Tangis Nyonya Cha masih menghiasi ruang tamu. Suasana rumah yang semula hening berganti ramai. Banyak petugas polisi berlalu-lalang guna memeriksa TKP. Mayat Hyo Na telah dibawa lebih dulu oleh tim forensik untuk keperluan autopsi.
Ho Seok dan Tae Hyung akan diminta keterangan sebagai saksi. Tak lama kemudian, Nam Joon-yang bertugas untuk memeriksa saksi-menghampiri keduanya. Ini kali kedua Ho Seok bertemu dengan Nam Joon, tetapi bukan dalam suasana atau pun situasi yang tepat.
Ho Seok lekas mencari tempat duduk untuk merobohkan diri. Kepalanya mulai berdenyut, membuat Ho Seok sedikit kesakitan. Buru-buru ia mengeluarkan botol kecil dari saku mantelnya. Sialnya, hanya tersisa satu butir saja. Ho Seok harus mampir ke apotek paling lambat besok pagi-inginnya, kalau bisa malam ini juga. Jika tidak, rencana jalan-jalannya harus batal karena sakit kepala sialan ini.
Meskipun pada kenyataannya rasa sakit itu akan datang lagi dan lagi, tidak sepenuhnya hilang setelah mengkonsumsi aspirin. Lagipula pemakaiannya hanya dilakukan saat rasa sakit itu datang. Hanya saja, masa-masa menyakitkan itu belakangan menjadi lebih sering.. Sepertinya ia harus mempersingkat liburannya dan segera kembali ke Seoul untuk periksa ke dokter.
Ho Seok memasukkan pil itu ke dalam mulut dan mencoba menelannya tanpa air. Ia sudah terbiasa dengan rasa pahit semenjak sering meminum aspirin. Botol itu dilesakkan kembali ke dalam sakunya. Nam Joon yang memerhatikan Ho Seok, segera menarik dua kursi-satu diberikannya pada Tae hyung dan yang satunya ia duduki berdekatan dengan Ho Seok.
"Kau baik-baik saja?"
"Hm." Ho Seok hanya berkemam sebagai jawaban.
"Aku tidak menyangka pertemuan kita berikutnya terjadi di sini dan ... dalam keadaan seperti ini." Nam Joon mengeluarkan satu buku catatan dan pulpen.
"Sama. Kupikir pertemuan selanjutnya, kau mengajakku berkelilling Taebaek."
Ho Seok dan Nam Joon sama-sama tersenyum membuat Tae Hyung yang mengamati keduanya mengerutkan kening. Merasa mendapat tatapan yang terkesan mengintimidasi, Nam Joon lekas menjelaskan, "aku dan Ho Seok teman dari SMA. Dia kemari untuk bertemu denganku dan sekalian berlibur-"
"Tae Hyung sudah tahu. Aku sudah menceritakan soal liburan," sela Ho Seok.
Tae Hyung menjadi semakin kagum dengan sosok Ho Seok selain pernah memiliki pekerjaan yang hebat, ia juga berteman dengan orang hebat. Ho Seok sedikit menggerakkan kepalanya ke arah Nyonya Cha yang masih terduduk lesu ditemani satu opsir wanita. Air matanya masih terus mengalir dengan suara isakan yang memilukan bagi Ho Seok.
"Semoga Nyonya Cha diberi kekuatan untuk menghadapi ini. Aku kasihan padanya." Kepalanya kembali ke posisi awal. Ada rasa sesak yang mengganjal di dalam dadanya kala melihat Nyonya Cha yang juga seorang ibu itu tengah menangis.
"Semoga. Hyo Na itu anak satu-satunya dari Nyonya Cha. Semua ini pasti terasa sangat sulit semenjak perceraiannya dengan mantan suaminya dulu," timpal Tae Hyung yang menunduk, menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca.
"Ah, sepertinya keluarga ini juga cukup bermasalah. Aku rasa itu bisa menjadi faktor penyebab Hyona bunuh diri," celetuk Nam joon seraya mencatat perkataan Tae Hyung.
"Bunuh diri?" tanya Ho Seok.
Nam Joon mengangguk. "dia menyayat nadinya sendiri. Dia melakukannya beberapa kali di pergelangan tangannya."
Mendengar itu membuat kedua alis Ho Seok terangkat karena terkejut, begitu pula dengan Tae Hyung.
"Itu tidak mungkin!" Tae Hyung menyambar di detik berikutnya, kilatan dari sorotnya seolah menggambarkan kesedihan dan kemarahannya yang muncul dalam waktu bersaman. "Hyo Na bukan ... dia ... bukan orang seperti itu. Dia yang mengatakannya padaku, dia akan mewujudkan mimpinya meskipun Yoon Suk sudah tidak ada! Jadi, ia tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti bunuh diri."

KAMU SEDANG MEMBACA
AUTUMN DAYS [BTS FANFICTION: JHOPE]
Fanfic[REVISI SETELAH TAMAT. Maaf untuk kekurangannya] Bagaimana ya jadinya Jung Ho Seok, mantan Automotive Designer sebuah perusahaan ternama di Korea, yang berniat liburan malah mengurusi pembunuhan berantai di kota kecil dari provinsi Gangwon? ©2018 be...