Hampir tengah malam di kota yang "katanya" berpendidikan. Tubuh kurus kuhempaskan ke kursi rotan di pojok kamar. Bising kipas angin merengek, angin antifisial garang mengusir pengap.
Penghuni malam bersenandung bersahutan, menyuarakan kerinduan akan datangnya musim penghujan, sama halnya denganku, yang rindu pelukan hangat wanita pujaan.
***
Metro, 19 Agustus 2018
@galang_eka
KAMU SEDANG MEMBACA
Irregular Diction
PoetryKetika Diksi tak lagi dianggap berati, Aturan tak lagi dijadikan patokan, di situlah "Irregular Diction" hadir!
