.
.
.
Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu.
Aku ingin orang itu selamanya aku.
.
.
.
Sudah tiga jam rasanya gue di rumah nya Marvin, tapi ini hal itu sama sekali terasa cepat berlalu tidak seperti hari-hari dulu bersamanya. Awalnya gue benci banget sama dia namun karna kegigihannya lah yang membuatku kini tahu bahwa ia itu pria yang selama ini gue tunggu, pria yang selalu ada buat gue walaupun gue udah berkali-kali sakitin hatinya. Kadang-kadang omongan gue kasar sama dia tapi anehnya dia selalu sabar dan gak pernah permasalahin itu, dia selalu sabar dan tetap berjuang biar bisa dapatin gue, tapi suatu hari ketika dia pergokin gue di mall jalan sama Rio dan disaat itu lah dia seakan berubah, dia gak pernah nelpon and chat lagi, cuek banget kalo ketemu gue di kampus dan tatapan matanya beda banget, dari saat itu lah gue sadar rupanya dia itu yang sebenarnya gue cari, orang yang sesabar itu dan seperhatian itu tiba-tiba gak mau lagi ngomong apalagi bertingkah gak seperti biasanya, dan gue itu barulah tau dan rasanya TUHAN baru saja membuka mataku dan tau sebenarnya cowok yang pantes jadi pacar sekaligus pendamping gue itu dia, Marvin, dosen resek gue yang akhirnya bikin gue suka dan cinta sama dia.
Dan yang paling gak bisa kalian bayangkan, gue Stella Lawrence, bisa dibilang cewek tercantik se kuliahan itu tiba-tiba bisa kepikiran buat ke rumah Marvin dan bawain makanan buat dia but you know, gue refleks entah karena udah terlalu lama dicuekin sama dia atau karena gue sebenarnya udah rindu banget tatapannya ke gue akhirnya gue putuskan buat cium dia... Omoo, gue aja yang bisa bayangin muka gue waktu itu pasti merah banget...
Tapi yasudah lah intinya sekarang dia sedikit sudah tau kalo gue itu sayang juga sama dia. I only have three words to him " 사랑해 " .
Back to story --
Marvin yang kemudian terutas senyum diwajahnya langsung memeluk Stella yang kini berdiri di depannya ... Tanpa merasa canggung kini pelukan nya semakin erat dan kini ia mulai membisikkan sesuatu ke telinga Stella, " Stel, aku gak tau ini mimpi atau apa tapi beneran aku mau hanya aku saja pria yang akan memelukmu tidak yang lain mulai hari ini... Dan kamu tau selama ini aku itu tersiksa karena selalu menghindari kamu, rasa kecewa dan cemburu ku yang kelewat batas itu, dan sikap ku yang kekanak-kanakan itu tolong maafin aku yah, aku akan berusaha bukan janji buat selalu perjuangin kamu walaupun sebenarnya aku tau kalau kamu sama sekali gak punya perasaan sama aku. Tapi jujur aku sudah merasa cukup kok kalau kamu gak nolak pelukan aku sekarang ini... I love you, Stel."
Tanpa pikir panjang Stella yang wajahnya kini dibanjiri air mata langsung memegang wajah Marvin, "Mar, gue juga cinta dan suka sama elu. Jadi pliss tolong berhenti buat perjuangin aku yah"
"Lah kenapa Stel, aku gak boleh perjuangin cinta aku ke kamu? Gak mungkin itu Stel" sahut Marvin
"Iya vin gue tau tapi masa depan kamu masih panjang, kamu gak boleh hanya terus-terusan jadi dosen demi bisa nemenin gue sepanjang hari, hidup kamu itu berharga vin untuk disia-siakan" cerocos Stella dengan dibanjiri air mata di wajahnya dan akhirnya ia melanjutkan perkataannya "gue juga besok bakalan ke luar negri dan gue harap hari ini kita bisa buat kenangan yang indah diantara kita, Vin"
"Luar negri? Kamu pasti becanda kan Stel, kamu gak mungkin ninggalin aku kan? Aku gak mau kehilangan kamu untuk kedua kalinya Stel, dan tadi kamu bilang kamu itu cinta sama aku, terus kenapa sekarang kamu mau pergi jauh dari aku? Hah? Jawab aku Stel? Kenapa? Apa aku buat kesalahan ke kamu? Jawab aku Stel!"
"Enggak vin.. Kamu gak buat salah kok sama gue, guenya aja yang banyak buat salah ke kamu... Jadi gue gak pantas jadi pendamping kamu, gue harap kamu bisa cari cewek yang pantas buat kamu. " ungkap Stella
"Siapa bilang kamu gak pantas? Hah? Kamu itu perempuan yang paling aku sayangi dan aku gak pernah mau gantiin posisi kamu sama wanita lain dihati aku Stel" ungkap Marvin dan bersamaan itu pula air mata Marvin mulai menetes hingga membasahi seluruh wajahnya.
Dengan spontan Stella pun memeluk Marvin dan bilang "Vin, kamu kok nangis kek cewek aja.. Udah deh walaupun gue ke luar negri kan kita masih bisa vidcall trus gue kan bakal pulang ke Indo setaun sekali jadi kan kita bisa ketemuan pas gue bertamu di rumah lu pas imlek"
.
.
Berselang beberapa saat, Marvin langsung memegang wajah Stella dan ia bilang " Maksud kamu kita LDR an? Aku gak mau kalo kita punya hubungan kek gitu loh, aku maunya punya pacar yang bisa aku manjain setiap saat, trus pacar yang bisa aku ajak nonton, nongkrong barengan bukan pacar yang tiap hari cuman vidcall Stell, please kali ini aja tolong jangan pergi yah... "
.
.
Tok tok tok ( suara ketukan pintu )
Suara ketukan pintu itu tiba-tiba membuat mereka diam sejenak dan ketika pintu itu terbuka terlihat sosok wanita paruh baya yang ternyata mama nya Marvin ...
Bertapa terkejutnya seorang ibu melihat anak laki-laki nya sedang nangis di samping seorang wanita yang tak lain adalah Stella yang sudah dianggap anaknya sendiri oleh mama nya Marvin.
................................ To be continue soon
.
.
.
Thank you for reading 💗
Sorry yah udah hampir 2 bulan gak up terus karna thor banyak ujian apalagi menjelang uasbn sm unbk...emang kalo udah tingkat 12 sibuk nya luar biasa nauzubillah 😂😂 ...
Tapi berkat kalian semua yang udah setia nungguin part ini sampai total readers udah 1k lebih ... Makasih banget yahh 😘😘😘 ini semua berkat kalian readersss, love you 💗
With love,
Author❤
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lecturer My Life
Romans- Stella Lawrence - Hidup gue yang awalnya menyenangkan kini berubah menjadi bencana yang seakan menarikku untuk jatuh kedalam lubang tersebut. Itu semua karena perjodohan itu ! - Marvin Giorgino Lorentz - Dunia saya yang dipenuhi dengan berbagai ke...
