Penjual bendera

26 2 0
                                        

Sajak ini terinspirasi dari seorang anak penjual bendera yang dalam beberapa minggu ini selalu kulihat di SPBU tempatku bekerja.

***

Langkah gontai penjual bendera.
Seketika kokoh sebab sesuap nasi memanggil.
Jangan tanya seberapa kumuh, apalagi seberapa lelah!
Hitam legam mahkota menjadi kuning, putih bersih tubuh mungil menjadi hitam dekil.
Senyum mengembang meski nestapa menendang, serak suara beradu panas yang kian mengganas.

"Benderanya om, cuman 2 ribuan"

Duhay! Malangnya nasib tak lagi di fikir, kerasnya hidup tak lagi di hirau. Ketika jutaan anak di luar sana bersekolah, ketika jutaan anak di luar sana asik merengek meminta mainan, ketika jutaan anak lainnya berbahagia, ia tidak! Aku tahu ia tidak bahagia, meski senyum tak pernah singgah dari bibirnya.

-Tetap semangat dik 😊

Gunungsugih, 1 oktober 2018
@galang_eka

Irregular DictionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang