The Beginning

1.5K 25 1
                                        

Hampir sudah kedua tangan Stella penuh dengan banyaknya belanjaan yang ia beli. Tanpa ragu boutique demi boutique di datanginya dan ketika tiba di kasir , Stella langsung menyodorkan sebuah kartu yang akan membuat tagihannya menumpuk. Akhirnya sampai pada waktunya ketika ia mesti pulang karna jam D*W nya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Waktu berjalan sedemikian rupa sehingga Stella pun telah sampai di rumah. Tanpa basa-basi ia pun turun dari mobil mewahnya yang tiga seri itu , " Ihh.... itu mobil siapa ya? Keknya bukan punya papa deh ... tapi yasudah lah mendingan gue masuk sekarang daripada ntar dimarahin lagi pulang malem kayak gini.."

========

Melihat ada dua orang paruh baya yang ternyata itu Om Hansen dan Tante Widya , Stella yang tidak basa-basi lagi pun langsung menyapanya ... " Ohh.. Kamu sudah pulang yah Stell , sini duduk .. " sambut tante Widya yang langsung dipotong oleh mama " Ini udah jam berapa sayang , mom sama dad dari tadi tungguin kamu loh... "

Wajah Stella yang tersipu malu seperti di blush-on pun hanya mengangguk salah dengan wajah memelas " Maaf , mom .. "

------

Tak terasa jam dinding pun sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam dan akhirnya om Hansen dan tante Widya pun pamit.

" Hati-hati yah tan , om " sahutku

" Iya stell , tan sama om pulang dulu yah ... " kata tante Widya membalas sahutanku

Setelah itu , aku pun bergegas ke kamar dan mengganti pakaianku dengan pajamas dan mulai melakukan aktivitas rutinku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah itu , aku pun bergegas ke kamar dan mengganti pakaianku dengan pajamas dan mulai melakukan aktivitas rutinku ... Mulai dari facial wash sampai masker-an innis*free .... Yap itulah rutinitas seorang gadis cantik ini.

Waktu pun silih berganti hingga di ip*hone-ku menunjukkan jam 00.00

Itulah jam tidur rutinku .... dan pada akhirnya aku memutuskan untuk beranjak dari meja rias ku dan aku pun jatuh dalam mimpiku yang indah.

...

Jam terus berdetak dan menunjukkan pukul setengah dua malam , pikiran ku tertuju pada rutinitas baru yang akan ku lakukan besok pagi ... Yap , Marvin yang masih ragu akan profesi barunya pun bangkit dari king suite-nya dan ia pun berjalan kearah balkon kamar nya itu ...

Dengan pelan dibukanya pintu balkon dan ia pun menikmati indahnya bulan purnama dan bintang di angkasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dengan pelan dibukanya pintu balkon dan ia pun menikmati indahnya bulan purnama dan bintang di angkasa ... Sungguh kacau balau hatinya saat ini , entah harus merasa senang atau sedih dengan profesi barunya itu.

" Aishh ... harus gimana gue besok , jadi dosen itu kan gak gampang apalagi ngajar di college-nya dad , bakal habis nih air liur ku besok ... " sahut Marvin dalam hatinya sambil memutar ip*hone terbaru nya itu.

...

Sekarang , jarum jam panjang sudah beranjak ke angka tiga , Marvin yang kini duduk di balkon pun berpindah kembali ke king suite-nya dan merebahkan tubuhnya yang six-pack itu.

Kring .... Kring .... Kring ...

Tak terasa sekarang jarum panjang sudah beranjak ke angka enam ...

" Ishh... kok udah jam enam sih , gue aja baru tidur tiga jam .. gimana bisa konsen ngajar nya nanti "
kata Marvin dengan nada agak kesal.

Namun , ia pun beranjak dari king-suite nya untuk segera ke bathroom. Beberapa saat kemudian ia pun keluar dengan baju handuk nya dan hendak mencari baju yang cocok untuk hari pertama nya ... Tentu saja ia tak mau hari pertama nya itu hancur karena salah dalam hal pemilihan pakaian.

Akhirnya , dipilihlah satu stel jas dan celana berwarna navy yang dibalut dengan kemeja putih ... tidak ketinggalan juga dasi navy nya.

Disisi lain .....

" Stell , bangunn sayang .... ini udah jam setengah tujuh lho , nanti kalo kamu telat gimana ? " terdengar sudah teriakan yang rutin itu.

" Iyaaa maa , bentar lagi ... Stella masih ngantuk nih ... " sahutku tanpa memikirkan efeknya.

Lantas mendengar jawaban dari Stella , Mommy Vivi pun akhirnya melangkahkan kakinya ke kamar Stella , hal tersebut bukan yang pertama kalinya bahkan sudah ribuan kali sejak Stella masih duduk di bangku sekolah.

Sama seperti biasanya , Mommy Vivi cuman menarik selimut yang menutupi wajah Stella karena bisa dibilang Stella merupakan anak yang selalu dimanjakan mom n dad nya ...
Yah ... Begitulah hidup sebagai anak tunggal.

....

Setelah keluar dari bathroom , Stella yang masih memakai baju mandi nya langsung mencari baju yang cocok untuk pergi ke kuliah ...

.
.
.

And ... Stella memilih dress navy yang fit to body sehingga memperlihatkan bentuk tubuh nya yang ramping dan menggoda itu.

Tak ketinggalan , dress tersebut dipadukan dengan tas FEN*DI dan jam D*W nya itu ... Mungkin kalau dihitung dari ujung rambut sampai ujung kaki yang terbalut heels Y*SL navy sepuluh centimeter itu , hampir mencapai tiga puluh juta rupiah.

Mungkin itu harga yang sangat menakjubkan but ... bagi Stella itu hanya secuil saja dari semua koleksi baju , tas dan jam nya.

...

Siap sudah ia kini , sekarang Stella tinggal masuk ke mobil tiga seri nya itu yang dikemudi oleh supir pribadi nya , tak terasa lima belas menit telah berlalu dan sampai lah sudah ia di tempat kuliah nya itu.

¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤

Sampai sini dulu yah readers , author bakalan lanjutin next part nya ASAP 💕

Hope you , all my readers can enjoy my story 😜

But ,

Don't forget to like and comment okay ?

With love ,

Author ❤

My Lecturer My LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang