Kini kau hisap lagi senyumku. Demi ambisi akhiratmu. Kau tak segan merebut bahagiaku. Demi kemauan Tuhanmu. Aku insan yang kau ciptakan dalam kekangan pengejaranmu. Yang tak kau biarkan menikmati setetes bahagia. Aku kau buat berbeda.
Aku burung dalam sangkar yang melihat burung lain terbang bebas. Keinginanku kau anggap bujukan setan. Aku hidup dalam genggamanmu, yang selamanya tak akan bisa lepas. Tapi apa kau tahu? Burung yang tak pernah terbang, saat ia bebas ia tidak akan sama seperti yang lain. Ia akan jatuh, karena sayapnya tidak terlatih untuk pergi jauh.
Pilihan tetap ada ditanganmu. Menuntun sang burung terbang ke arah yang benar, atau membiarkannya seperti ini. Yang ketika ia terbang ia akan jatuh dan mengotori bulu sucinya. Atau yang ketika ia terbang sayapnya rusak karena mendobrak sangkar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sejuntai Kata
Teen FictionTentang aku yang memikirkanmu. Tentang kata yang tak terucap. Tentang teriak yang tak terdengar. Sejuntai kata tentang perasaan seorang manusia lemah, yang meronta agar pikirannya dibebaskan.