" Di sisimu aku menidurkan diri
Menungguimu diantara sepi
Aku mencintaimu begitu tinggi
Bahkan sampai kau mati begini "
---------------------------------------------
Rangkaian kata, kumpulan kalimat, membentuk sajak, dari hitam yang menguasai pikira...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jujur saja, hal pertama yang kulihat adalah bibirmu. Setangkup daging pucat karena batang demi batang rokok yang kau hisap. Benda kenyal yang tertutup kumis lucu dan berkembang saat senyummu tersipu.
Tidak, bukan aku mesum. Hanya saja setiap kali ia mendarat di sekitar wajahku, tubuhku bergetar hebat. Jantungku bergerak lambat. Dan pikiranku berputar cepat. Ingin memilikinya.
Juga kalau malam datang menyapu, bibirmu yang kutunggu. Karena pada siang, kau hanya bayang. Lalu kita bicara, bibirmu bergerak gembira. Lalu kita menatap, dan bibir kita saling menyesap. Ah aku rindu.
Dan pada akhirnya, akhir mengakhirinya. Kita tak bisa berkhianat pada kata hanya teman bukan? Maka jangan aku kau salahkan. Aku bahkan tidak tahu, aku kecanduan. Malam itu dan setangkup bibirmu.