Angel kini tengah menatap dirinya dicermin. Wajah cantiknya yang kini telah terpoles Makeup ditambah dengan gaun cantiknya berwarna pink menambah kesan cantik pada gadis tersebut.
Angel menatap sendu dirinya. Ingatan akan Mark seolah tak menerima dirinya untuk dijodohkan dengan oranglain. Jodoh? Tentu saja. Orangtuanya yang keras kepala itu tetap menjodohkannya sesuai dengan perjanjian.
"Kau harus bahagia~"
Seketika ingatan akan malam itu teringat kembali. Dimana malam itu menjadi malam kelam bagi Angel. Dan dimana Angel senang, sakit, kecewa sekaligus bersamaan.
Lucifer! Ya. Gadis tersebut kini juga teringat akan Lucifer yang beberapa hari yang lalu melamarnya akan tetapi Angel tolak.
Angel menatap bibirnya. Ia menyentuh bibirnya yang telah teroles liptint. Mark. Pria tersebut yang menjadi ciuman pertamanya. Lagi. Lagi. Dan lagi. Airmata sialan ini kembali mengalir. Mengapa harus seperti ini? Mengapa ia harus merasakan sakit yang sama lagi?.
Tok......Tok.......Tok......
Dengan segera Angel menghapus airmatanya. Sang ibu Angel beralih masuk dan tersenyum mengusap kepala Angel.
"Kita harus berangkat. Semua orang telah menunggu mu sayang" Ujar sang ibu lembut dan dianggukan oleh Angel.
Ia teringat akan dimana Mark mengatakan bahwa ia harus baik kepada orangtuanya. Dan itulah yang menjadi alasan Angel mensetujui permintaan sang orangtua.
✨✨✨
Disinilah Angel. Gadis cantik bergaun pink duduk dengan elegan dan tidak lupa ditemani oleh kedua orangtua Angel.
Kedua orangtuanya saat ini tengah sibuk mengobrol dengan orang yang mungkin akan menjadi mertua Angel nantinya.
Seperti yang Ayahnya katakan sebelumnya kepada Angel. Pernikahan ini sangatlah penting. Sang ayah ingin menolong temannya untuk perusahaan yang akan bangkrut. Dengan cara menikahkan Angel dengan putra dari temannya tersebut.
Angel hanya pasrah mengetahui bahwa pernikahan ini adalah jalannya untuk bisnis. Gadis tersebut beralih tersenyum saat ia melihat wanita yang sebaya dengan ibunya tersenyum menyapanya.
"Anakmu benar-benar cantik. Sama seperti namanya Angel. Dia benar-benar seperti malaikat"Tutur wanita tersebut. Angel hanya terdiam dan membalasnya dengan senyuman.
Sang ibu beralih mengusap rambut Angel dengan lembut. Ia tersenyum kepada Angel dengan lembut.
"Tentu saja. Ibunya kan juga cantik" Gurau Ibu Angel yang membuat orang yang mendengarnya tertawa.
"Oh ya, By the way. Dimana anakmu yang gagah itu?" Tanya sang ibunya memembuat tawa tersebut teralihkan.
"Oh, anak itu benar-benar sibuk! Semenjak akhir-akhir ini ia selalu sibuk akan pekerjaannya yang terlalau padat" Ucap wanita tersebut dan tersenyum. Wanita tersebut beralih mengusap wajah Angel lembut.
"Tunggu sebentar ya sayang, calon suami mu itu sebentar lagi akan datang" Ujar Wanita tersebut dan dibalas senyum oleh Angel.
Angel beralih meneguk air putih yang berada dihadapannya. Ia paling tak suka yang namanya menunggu. Terlebih lagi saat wanita tersebut mengatakan calon suami membuat Angel bergedik ngeri.
Angel gadis cantik yang selalu mempermainkan para pria itu kini ketakutan. Ia cemas tak menentu. Hatinya gelisah tak beralasan.
"Maaf, saya datang terlambat" Ujar salah seorang yang baru saja datang diantara mereka.
Tubuh Angel seketika menegang ketika mendengar suara tersebut. Ia beralih menegakkan kepalanya melihat sang pemilik suara.
Mark!
Angel terkejut bukan main. Pria yang kini berada dihadapannya adalah Mark. Pria yang nantinya akan menjadi calon suaminya. Pria yang selama ini di jodohkan dengan dirinya.
Pria yang berada dihadapannya juga ikut terkejut. Akan tetapi semua itu teralihkan dan pria yang berada dihadapannya ini tersenyum dengan lembut.
Seketika tanpa diminta lagi, lagi, dan lagi. Airmata ini kembali mengalir.
✨✨✨
Angel saat ini tengah menangis. Gadis tersebut memukul pelan bahu pria yang berada dihadapannya.
Jahat! Jahat! Jahat!
Semua orang menyembunyikan hal ini kepadanya. Ayah dan Ibunya membuat Angel kesal sekaligus senang.
Kesal karena ia selama ini dibohongi. Dan senang karena pria yang berada dihadapannya ini baik-baik saja.
Mark hanya tersenyum. Ia beralih memeluk gadis tersebut dan mengusap lembut rambutnya. Menenangkan gadis tersebut. Membiarkan Angel menumpahkan seluruh perasaannya kepada Mark.
Ayah sialan!
Yah. Dalang dari semua ini adalah ayahnya. Pria yang membuat Angel menggila karena merasa kehilangan dan pria nekat yang melakukan hal-hal gila demi ini semua. Pria yang tak lain adalah Ayah yang ia cintai selama ini.
Ayahnya telah menyusun rencana serapi mungkin membuat Angel sama sekali tak menyadari hal ini dikarenakan kesedihannya yang mendalam. Pria yang membuat Angel menangis sekaligus tersenyum.
Mark beralih melepaskan pelukan tersebut. Ia mengusap lembut wajah Angel dan menghapus airmata Angel. Pria tersebut tersenyum lembut ketika ia bisa lagi bertemu dengan kekasihnya.
Angel menatap sendu Mark. Ia beralih menarik Mark dan memeluk pria tampan tersebut dan menenggelamkan kepalanya didada bidang Mark.
Tidak lagi. Ia tak mau lagi merasakan yang namanya sakit. Sudah cukup baginya. Perbuatan Ayahnya membuat ia tersadar akan semuanya.
Angel beralih mendongak menatap Mark. Ia membulatkan bibir cemberut melihat hal tersebut.
"Kau jahat! Kau berjanji padaku malam itu tetapi kau——"
Ocehan Angel seketika terhenti saat bibir lembut Mark yang tiba-tiba datang menghampirinya. Angel yang melihat kelakuan Mark hanya tersenyum.
Gadis tersebut beralih membalas ciuman Mark dan mengalungkan kedua tangannya dileher pria tersebut. Ciuman lembut yang selama ini ia rindukan.
Malam ini. Bulan yang menjadi saksi bisu akan kedua insan yang terluka kembali dipertemukan. Oleh garis takdir yang membuat mereka sadar akan kehidupan sesungguhnya. Cinta.
END
Haihalooo readers semuaaaa
Akhirnya nih cerita Author gaje bisa tamat juga:))) ini beneran tamat loh, Author serius!
Gimana nih? Yang minta Happy Ending udah Author kabulin loh~
Oleh karena itu jangan lupa Vote dan komen sekaligus follow akun Author untuk bisa membaca cerita lainnya.
See you next time guys:))))
KAMU SEDANG MEMBACA
MY POSSESSIVE BOSS (END)
Fanfiction"Jatuh cinta pada seorang bodyguard??? What the hell???!!!! Tidak akan!" Albertine Angel Oktavian gadis cantik bak malaikat yang selalu menjadi pujaan para kaum adam kini telah terjatuh pada ucapannya sendiri. Ia mencintai nya! Don't Judge a book by...
