Seminggupun berlalu. Dan hari ini adalah hari dimana aku dan kelompok seni budayaku menampilkan apa yang sudah kami rekam dan sudah kami persiapkan sebelumnya. Ya, seperti yang pernah aku ceritakan. Bahwa aku akan berduet bersama akbar dengan membawakan lagu yang sudah ditentukan oleh ketua kelompok kami, galih. dengan aransemen yang lebih lembut dan mellow.
Untung aku dan akbar udah akur. Dan kesalahfahaman yang dulu pernah meyelimuti kini sudah pergi dan membuat kami berteman baik.
Ternyata benar apa yang rayhan bilang. Akbar memang tak seperti yang aku kira sebelumnya. Ternyata dia itu baik, perhatian, ramah, dan banyak lagi. Tapi kalo soal sering so'soan tebar-tebarin pesonanya kecewe-cewe ya masih sampe sekarang.
Pak iwanpun mulai memasuki kelasku dengan gerak yang sedikit chaplin. Hehe. Pak iwan memiki postur tubuh yang gendut, jadi kalo jalan itu kayak chaplin hehe.
Akbar sedang mempersiapkan gitarnya, aku mulai mempersiapkan suaraku, dan galih serta vena sibuk mempersiapkan videonya untuk presentasi sesudah aku dan akbar tampil.
''selamat pagi anak-anak'' ujar pak iwan
''selamat pagi juga paaakk'' sahut kami para muridnya
''sudah siap untuk tampil hari ini?'' tanya beliau
''sudah dong pak pastinya'' sahut beberapa diantara kami
''bagus, baik bapak kasih wktu 10 menit untuk siap-siap''
''oke pak' sahut kami
''dan bapak kemarin lupa ngasih tau. bahwa yang terbaik nanti, akan tampil diacara pensi bulan depan'' ujar pak iwan
Kamipun memberikan respons yang sangat baik. Dan pastinya setiap kelompk ingin perwakilannya dipilih untuk tampil diacara pensi sekolah bulan depan. Karena, yang tampil dipensi nanti itu tidak sembarang siswa bisa melakukannya. Harus diseleksi terlebih dahulu untuk tampilnya. Maka dari itu, pastinya kami berebut untuk bisa tampil diacara pensi nanti.
''kelompok kita harus yang terbaik guys!'' ujar sang ketua kelompok galih
''pastinya dongg'' sahut vena
''kalian harus bisa nampilin yang terbaik dan semaksimal mungkin ya!'' ujar galih kepadaku dan akbar
''iyaiyaa'' jawabku dan akbar
Penampilanpun dimulai, kelompok kami kebagian tampil paling terakhir. Dan kelompok-kelompk lain membawakan lagu pilihannyamasing-masing. Ada yang nyanyi lagunya raisa, endank ft soekamti, chakra khan, dll.
Lalu tibalah kami untuk tampil. Tanganku gemetar dan keringat dingin. Aku terlalu nervous sepertinya.
''jangan gerogi ya J'' kata akbar sambil memegang tangan kiriku
''iya'' jawabku dengan senyum kembali
Aku dan rayhanpun mulai menyanyikan lagunya. Dan teman-teman kelasku terdiam. Kupikir mereka akan menertawankanku. Namun saat kami dipenghujung lagu, mereka terbangun dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.
Dan saat pengumuman siapa yang akan maju untuk acara pensi nanti, ternyata kelompok kami terbaik! Galih tampak senang sebagai ketua kelompok.
''wah keren lo rid, keren lo bar!'' ujar galih
''lo berdua harus banyakin latihan!'' sambung vena
Aku tidak menyangka ini terjadi. Ya memang sih hobiku adalah menyanyi, namun tak akan berpikir untu bisa menyalurkan hobiku untuk tampil.
.........
Selama sebulan ini, aku sibuk latihan dengan akbar. Setiap pulang sekolah dan setiap hari libur. Bahkan, jika biasanya aku pulang ataupun berangkat dengan rayhan, kali ini aku dengan akbar. Karena jika pagi kami harus berburu-buru keruang musik untuk latihan pagi dan setiap pulangnya itu latihan dirumah akbar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Hai Raihan
Teen Fiction"ketika berteman adalah pilihan, maka menjadi pasangan adalah rahasia tuhan" itu yang dikatakan oleh raihan kepada ridha. teman kecil yang sudah dianggap saudara oleh ridha ini justru menaruh hati padanya. namun, jika ridha justru mencintai orang la...