2.2. First Day

41 6 1
                                        

Sekarang giliran aku untuk memperkenalkan diri kepada semua orang yang ada di kelas. "Halo semuanya, nama aku Elena Cantika Davisson. Kalian bisa panggil aku Elena atau Elen. Semoga kita bisa berteman dengan baik ya..."  Ucap Elena sambil tersenyum ramah

"Baik Elena terima kasih, tapi anak-anak apa ada yang ingin ditanyakan?" Tanya Pak Yudi kepada yang lain.

Jason mengangkat tangan "Masih single gak?"  Tanya Jason sambil menurun taikan alisnya dan langsung di serbu dengan sorakan dari semuanya. 

"Baiklah-baiklah kita simpan sesi pertanyaannya saja.  Elena kamu boleh kembali ke tempat duduk."  Perintah Pak Yudi ramah. Setelah semua murid memperkenalkan diri akhirnya kelas kita di freeclass kan karena Pak Yudi harus pergi. Tak lama, datang seorang laki-laki sepertinya anak osisi ke kelas ku. Lalu, semua teman-temanku menyuruh aku untuk menghampirinya.

"Hmm... permisi kak ada apa ya?"  Tanya ku dengan hati-hati kepadanya. Kakak kelas itu sempat berdiam sebentar.

"Oh, boleh aku masuk?"  Tanya kakak tersebut dan dibalas dengan anggukan oleh ku. Saat kakak tersebut masuk kelas langsung hening dan fokus memperhatikan dia.

"Halo semuanya, perkenalkan aku Bagas sekretaris osis cuman mau menyampaikan bahwa kan sekarang masih masa MOS jadi seluruh siswa besok diharuskan memakai name tag dan untuk hari ini silahkan kalian buat dari kertas dan tulis nama kalian. Sudah itu aja, makasih atas waktunya maaf kalau mengganggu aku permisi dulu."  Setelah Bagas mengatakan itu ia langsung keluar dari kelas ku dan kita semua langsung membuat apa yang tadi disuruh oleh kan Bagas. Tak lama, akhirnya bel istirahat pun berbunyi. Murid-murid berhamburan keluar dari kelas.  

"Elena kita ke kantin yuk! Aku laper banget."  Ajak Tisya kepada ku.

"Yaudah yuk aku juga laper."  Lalu kita berdua pun langsung pergi ke kantin. Di kantin sangat penuh dengan banyak orang ada kakak kelas dan juga ada angkatan aku. Sesampainya di kantin aku dan Tisya langsung mencari tempat duduk dan langsung mendudukinya.

"El, kamu mau aku pesenin apa?"  Tanya Tisya kepada ku. 

"Oh, aku mau soto mie nya aja deh tish makasih ya..."  Jawab ku dan Tisya pun mengangguk dan langsung memesannya. Sambil menunnggu Tisya aku iseng main hp sambil scrolling-scrolling instagram. Tiba-tiba bang Vincent datang menghampiriku dengan beberapa temannya.

"Hai dek, gimana tadi dikelas? Baik-baik aja kan?"  Tanya bang Vin.

"Okay kok bang. Abang tumben ke kantin biasanya nongkrong di kantin belakang?"  Aku berbalik bertanya kepada bang Vincent. Lalu bang Vincent menyengir kepada ku.

"Dek, bagi duit dong duit gue lagi boke nanti dirumah gue ganti deh."  Pinta bang Vincent dengan sangat memelas.

"Yee, elu ke kantin sini cuma buat minta duit ke gue? Ishh nih ambil!"  Aku pun menyodorkan uang berwarna biru kepada bang Vincent.

"Wew, vin adek lu tajir amat beda sama lu. Udah cantik, murah hati, tajir lagi aduhh.. boleh gak gue jadiin pacar?"  Goda kak Riley aku tahu namanya karena waktu itu ia pernah datang ke rumah.

"Ah elu, udah lah ayo. Btw makasih ya adek ku yang paling baik dan cantik."  Aku hanya membalas dengan memutar bola mataku. Tak lama, akhirnya Tisya pun datang sambil membawa dua mangkuk soto mie. Lalu kita pun memakannya sambil berbincang-bincang.

LOVE HIMCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang