Part 7

73 31 1
                                        

Liburan pun telah berlalu, tak terasa Alya sudah naik ke kelas XI dan jangan lupa ia akan segerabertemu dengan temen-temen baru. Alya sih santai-santai saja karena memang dia termasuk orang yang pandai dalam bergaul. Kelasnya pun berada di XI IPA 3 dan disamping kelas itu, sudah terpampang nama-nama murid yang akan menjadi teman satu kelas Alya. Ia pun segera melihatnya, dan menacari teman yang dulu sekelas dengannya sewaktu kelas X. Saat sedang sibuk mencari tiba-tiba Alya melihat nama

14. Farrel Dirgantara

Ini Alya tidak salah liat kan teman-teman? Alya benar-benar kaget dan berharap ada orang yang membangunkan Alya dari mimpi ini. Tapi sayangnya, ini bukan mimpi melainkan kenyataan. Benar-benar ajaib itu yang ada dipikiran Alya saat ini. Ia sangat tidak menduga dan tidak berharap juga akan sekelas dengan Farrel. Entah ini keberuntungan atau malah menjadi bencana bagi Alya.

‘Teng! Teng!’ Bunyi bel sekolah tanda jam pelajaran akan dimulai.

Untung saja, disini Alya tidak sendiri ada Rena teman kelas X satu satunya yang sekelas dengannya.

“Assalamualaikum anak-anak perkenalkan nama ibu Cahya Sulistyowati kalian bisa panggil ibu Bu Cahya. Disini ibu mengajar pelajaran Biologi dan merangkap menjadi wali kelas di kelas XI IPA 3 ini.”

“Salam kenal Bu”. Jawab murid-murid serempak.

Sialnya, hari ini kegiatan belajar mengajar langsung dimulai. Padahal baru hari pertama masuk sekolah. Harapan anak-anak siswa SMA Pelita Harapan untuk pulang cepat pun sirna sudah. Diantara mereka ada yang semangat ada juga yang tidak. Kalau Alya, awalnya dia semangat tapi karena tau dia sekelas dengan Farrel dia jadi sedikit khawatir.

‘Teng!Teng!’ Bel istirahat pertama pun berbunyi.

Alya dan Rena segera keluar dari kelas itu dan langsung menemui teman-temannya yang lain. Dan pastinya Alya akan menceritakan tentang keberuntungan sekaligus bencana yang ia dapat hari ini.

“SERIUS LU AL?”  Tanya Wanda dengan suara yang sangat nyaring sehingga mengundang lirikan dari muri-murid yang lain.

“Aduh bisa gak kagak usah teriak gitu ngomongnya? Iya gua sekelas duh gua gak bisa bayangin deh kedepanya bakal gimana” Ucap Alya yang terdengar sedikit khawatir.

“Takdir banget gak sih dari sekian banyaknya anak IPA kok bisa gitu kalian sekelas.” Sambung Sarah yang terlihat sama tidak percayanya.

“Sekarang mah kita liat aja nanti kisahnya seorang Alya bakal seperti apa” Ucap Rena yang penasaran akan kelanjutan kisah Alya Salsabila.
Dan pikiran Alya semakin dipenuhi tentang Farrel. Otaknya sedang menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Lelah Alya kawan.

...

Brukk”
Alya menghempaskan tubuhnya di atas kasur berwarna ungu kesukaannya. Ia pusing sendiri karena sedari tadi ia sibuk memikirkan beribu cara agar terlihat biasa saja di depan Farrel. Dan dia juga memikirkan cara bagaimana dia bisa melanjutkan langkah untuk mendekati Farrel. Karena sejujurnya ia tak sanggup bila berhadapan dengan Farrel secara langsung. Dia pun bangkit dari kasur dan berjalan menuju cermin.

“Alya sekarang kamu sekelas sama cowok yang kamu suka, kamu harus berani jangan takut jangan deg degan jangan gemeteran depan Farrel. Jadi diri kamu sendiri yang penting tampil apa adanya jangan berusaha buat jadi orang lain. FIGHTING ALYA!!!”. Ucap Alya memberi wejangan pada dirinya sendiri berharap hari-harinya di kelas XI IPA 3 berjalan sesuai yang dia harapkan.

***
Gimana capek gak? Ayo bentar lg ending wkwkwkwk

Why Him ? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang