Sajak hanyalah sajak.
Bukan cinta yang bisa di program kapan harus beranjak.
Sajak hanyalah sajak.
Bukan alat penebar kebencian apalagi alat untuk mengutarakan cinta
Sajak tetaplah sajak.
Bukan propaganda yang bisa menggerakkan hati para penunggak pajak.
Namun. .
Sajak bukan sekedar kata aku suka kamu, aku cinta kamu, atau aku tidak bisa hidup tanpamu. Heh,
Sajak buatku tak lebih dari kata pergilah!,
karena hampir di setiap sajak yang kutulis berisi umpatan kebencian akan datangnya cinta yang tak diundang. Atau tentang para penggoda yang tak henti memberi janji manis tak bertepi.
Melalui sajak, kau hanya bisa menilai, bukan menghakimi.
Melalui sajak, kau hanya bisa mengajak, bukan memaksa
Ayolah, sajak bukan tempat kau menyindir pasangan yang suka berselingkuh, atau tempat kau menumpahkan segala kegalauan yang melanda.
Sajak hanyalah sajak.
Buatku sajak adalah ruang imajinasi yang tak dapat kutemui di dunia nyata.
***
Lubuklinggau, 30 November 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Irregular Diction
PoetryKetika Diksi tak lagi dianggap berati, Aturan tak lagi dijadikan patokan, di situlah "Irregular Diction" hadir!
