Hari menyebalkan dikampus

23 5 0
                                    

Diantara senang dan bimbang. Pertemuanku dengan raihan kemarin membuat semua pekerjaanku tidak teratur. Selalu saja aku memikirkan tentang raihan. Pertanyaan beberapa tahun lalu, dan kenangan kenangan diantara kita kembali berdatangan.

Rasanya aku ingin sudahi saja semua ceritaku dengan raihan. Tapi aku tak bisa. Dia benar-benar sudah kuanggap sebagai kakak sendiri. Dia adalah sahabat pria terbaik. Dan selama 17 tahun sebelum akhirnya dia memutuskan untuk memutus pertemanan bukanlah waktu yang sebentar.

Kali ini aku berada di sebuah kelas, tepatnya saat ini aku sedang belajar mata kuliahku yang terakhir dihari ini. Saat dosenku menerangkan, aku sama sekali tak fokus. Bayanganku berlari-lari. Dan menghampiri membawa bayangan raihan beserta kenangannya.

Banyak dosen berbicara tapi tak satu katapun kudengar darinya. Seolah suara dosenku samar-samar. Raihan, raihan, raihan lagi. Hanya dia yang saat ini ada dipikiranku.

Tiba-tiba, draaaakkkk!!!!

''ridha!'' bentak dosen sambil menggebrakan meja

Begitu terkejutnya aku, dan kaget sekali. Aku sama sekali tak sadar bahwa daritadi dosenku memanggilku untuk menjawab pertanayaan dipapan tulis.

Yaampun, malu sekali aku hari ini. Teman-teman dikelasku tertawa dan seperti menatapku tajam. Sungguh, matakuliah ini sama sekali, tak masuk ke otakku.

''eh iya pak maaf, tadi itu..''

''tadi itu apa?''

''anu pak, anu''

''daritadi saya panggil malah bengong mulu''

''iya pak maaf, saya gak bakal ngulanginnya lagi''

------

Setibanya dirumahku saat ini, yakni dirumah om dan tanteku. Dengan wajah kusut seperti pakaian yang belum disetrika. Kulemparkan tasku kesofa ruang tamu, dan aku disambut hangat oleh tanteku.

''kamu kenapa rhid?'' tanya tanteku

''gak apa-apa ko tan''

''lah ko gak apa apa, muka kusut gitu''

''abisnya aku kesel tan''

''ya iya, makannya bilang kesel kenapa?''

''aku dibentak dosen tadi tan''

''kok bisa? Kamu ngelamun kali''

Akupun bercerita kepada tanteku tentang raihan. Bagaimana raihan dihidupku, seperti apa raihan dan sepenting apakah raihan.

Akupun bercerita, bahwa kemarin aku bertemu dengannya dengan sikap yang sama seperti teakhir kali kau bertemu dengannnya. Diam, tak peduli, seolah-olah kami bukan teman baik.

Aku juga bilang bahwa hingga saat ini aku masih belum mengerti alasan dibalik sikap raihan yang sekarang. Ah tapi yasudahlah

----

Ya ampun tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Dan akupun sudah letih, sudah ngantuk. Akhirnya kuusaikan saja ceritaku dengan tanteku.

Akhirnya segelas susu yang dibawakan oleh tanteku, kuhabiskan sebagai penutup hari sebelum aku tertidur. Susu buatan tanteku memang enak hehe. Dia meracik sendiri dari susu asli. Semua rasa yang aku inginkan selalu ada. Misalnya vaila, coklat, greentea dan masih banyak lagi.

''makasih ya tan buat susunya''

''iya sama-sama''

Tantekupun bergegas dari tempat tidurku untuk menuju keluar, lalu aku memanggilnya lagi.

''tante!''

''apa?''

''makasih yaa udah dengerin curhat hehe''

''lah kamu tuh ya, iya santai aja '' ujarnya ketawa

Akupun memanggilnya lagi

''tante!''

''apalagi?''

''segelas susu tanpa rasa besok pagi ya hehe''

''siiiiaaaappp, udah ah jangan manggil mulu. Istirahat kamu sekarang''

''iya siap tante hehe''

Akupun tertidur lelap, beristirahat dari segala aktifitas yang melelahkan hari ini. Pergi ke kampus, tugas yang menumpuk, wara wiri ga jelas, bantuin tantemasak, nemenin tante belanja, dan masiih banyak lagi.

---

Hari ini aku masuk kuliah malam, jadi aku bisa bangun tidur agak siang. Setelah sholat shubuh, akupun tertidur lagi hehe. Kalau aku berada dijakarta bersama ibu, pasti aku sudah dimarahi abis-abisan hehe.

Sekitar pukul 8 pagi, mataku kedip kedip tanda ingin segera beranjak dari peristirahatan malamku. Kulihat segelas susu yang dittutup oleh tutup berwarna silver dimeja dekat lampu.

Ada juga sehelai kertas bertulisn " selamat pagi teteh, aku sayang teteh'' ini pasti dari qila. Dasar bocah ya, bisa juga dia bersikap manis sam aaku hehe. Akhirnya akupun bangun lalu membereskan tempat tindur. Menyisir dan mengikat rambutku lalu pergi untuk mandi. Setelah itu, aku menuju meja makan dan menyantap roti bakar buatan tanteku.

Setelah itu aku pergi menuju kamarku dan mengambil laptop serta beberapa tugas yang harus aku selesaikan dan kirim email ke dosenku sebelum pukul 12 siang. Di ruang tamulah aku mengerjakannya, bersama tanteku yang sedang membaca majalah.

''qila udah berangkat tan?'' ujarku

''iya udah'' jawab tanteku

Tak, tuk, tak, tuk, suara ketikanku pada keyboard laptopku. Belum sempat aku menghidupkan handphoneku yang sejak semalam aku matikan. Akhirnya akupun mengambil handphoneku

Tugas-tugas yang harus kau selesaikan pukul 12 siang ini benra-benar membuatku frustasi. Meskipun berbentuk makalah biasa, tapi dosenku sangat teliti. Yang aku jaga adalah revisi. Dan saat masuk kuliah nanti, aku harus membenarkan. Duh repotnya.

Oh iya akupun menghidupkan handphoneku dan membaca pesan dari kekasihku akbar.

''selamat pagi ridha''

''ko ga dibales? Belum bangun ya''

''dasar ya, yaudah abis kamu bangun jangan lupa sarapan yaaa''

''i love you''

Yampun, masih pagi akbar udah seromantis ini. Yaudah iya, dia berhasil membuatku tertawa lagi. Dan membuatkus eperti orang gila yang tertawa sendiri menatap handphoneku.

''pagi jugaaa''

''udahbangun dong''

''iya cintaa, kamu jugaa''

'' aaaaa, love u too''

Balasku seperti itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 20, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Hai RaihanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang