"Jadi?" tanya Alvin.
Valen sempat berdeham sebentar, "Oke. Tapi kalo mantan lo udah tau, jangan salahin gue ya."
"Sip. Makasih banyak ya Val, kalo lo mau sesuatu, bilang gue aja yaa," ucap Alvin. Valen hanya mengangguk.
▪▪▪
"Nes, Tama, kenalin, ini Valen," ucap Alvin.
"Ohh, jadi elo yang namanya Valen? Gue denger, lo orangnya pinter banget yaa? Oiya, gue Vanessa," Vanessapun mengulurkan tangannya.
"Valen," Valen menyambut uluran tersebut.
"Gue Tama," Tamapun senyum.
"Valen," ulang Valen.
"Jadi, apa yang bikin lo deket sama Alvin?" tanya Vanessa.
"Kita deket gara-gara te--" omongan Alvin terputus karena Vanessa.
"Shtt, gue mau denger dari Valen," lanjut Vanessa.
Valen tertawa kecil, "Kita tetanggaan, terus kenalan. Ya gitu deh, hehe."
"Tetangga? Rumah lo yang bagus itu?! Oiya, gue harap, kita bisa jadi temen baik ya!" seru Vanessa.
"Hehe, Iya, gue harap kita bisa jadi temen baik," Valen tersenyum.
"Gue minta Pin BBM lo dong. Sama nomor telpon yaa," minta Vanessa.
"Nih," Valen memberikan gadgetnya.
Setelah beberapa saat, Vanessapun mengembalikan gadgetnya, "Oke, thanks! Ntar gue sms elo deh," ucap Vanessa. Valen mengganguk. Disitulah permulaan cerita persahabatan mereka.
▪▪▪
"Jadi? Temen gue gimana?" tanya Alvin.
"Baik, gue suka," ucap Valen.
"Bagus deh. Makanya jadi orang jangan introvert banget," saran Alvin.
Valen memutar matanya, "Terserahlolah. Ehm, makasih ya."
Alvinpun tersenyum.
Dekatnya Alvin dan Valenpun tersebar dengan cepat. Beberapa mengira mereka pacaran, beberapa mengira mereka hanya sahabatan. Berita itupun sudah sampai di telinga Tasya.
Saat istirahat, Tasya mengunjungi kelas Alvin. Saat itu, Alvin sedang mengobrol dengan Valen.
"Jadi elo yang namanya Valen?" tanya Tasya.
"Iya, emang napa?" tanya Valen sinis.
"Oh, gue ga yakin, Alvin mau pacaran sama nerd kek lo," komentar Tasya.
"Jaga ya omongan lo," bela Alvin.
"Apaan sih Al. Lagian, kamu juga ga maukan sama kutu buku kayak dia?" tanya Tasya dengan nada meremehkan.
"Mungkin, sekarang gue gini, tapi, liat aja kedepannya. Siapa yang menang, siapa yang kalah," ucap Valen lalu meninggalkan kelas.
"Siapa takut?!" tantang Tasya.
"Lo ganggu banget," kata Alvin dingin. Lalu Alvin meninggalkan Tasya.
▪▪▪
"Val, sori banget ya. Yang Tasya bilang jangan dimasukkin ke hati. Lo ga begitu kok, menurut gue, lo cantik kok," kata Alvin jujur.
"Iya gapapa kok, gue juga ga peduli," kata Valen.
"Lo jangan sedih mulu dong, kan gue juga sedih," ucap Alvin dan menunjukkan muka sedihnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Youtuber
Teen FictionGeraldus Alvin adalah seorang youtuber Indonesia yang hampir dikenali seluruh dunia. Banyak yang menyukainya, namun, ada juga yang hanya memanfaatkan populeritasnya... Flo adalah youtuber Indonesia yang terkenal juga. Alvin ingin kolaborasi-membuat...
