Is it true ?

666 24 2
                                        

...

Terdengar suara dari seorang laki - laki paruh baya yang tak lain merupakan om Hansen , papa nya Marvin

"Begini Vin , papa sama mama sebenarnya ajakin dinner sama keluarga om Setyo itu karna kita udah sepakat mau jodohin kamu sama Stella."

"Beneran paa ?" tanya Stella sambil melirik ke arah papa nya

"Iya stel , papa sama mama mu kan udah tua nanti siapa yang bakal jaga kamu kalo kami sudah tiada?"

"Kalau Marvin sih setuju setuju aja lagipula Stella juga perempuan yang baik dan cantik ... Why not?" tegas Marvin yang berhasil menarik perhatian Stella

"Ishh ... Apaan sih elo ini .. Gue sih ogah yah sama loe" gerutu Stella

"Stella , tante minta sama kamu terima yah perjodohan ini ... Lagipula kamu udah kami anggap anak kami sendiri jadi gak mungkin tante jerumusin stella ke arah yang negatif"

"Iya tan , Stella tahu tapi masalahnya Marvin itu dosen Stella dan apa yang bakal teman teman Stella bilang kalo sampe mereka tahu kalo Stella dijodohin sama Marvin tan ..." dengan muka memelas

"Papa sama mama gak mau tahu Stell , sekarang papa kasih pilihan kalo kamu gak mau terima perjodohan ini papa bakal tarik semua fasilitas yang papa kasih ke kamu termasuk atm , kartu kredit sama uang saku tiap bulan , gimana ?"

.
.
.

Tangan Stella yang sudah menggeram sejak lama , rasanya ia ingin sekali menampar pria jalang itu ... 

Disisi lain , pikiran Stella masih terpaku ketika mendengar ucapan papanya. Stella yang biasa selalu boros dan menghamburkan uang yang ia miliki dengan nge-mall sekarang bagaimana rasanya kalau semua fasilitas itu bakal ditarik ..

Apakah masih ada teman yang setia dengannya? Pikiran-pikiran itu pun sekejap berada di otak gadis menawan ini.

.
.

Sepuluh menit berlalu ....

"Baik pa ... Stella putusin buat terima perjodohan ini."

"Gini dong baru anak papa ..."

.
.
.

Setelah pembicaraan panjang yang berkisar tiga jam lebih itu , akhirnya Stella pun tak sengaja tertidur di sofa.

"Stella ... Stel .."

Karena mengetahui saat ini Stella telah tertidur pulas , Marvin pun akhirnya memberikan bahunya sebagai sandaran empuk untuk Stella.

.
.
.
.
.

Tanpa berkedip Marvin menatap intens wajah mulus Stella

Detak jantung Marvin kembali berdetak cepat ...

Apakah ini yang namanya cinta ?

Apakah cinta nya akan terbalas dengan perjodohan ini ?

Ataukah akan bertepuk sebelah tangan ?

Tidak kah perempuan itu memiliki perasaan yang sama dengan nya ?

Tanpa terasa jam sudah menunjuk pukul setengah sebelas malam , Marvin akhirnya pulang dengan menggendong Stella ke mobil nya sehingga papa sama mama nya pulang bersama om Setyo dan tante Vivi.

.
.
.

Akhirnya mobil Marvin dan Om Setyo sampai di depan rumah Stella.

Tak merasa ragu Marvin langsung menggendong turun Stella yang masih tertidur lelap tanpa merasa terganggu sedikit pun.

.
.
.

Ketika Marvin merebahkan tubuh ramping Stella di kasur milik wanita cantik itu , ia pun langsung melepaskan sepatu yang perempuan itu kenakan.

Merasa ada yang geli di bawah sana , Stella akhirnya terbangun dari tidurnya ...

"Loe ngapain di kamar gue ? Mau macem-macem ya loe ?"

.......................

Thank you for reading guys ...
.
Sorry yah kalo thor publish nya kependekkan padahal udah 500++ kata 🤗 loh
.
Jangan lupa buat like dan comment cerita thor ini
.
Author rencananya mau publish the next chapter nya lusa malam ... So , don't miss it ... 💕

With love ,

Author ❤

My Lecturer My LifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang