena ia tahu dosen killer nya itu tidak suka dengan penolakan atau lebih tepatnya tidak ada yang boleh memberontak ...
Namun , pikiran Stella terus bekerja memikirkan rencana khusus memberi pelajaran kepada dosen killer itu ... Yap , sudah dapat.
.
.
"Oke , sekarang kita akan lanjut materi kita ke Jurnal Khusus" jelas Marvin yang kemudian mendapat senyuman sinis dari Stella.
"Lo bakal tau akibatnya karna lo dah berurusan sama gue!" kata Stella dalam hatinya.
Bel istirahat pun berbunyi ...
Sekarang saat yang tepat untuk Stella melancarkan aksi balas dendam-nya itu.
"Mbak , bakso kuah 1 yah, kuahnya yang banyak ya!" pinta Stella
"Iya dek . Ini ... Hati-hati yah kuahnya panas" jawab mbak penjual bakso di kantin itu
"Yah elah , gue juga tau kale kalo kuahnya panas ... But okee fix , gue bakal kasi loe pelajaran , marvin" kata Stella dalam hati.
Langkah demi langkah telah Stella tempuh hingga akhirnya ia sampai di kelas E001 yang tak lain adalah kelas nya sendiri , ia tahu kalau biasanya dosen killernya itu tidak akan pergi dari ruang kelas jika pelajaran selanjutnya adalah pelajarannya kembali.
Dimasukinya kelas itu dan Stella pun dengan penuh hati-hati berjalan ke arah dosen nya itu sambil membawa mangkuk bakso itu ... And ?
.
.
.
Prangggg ... Prangggg ...
Mangkuk yang tak lain adalah bakso kuahnya Stella seakan-akan melayang ke baju dosen killer nya itu ... saat itu Marvin sedang tidak memakai jas sehingga kuah nya langsung mengenai tubuh six-pack nya yang hanya dilapisi kemeja polos tipis yang berwarna putih itu.
And .. Mata Stella langsung menunjukkan kegirangan karena aksi balas dendamnya kepada Marvin itu berhasil ..
But . . . Wait , pada saat Stella melirik ke arah Marvin tiba-tiba saja terlukis mata yang sedang berkaca-kaca dan tetesan mata yang hampir saja jatuh ...
.
.
"Kok perasaan gue jadi gini yah ... Kok gue jadi kasian. Udah deh Stell , hilangin rasa kasian loe sama orang yang gak berperikemanusiaan ini ..." ucap Stella dalam hati
.
.
Stella
Gue tau bener pasti itu sakit banget , well ... karena gue juga udah pernah alami hal seperti itu ...
Waktu gue kecil , pas gue makan indomie kuah , tiba-tiba aja mangkuk nya jatuh dan kuahnya kena ke tubuh gue , jangan tanya sakit gak , karena itu rasanya sakitttt bangetttttttt .....
Sejak dari itu gue udah mulai hati-hati biar kejadian itu gak keulang kembali .
But , kenapa gue bisa se-egois itu yah...
Gue dengan sengaja numpahin orang lain dengan kuah bakso yang panas.
Marvin
Setelah mangkuk itu jatuh dan kuahnya menyebar ke seluruh tubuhku , rasanya diriku sudah tak sanggup membuka mata ku lagi ... Tapi itu bukan karena aku tak sanggup menahan nyeri di sekujur tubuhku yang saat itu yang hanya terbalut kemeja polos ... Namun , air mata ku tak berhenti ingin jatuh setelah senyuman kemenangan yang ia berikan , ia sengaja melakukannya kepada ku ? Apakah untuk membalas tindakan ku yang menyita headset-nya itu?
••••••
Thank you for reading ...
.
Sorry yah thor udah lama gak publish the next chapter
• MY LECTURER MY LIFE •
.
Semoga suka ya 😁
With love ,
Author ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lecturer My Life
Romance- Stella Lawrence - Hidup gue yang awalnya menyenangkan kini berubah menjadi bencana yang seakan menarikku untuk jatuh kedalam lubang tersebut. Itu semua karena perjodohan itu ! - Marvin Giorgino Lorentz - Dunia saya yang dipenuhi dengan berbagai ke...
