Ini adalah hari kedua dimana aku tengah liburan di desa nenekku ini. Hari masih pagi tapi aku masih saja duduk di kursi ruang tamu sambil membaca buku-buku novel kesukaanku, soal pekerjaan rumah sudah kuselesaikan sejak subuh tadi. Saat aku sedang seru serunya membaca ada saja yang mengusik ketenangan ku siapa lagi kalau bukan sepupuku Gita.
"Dorr... " Gita datang dan berusaha untuk membuatku terkaget tapi sayangnya aku tidak semudah itu untuk kaget.
"Yahh ga asik kamu na masa ga kaget sih padahal kan aku sudah berhati-hati melakukannya" Gita malah mengomel yang tidak jelas hm.
"Yee salah sendiri gaada kerjaan ngagetin kaya gtu, aku mah orangnya susah buat di kagetin" balas aku tak salah singut.
"Hee ini aku juga lagi ada kerjaan tau!"
"Pekerjaan apa? "
"Ngusilin kamu hahaha" jawab Gita sambil berlari.
"Gitaaaaa.. Awas kamu"balas diriku yang tak mau kalah, langsung saja aku berlari mengejar sepupu terngeselin itu.
Mengejar Gita sungguh membuatku kewalahan, aku duduk di sebuah gubuk di pinggir sawah sambil terengah-engah. Aku sudah tidak mengejar Gita lagi dan aku tidak tau kemana dia pergi.
Saat aku tengah berselonjoran sambil menikmati silirnya udara di pesawahan seperti ini tiba-tiba mataku terfokus pada seseorang yang sepertinya aku kenal. Langsung saja aku memincingkan mataku untuk melihat apakah benar itu dia atau bukan. Dan benar saja saat aku tengah memperhatikan nya tiba-tiba diapun menoleh dan tanpa sengaja matanya pas dengan bola mataku.
Aku hanya diam dan bengong menatap matanya yang tanpa kusadari dia sudah terlebih dahulu berpaling dari ketidaksengajaan ini.Langsung saja kutundukan pandanganku karna menahan malu untuk kesekian kalinya.
Saat aku ingin mendongak untuk melihat apakah dia masih disana atau tidak tiba-tiba aku merasa sesak nafas karna ternyata dia sudah berada di depanku, kirakira 4langkah dari gubuk. Aku menjadi kikuk seketika."Assalamualaikum " sapa ricki padaku dengan suaranya yang khas dan raut wajah yang macam tembok itu.
"Eh waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh "aku menjadi kikuk saat menjawab salamnya, duh jangan sampai ngisi-ngisini lagi(malu-maluin lagi).
"Kamu kenapa bisa ada disini na? Sendirian lagi?" Ricki bertanya padaku ,dan aku makin dredeg akibat dari pertanyaannya yg keliatan biasa tapi luar biasa bagiku. Ah aku ini terlalu lebay ya.
"Emm.. Mm an" belum sempat aku berucap si Ricki sudah berkata lagi.
"Tidak baik seorang wanita keluyuran ditempat sepi seperti ini apalagi hanya seorang diri, pulanglah. Berdiam diri dirumah akan jauh lebih baik daripada harus keluyuran seperti ini. Saya pamit wassalamualaikum " setelah Ricki mengatakan itu dia langsung beneran pergi meninggalkan aku di gubuk sendiri tanpa memberi kesempatan untuk aku biacara menjelaskan semuanya.
"Waalaikumsalam wr.wb" ku hembuskan nafas ku secara kasar.hatiku menjadi semakin sesak, kenapa Ricki sikapnya dari dulu tak pernah berubah, selalu dingin. Entah itu hanya kepadaku atau orang lain juga aku tidak tau.
Ku benarkan jilbabku yang sedikit berantakan dan kemudian aku berjalan menuju rumah nenekku.Sesampainya aku saat sudah berada didepan rumah aku semakin kesal karna sepupuku itu sekarang sedang anteng2nya duduk di teras sambil meminum es degan. Sungguh keterlaluan.
Baru saja aku ingin mengomeli sepupuku itu dia sudah menyumpal mulutku dengan sedotan yang kutau itu bekas mulut dia."daripada marah mulu, ngomel gajelas mending minum dulu nih aku tau kok kalo kamu pasti capek banget kan abis ngejar2 aku jadi aku kasih yang ssger2 biar hatimu adem hihi" Gita berbicara sambil menahan tawa, kurang asam sekali dia ya. Ku lepas sedotan ini dari mulutku karna es nya pun sudah ludes karna aku sangat kehausan. Maklum abis menempuh sepanjang jalan kenangan.
"Ngeselin bener sih kamu gitaa, aku udah ngejer2 kamu nyampe ujung Kulon sana nyampe keringatku bercucuran demi bisa nangkep kamu dan kamu malah anteng2nya duduk manis sambil minum es gini? Astaghfirullah keterlaluan" jawabku dengan nada yang seperti orang marah namun dilubuk hatiku yang paling dalam aku sedang menahan tawa karna sepupuku ini jika sudah melihat aku kesal atau marah pasti dia jadi langsung merasa bersalah dengan wajahnya yang mulai memelas itu.
"Maaf na, abisnya kamu juga larinya kurang cepat sih jadi kamu tertinggal jauh deh, maaf deh na ya ya maaf yaa" gita meminta maaf dengan wajah yang sok dibuat seperi anak kecil, mungkin agar aku bisa luluh gitu? Sorry Ana tidak bisa.
"Sudahlah aku ingin mandi dlu, karna akibat ulahmu aku jadi kotor karna keringat dan sekarang sudah hampir adzan dhuhur sebaiknya kau juga besiap siap"
Jawabku ketus."Masih ngambek ternyata, yasudah tidak apa-apa kebetulan selepas dzuhur nanti akan ada pengajian di masjid ar rahman dan sebelum acara dimulai akan ada penampilan dari grup hadroh al habsyi. Sudah tidak sabar aku ingin segera ke masjid ingin melihat para pemain hadrohnya yang subhanallah bikin hati jadi adem apalagi sama vokalisnya duh ga kuat. Eh na mau ikut ga?" lagi lagi Gita membuatku tak bisa marah lama2 dengannya, dia terus saja menggodaku. Dari tadi aku mendengarkan perkataannya dibalik pintu kamar mandi dan aku tau maksud dia apa dengan grup hadroh al habsyi itu, karna salah satu personilnya dialah yang selama ini aku do'akan. Vokalis al habsyi yaitu Muhammad Ricki fajrin. Menyebut namanya saja sudah membuat hatiku bergetar apalagi jika mendengar suaranya.
"Gak" jawabku singkat.
"Yakin nih ga mau? Ada R loh, nyesel ntar ga bisa denger suaranya, siapa tau nanti kamu diajak duet bareng kan nyanyi lagu sholawat zaujati haha" Gita berkata dengan suara yang keras yang membuatku ingin sekali menyumpal mulutnya dengan kelapa tadi greget.
"Gitaaa diamlah. Jangan membuka kartu" aku sedikit berteriak dari dalam kamar mandi ini karna takut jika abi ku mendengar nya.
"Hihi iyaiya oke aku diam tapi dengan satu syarat,"
"Apa? "
"Kamu ga boleh marah lagi sama aku, janji? "Gita berkata dengan suara yang lembut yang membuatku tak tega untuk bersikap ketus kepadanya.
"Hmm,baiklah. Lagian siapa juga yang marah, aku mana bisa marah kepada orang hanya karna hal sepele ini ,aku hanya mengetesmu saja tadi git hahaha" kini gantian aku yang menggoda sepupuku yang ngeselin itu.
"Dasar. Yasudah sana cepat mandi dan sholat, aku tidak mau kita sampai telat datang ke acara pengajian itu" jawab Gita.
"Iyaiya Gita cerewet.. "Balasku.
##
Assalamualaikum maaf ya kalau makin gajelas:(
Vote dan komennya jangan lupa:(

KAMU SEDANG MEMBACA
DIAMKU karna CINTAKU
Spiritual"Tidak ada kata seindah Doa, yang pergi membawa harapan dan pulang membawa jawaban."--Anatasya khoiriyah "Kadang kau harus meneladani matahari. Ia Cinta pada bumi, tapi ia mengerti, mendekat pada sang kekasih justru membinasakan. " Muhammad Rick...