Satu

1.8K 70 3
                                        

"Hey its Flo! So, today, I'm gonna do another Q&A with you guys! So, I've been asking you guys from twitter, and I've chose some question, okay, let's start!" suara itu keluar dari gadget milik Alvin.

"Lo tau ga, Flo siapa?" tanya Alvin pada seorang cewe.

"Ngga. Lagian diakan gapernah nunjukkin identitasnya... Kenapa? lo mau buat video bareng dia?" tanya cewe itu.

"Hahaha, iya nih," Alvin tertawa kecil.

"Emang dia orang indo juga?" tanya cewe itu.

Alvin menjawab, "Di video Q&Anya, pas ada yang nanya dia tinggal dimana, dia bilang di Jakarta, Indonesia."

"Oh, deket dong sama kita. Yaudah entar gue coba kontekkin dia," ucap cewe itu.

"Ahaha, makasihloh Van. Lo emang bestfriend gue yang paling oke!" Alvin mengucap jujur.

"Alah, lebay lo. Oh ya, subscriber lo udah mau nyampe 3M loh. Keren sumpah," puji cewe itu.

"Yaelah. Itukan berkat lo juga. Lo ga ada niat buat bikin YouTube account?" tanya Alvin.

"Ngga. Lagian gue males. Eh, besok liburan udah kelar ya? Bete gue masuk sekolah lagi," komentar cewe itu.

"Gue juga kali. Lo ga mau pulang? Udah malem kali. Lo janjinya jam 6kan? Udah yuk, gue anterin," ajak Alvin.

Cewe itu kaget, "Oh iya! Mampus gue. Lo emang gapapa, anter gue?" tanya cewe itu.

"Gapapa kok, yuk,"

Alvinpun mengantar cewe itu.

"Makasih ya, udah mau anterin. Lo mau masuk dulu?" tanya cewe itu.

"Iyaa masama, ga usah deh. Gue duluan ya. Besok ya di sekolah, Bye!" Alvinpun pamit.

Cewe itu adalah Vanessa, sahabat Alvin. Mungkin Vanessa adalah satu-satunya cewe yang masuk ke kehidupan Alvin, tentunya selain mamanya.

Alvinpun jalan ke rumahnya.

Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang gadis yang membawa banyak barang bawaan. Sepertinya, Alvin mengenali gadis itu.

Oh iya!  Diakan tetangga gue, katanya dalam hati.

"Hai! Mau gue bantuin?" tanya Alvin.

"Lo siapa? Ga usah gue bisa kok," tolak gadis itu.

"Gue Alvin. Tetangga elo. Lo ga ngenalin gue?" Alvin tertawa kecil.

Gadis itu hanya mengumam "oh."

"Yaudah sini gue bantu," Alvinpun membawa bawaan gadis itu.

"Eh gausah!" gadis itu menolak.

"Anjir, berat banget. Gue ragu, lo bakal kuat ngangkat ini sampe ke rumah," komentar Alvin.

"Terserah!" dengus cewe itu dan jalan ke arah rumah.

"Lucu banget sih ekspresi lo," gumam Alvin.

Alvin melihat isi plastik yang cewe itu bawa. Lalu bertanya, "Makanan itu buat apa sih? Tumben malem-malem belinya. Jalan kaki lagi."

"Kepo banget sih lo," dengus cewe itu.

"Oh iya, nama lo siapa ya? Waktu itu, kitakan belom kenalan," tanya Alvin.

"Gue Valen."

"Oh."

Mereka memang sama sekali tidak dekat, walaupun mereka tetanggaan. Rumah mereka aja udah keliatan kalo mereka orang kaya. Dan di komplek itu, jarang kalo ada tetangga ngumpul-ngumpul. Mereka juga ngga care soal itu. Dan kebanyakan yang empunya rumah, ngga ada waktu untuk hal begituan, orang setiap waktu kerja mulu.

The YoutuberTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang