| P e n y e s a l a n |
Langkah berpijak pasrah,
pada bumi bertanah basah.
Aku yang terlalu sibuk dengan duniaku,
membuat ku malu untuk masuk
lebih dalam pada dunia baru
Abu-abu,
Ada yang datang di depan pintu,
kata Sang Ibu
Tapi belum sempat aku bertemu,
ia telah lenyap, berlalu
Duniaku, untuk apa kau jamah
kalau begitu
Bukan maksud untuk
memalingkan pandang,
berlalu dan membuat mu bertanya bimbang,
namun, nyali ku terlalu ciut untuk tetap mengarah padamu,
jadi maaf untuk memutuskan pulang
Aku memang bukan tempatmu pulang,
belum sempat jadi rumah
untuk kau singgah,
tapi sesalku adalah,
mengapa langkah kakimu kau hapus saat kau telah akan mengarah,
kamu tahu namanya kecewa?
Itulah dia
Andaiku mampu memutar waktu sesuai mauku,
aku akan mempersembahkan
itu untukmu,
perbaiki kecewamu dan berjalan bersamamu,
tapi nyatanya, semua tak semudah itu,
hanya sesal yang selalu kubawa,
karena yang ku damba,
harus rela ku biarkan lepas,
meski hati kian habis terampas
Sudahlah,
cukup,
silakan simpan sisa-sisa rasa yang mungkin masih ada,
lagi pula maumu kan berbalik arah,
aku takkan memaksa,
apalagi memintamu untuk mengulang apa yang telah hilang,
aku bisa
Memang tak mungkin untuk terulang lagi, aku sadar itu.
Tapi kau juga harus mengerti,
bahwa, aku yang tertatih oleh penyesalan ini,
aku yang terseret kebodohanku sendiri
dan aku yang selalu inginkan masa itu kembali,
Saat dimana aku mampu memandangimu sepuas hati,
walau saat ini,
semua hanyalah sebatas halusinasi
Entah halusinasi atau delusi,
aku telah menguburnya pada sudut memori terdalamku,
mengunci rapat semua itu,
agar kelak jika aku melihatmu lagi,
dapat dengan lega aku
tersenyum kembali,
untuk merelakan segala harapan hati
Maaf atas ukiran yang menyayat ini,
membuat kecewamu teramat dalam didasar hati,
bukan maksud ku untuk mengungkit rasa,
memutar kilas masa lalu yang masih begitu terasa,
Aku hanya ingin semua jelas adanya,
memastikan bahwa kau pun baik baik saja,
agar kumampu memaafkan diri dengan
sisa rasa penyesalan yang ada
Kini titik didepan kedua bola mata kita begitu nyata,
kita adalah bintang yang tak sadar berada di bawah angkasa yang sama,
dalam satu garis waktu bernama kisah yang tamat.
🍍🍍🍍🍍🍍
Bandung, 23 november 2018
2:57 PM
kolaborasi;
cayur & nanas biru
/left : cayur
/right : nanasbiru
#CeritaBertikaikata
#request
KAMU SEDANG MEMBACA
Bertikai Kata
Puisi[Ketika dua sudut pandang telah bercerita] Bertikai soal apa saja. Sebuah kolaborasi spontan yang dimulai 10 November 2018 oleh Cayur & nanasbiru Puisi dengan tagar #CeritaBertikaiKata dan #Request adalah ceritamu yang kami hidupkan kembali
