"Maafkan saya, saya tidak bisa Nona" Ucap Mark simple. Angel yang mendengar hal tersebut kaget.
Bukannya apa-apa, tapi apa ini? Ia ditolak?!
"Maaf tapi saya sudah punya calon istri sendiri" Ucap Mark kepada Angel membuat gadis tersebut memegang kepalanya frustasi.
"Oh sorry. Lupakan saja soal tadi" Ujar Angel. Gadis tersebut beralih duduk dikursi sambil memegang kepalanya.
Bodoh. Bodoh. Bodoh. Sekiranya itulah rutukan yang berada dikepala Angel saat ini.
Mark yang melihat hal tersebut beralih ikut duduk dihadapan bossnya tersebut dan menatapnya bingung.
"Memangnya ada masalah apa sehingga nona meminta untuk menikah dengan ku?" Tanya Mark. Angel beralih membuka matanya menatap pria tersebut. Ia beralih menghela napas.
"Tidak ada. Lupakan saja!" Ujar Angel. Ia beralih minum air yang berada tak jauh dari tempatnya.
"Saya dijodohkan" Ucap Mark tiba-tiba membuat Angel tersedak.
"Maaf. Apa nona baik-baik saja?" Tanya Mark berusaha menolong Angel akan tetapi ditolak.
"Tidak apa-apa. Tetapi mengapa kau menerima perjodohan tersebut?" Tanya Angel membuat Mark menatapnya. Pria tersebut tersenyum sekilas.
"Saya hanya ingin mengabulkan permintaan orangtua saya. Saya hanya ingin menjadi berguna walau sesaat" Ucap Mark tersenyum membuat Angel terdiam terpaku.
Angel menghela napasnya. Ia menatap Mark sekilas.
"Sorry. Jadi sebenarnya bokap gue juga mau ngejodohin gue. Dan katanya kalau dalam sebulan belum dapat juga maka mau gak mau harus menikah dengan orang yang bahkan gue gak tahu. Makanya rencananya tadi mau ngajak lo tapi dengan perjanjian. Setelah setahun kita pisah" Ucap Angel panjang lebar membuat Mark terdiam.
Pria tersebut menghela napas. Ia merasa tak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.
"Maafkan saya Nona saya——"
"Ok. Lupakan saja soal tadi! Aku hanya bingung bagaimana untuk membatalkan perjodohan ini" Ujar Angel sambil memangku kepalanya dengan tangannya.
"Maaf saya bertanya lebih. Tetapi mengapa nona tidak mensetujui pernikahan ini?" Pertanyaan Mark seketika membuat gadis cantik tersebut terdiam sesaat.
"Aku hanya belum siap untuk menikah" Ucap Angel. Gadis tersebut menghela napas lelah.
Mark yang mendengarkan hal tersebut hanya diam mengangguk. Ia beralih menatap jam tangannya.
"Maaf Nona, sepertinya kita harus pergi. Lima belas menit lagi Nona akan rapat" Ucap Mark membuat Angel menepuk kepalanya. Karena hal seperti ini ia selalu lupa untuk pekerjaannya.
"Baiklah, ayok berangkat"
✨✨✨
Virendra Mark Gabriel. Pria tampan dengan postur tubuh yang pas bak model. Saat ini pria tersebut sedang mengendarai mobilnya berangkat kekantor untuk jadwal rapat bosnya Angel.
Awalnya Mark sedikit kaget perihal Angel yang menghampirinya tiba-tiba dan meminta menikah dengannya. Akan tetapi pikiran Mark berkata lain. Ia beralih menolak ajakan bosnya. Terlebih lagi setelah mengetahui bahwa bosnya hanya melakukan pernikahan dengan syarat.
Bagi Mark pernikahan adalah hal yang sakral. Sekali seumur hidup. Ia berusaha mencari yang terbaik untuk masa depannya. Mengingat umurnya, Mark sendiri juga mengalami hal sama seperti Angel yaitu perjodohan.
Yah, awalnya Mark ingin mencari pasangannya sendiri akan tetapi mengingat keadaan sang ayahnya yang semakin memburuk dan keadaan pula lah yang mendesaknya. Akhirnya pria tersebut mensetujui permintaan sang ayah.
Mark menoleh sekilas kearah Angel. Ia menghela napasnya. Albertine Angel Oktavian. Gadis cantik berwajah baby face. Menurut Mark tidaklah sulit bagi bosnya untuk mendapatkan seseorang. Mungkin saja bosnya bisa mendapatkan apa saja yang ia inginkan mengingat semua yang gadis itu punya.
Akan tetapi siapa sangka? Albertine Angel Oktavian. Gadis cantik pemilik perusahaan yang besar, semua orang takut akan dirinya. Ketegasan yang ia punya dan dirinya yang pandai mengendalikan orang membuat siapapun yang mendengar nama gadis tersebut akan merasa segan.
Mungkin itulah yang bilang pepatah 'Jangan lihat buku dari sampulnya' membuat seluruh ekspetasi Mark akan gadis disampingnya ini menghilang seketika.
Albertine Angel Oktavian. Gadis manja, pengambek, dan rewel ini membuat seluruh imagenya sebagai The Queen of beauty menghilang seketika tergantikan oleh sisi imutnya yang kekanak-kanakan. Salahkan juga bahwa Angel yang memiliki wajah baby face. Membuat ia yang berusia dua puluh delapan tahun terlihat layaknya gadis remaja berusia delapan belas tahun.
Mark beralih turun. Ia membukakan pintu mobil untuk Angel. Sambil membawa berkas yang akan diperlukan bosnya saat rapat nantinya.
Akan tetapi semuanya berhenti. Angel yang baru saja memasuki kantornya terdiam. Gadis tersebut membeku tak bergerak sedikitpun membuat Mark bingung. Gadis tersebut terpaku akan apa yang ia lihat saat ini.
Mark yang berada disampingnya ikut melihat apa yang dilihat oleh bosnya tersebut.
Siapa dia?
Pria yang kini berada dihadapan mereka tersenyum sinis. Ia menatap Angel dengan remeh.
Angel yang melihat hal tersebut seketika membuat tubuhnya bergetar. Mark yang melihat hal tersebut memandang Angel bingung.
"Lama tak berjumpa ya. Albertine ~~~~"
Holaaaaholaaahooop
Author gaje back lage neh: v
Jangan lupa Vomment yaw: 3
KAMU SEDANG MEMBACA
MY POSSESSIVE BOSS (END)
Fiksi Penggemar"Jatuh cinta pada seorang bodyguard??? What the hell???!!!! Tidak akan!" Albertine Angel Oktavian gadis cantik bak malaikat yang selalu menjadi pujaan para kaum adam kini telah terjatuh pada ucapannya sendiri. Ia mencintai nya! Don't Judge a book by...
