DI TENGAH ZAMAN yang masih serba mudah ini, manusia sudah tidak memerlukan lagi perangkat keras layaknya komputer, layar, dan juga papan ketik untuk menjelajahi internet. Konsep itu sudah lama hilang seiring dengan waktu juga seiring berkembangnya teknologi realita virtual dan artificial intellegence yang diciptakan perusahaan-perusahaan teknologi ternama. Ponsel diganti dengan twknologi bernama transmitter dan segala aplikasi di dalamnya dipindahkan ke dalam iBrowse. Dengan mudah mereka bisa menanamkan iBrowse di mata dan juga otak manusia, membiarkan mereka menyatu dengan hal-hal maya, juga membiarkan informasi berlalu-lalang lebih serta merta lagi dari yang pernah dibayangkan.
Malam itu tetaplah malam biasa seperti hari-hari sebelumnya. Langit di ibukota terlalu pekat dengan polusi baik udara dan cahaya; menyebabkan pemandangan di luar kamar tak lagi menyenangkan untuk ditatap. Dengan iBrowse yang telah tertanam dalam kepala mereka, tak heran jika banyak orang yang menghabiskan waktunya di kamar, masuk ke dalam ZenNet untuk menjelajahi segala hal yang biasa dinikmati lewan ponsel beberapa dekade silam. Serupa kosmetik, pengguna iBrowse membuat avatar mereka seanggun dan semenawan mungkin supaya bisa menyamarkan identitas dirinya.
Malik Lenis juga merupakan satu di antara milyaran orang yang menghabiskan waktu di ZenNet malam itu. Di kamarnya yang tak seberapa luas, Malik meletakkan banyak sekali perangkat-perangkat keras untuk menunjang kegiatannya, baik hanya untuk melihat-melihat toko-toko daring, mengobrol bersama teman, bahkan hingga meretas. Mungkin hanya Malik, satu dari satu juta orang yang masih memiliki perangkat keras di kamarnya untuk mendukung kegiatan yang ia lakukan.
Menyalakan iBrowse-nya, pemuda itu pun masuk ke dalam peladen. Jika puluhan tahun silam melihat laman internet sama seperti melihat kolom-kolom kertas, kini menjelajahi jaringan seperti menjelajahi kota besar dengan berbagai kanal yang menghubungkan ke semua tempat yang bisa dikunjungi. Tubuh penggunanya akan berada di dalam peladen, menggerakkan avatar yang sudah dikonstruksi sedemikian rupa dan menjelajahi kanal-kanal tersebut tanpa mengetahui siapa pengguna di balik avatar itu.
"Selamat datang, Malen," Sophia, program asisten pribadi yang Malik miliki menyambut dirinya saat ia masuk ke dalam peladen, menyebutkan nama penggunanya.
"Halo, Sophia," jawab Malik sembari melihat sekelilingnya.
Serambi utama ZenNet selalu penuh dengan orang di waktu-waktu seperti ini. Orang dari segala penjuru dunia berkumpul dan dengan mudah berinteraksi, Avatar yang mereka gunakan pun beragam mulai dari yang berkepala hewan bermata besar hingga rupa manusia yang menawan dengan kaki jenjang. Sophia sendiri berwujud seperti manusia, berambut pirang dan bermata biru, tak jauh berbeda dengan asisten pribadi pengguna lainnya.
"Kau mempunyai tiga pesan, Malen," ucapnya lagi, "Mau saya bacakan?"
"Ya, setelah kamu merekam hal-hal yang terjadi hari ini."
iBrowse yang tertanam di kepala setiap individu memang praktis. Kejadian keseharian yang dialami sehari-hari dengan mudahnya dipindahkan ke dalam Basis Data ZenNet, mudah diakses kapanpun dan di mana pun sehingga ada yang mengatakan bahwa hal ini meningkatkan kapasitas kerja otak.
"Merekam...," ujar Sophia sepuluh detik kemudian, "Selesai. Pesan untukmu terkirim dari Tuan Tanaka, Zero_Chain, dan juga Ghost. Pesan dari siapa yang mau kau baca terlebih dahulu?"
Malik terdiam. Ghost. Sudah lama ia tak mendengar kabar darinya, "Kau tahu, mungkin lebih baik jika aku yang membacanya sendirian. Terima kasih, Sophia. Sampai nanti."
Sophia mengangguk, wujud hologramnya menghilang ketika sosok perempuan itu mengucapkan selamat tinggal. Detak jantung Malik sedikit lebih cepat. Memang pada umumnya, pengguna iBrowse suka untuk menelusuri kanal-kanal yang mudah dan cepat untuk diakses. Akan tetapi, Malik mempunyai ketertarikan tersendiri ketika ia telah berada di tepi ZenNet dan diwanti-wanti untuk tidak keluar dari area yang dimaksudkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
GenreFest 2018: Distopia
Science FictionMasih dalam rangka Genre Festival NPC 2018. Kali ini kami akan menajikan sebuah karya dengan Sub-Genre Distopia atau yang biasa dikenal dengan anti-utopia. Selamat menikmati, jangan lupa mengisi polling dengan mengklik link yang ada di bio. cover by...
