Aku hanya butuh waktu. Untuk meluruskan pikiranku. Untuk menata hatiku kembali. Aku ingin bersamanya.
Apa ini semua salahku? Kalau saja aku tak begitu. Kita takkan seperti ini. Membagi hati, menambah rasa pedih.
Ku tak mau memilih. Antara sahabat, dan kekasih. Kalian sahabatku. Aku hanya ingin tetap begitu. Hanya sahabat.
Kita membagi rasa sakit yang sama. Keadaan yang membuatnya begitu. Andai saja aku tidak egois. Andai saja aku menyerah lebih awal.
---------------------------
"Aku menyukaimu"
Kau mungkin takkan pernah tahu perasaanku saat itu. Ya, aku bahagia. Namun bahagia itu sirna. Aku tidak boleh egois.
"Maaf,"
Kau mungkin takkan pernah tahu perasaanku saat itu. Saat aku menyerah pada cinta, demi sahabatku.
Pada akhirnya, ini semua salahku.
Kalian terluka karena aku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sejuntai Kata
Teen FictionTentang aku yang memikirkanmu. Tentang kata yang tak terucap. Tentang teriak yang tak terdengar. Sejuntai kata tentang perasaan seorang manusia lemah, yang meronta agar pikirannya dibebaskan.