BAB 2

13 7 0
                                    

Bel berbunyi sebanyak dua kali, itu menandakan ini adalah waktunya untuk berisitirahat dari pelajaran sekolahnya. Sina dan Ella pergi ke kantin membeli makanan dan minuman yang akan di beli pada hari ini. Sina membeli roti bakar campur selai nanas dan Ella membeli kebab. Untuk minumannya, mereka berdua memilih untuk membeli menu yang sama, yaitu air mineral. Setelah merasa cukup apa yang mereka beli, mereka pergi ke taman sekolah untuk menikmati hidangan yang mereka beli tadi. Sina juga membawa novel yang akan di bacanya sebagai sandingan untuk memakan roti bakar. Ella memperhatikan beberapa anak lelaki yang bermain basket di lapangan sekolahnya.
Sina menikmati roti bakarnya dan Ella menikmati kebab yang mereka beli. Mereka menikmati hidangan dengan kegiatan masing-masing, Sina membaca novel dan Ella menikmati kebabnya dengan memandangi anak lelaki bermain basket.
“sin lihat deh noh dia yang jangkung jago main basketnya, ganteng lagi”, ucap Ella membuka pembicaraan.
Sina tetap membaca novelnya sambil mengunyah roti bakar yang telah digigit.
“eh Sina”, teriak Ella sambil mencubit paha Sina.
“aduh.. apa sih el? Kan sakit tau dicubit”, menoleh Sina sambil mengelus pahanya yang kesakitan.
“itu lihat deh dia jago main basketnya, ganteng lagi”, sambil menunjuk laki-laki tersebut.
Bel istirahat berbunyi menandakan harus masuk ke kelas masing-masing dan mengikuti kegitan belajar mengajar lagi.
“udah ayo ah udah bel masuk nih, saatnya masuk ke kelas”, tukas Sina menghiraukan.
“iiihhh di kacangin”, ucap Ella sambil cemberut dan mengikuti Sina dari belakang menuju kelasnya.
Dalam perjalanan ke kelasnya terdapat perkelahian antara dua orang lelaki yang entah berkelahi karena apa. Sina begitu acuh akan perkelahian tersebut, karena memang Sina tidak suka keramaian. Ella menarik tangan Sina.
“eh ntar dulu sin lihat yang berantem itu siapa”
“udah lu aja gua mau ke kamar mandi dan gaada untungnya nontonin orang berantem El”, tukas Sina sambil bertolak menuju kamar mandi.
“eh tunggu dulu, gua ikut lu aja”, berjalan Ella berpaling dari perkelahian itu.
Sina dan Ella menuju kelasnya untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, yaitu mata pelajaran Bahasa Inggris. Sina mendengarkan dan menyimak Mr. Lana menjelaskan tentang beberapa materi yang diajarkan Mr. Lana.
Sina anak yang belum mampu dalam pelajaran bahasa Inggris, namun Sina mempunyai tekad yang kuat agar ia bisa menguasai pelajaran ini. Sina sering bertanya kepada Mr. Lana jika ia belum mengerti, dan Mr. Lana pun dengan senang hati menjawab. Dia sangat menyukai siswa atau siswi yang aktif bertanya jika ia belum mengerti.
“bagaimana Sina? Sudah dapat dimengerti?”, tanya Mr. Lana ke Sina.
“iya sudah Mister, terima kasih”
Bel pergantian pelajaran pelajaran berbunyi. Mr. Lana mengakhiri pelajaran hari dan meninggalkan pelajaran pada hari ini dengan mengucapkan salam yang langsung di balas semua murid kelas.
Mata pelajaran selanjutnya yaitu Seni Budaya. Gurunya tidak masuk, dikarenakan sedang mengandung dan sebentar lagi akan melahirkan.
Di jam pelajaran yang kososng ini, Sina menghabiskan waktu dengan melanjutkan baca novelnya. Entah kenapa Sina lebih memilih membaca novel, dibandingkan dengan murid-murid lain yang tidur, bercanda dengan teman, atau mungkin ke kantin.
Terlarut dalam pembacaan novelnya Sina tertidur di meja belajar kelasnya. Sina dibangunkan Khadijah karena sudah hampir memasuki waktu untuk sholat.
“sin bangun udah mau istirahat, sholat”, Khadijah dengan menepuk-nepuk pelan lengan Sina.
“eeehh eeh iya iya, emang udah istirahat ya?”, Sina mengucek mata nya dengan wajah ngantuk.
“belum sih, Cuma kan udah mau istirahat lu harus siap-siap”
“oh iyaiya, makasih ya jah udah bangunin”, Sina membereskan apa yang ada di mejanya dan meletakkan novel yang di bacanya ke dalam tas.
“iya santai aja, kita kan temen”
Bel istirahat berbunyi, Sina, Khadijah, Kultsum dan Ella menuju masjid sekolah bersama-sama.
“eh gua ke kamar mandi dulu ya, sakit perut nih”, ucap Sina kepada teman-temannya.
“mau ditemenin ga?”, Ella menawarkan.
“engga udah gue sendiri aja”
“yaudah hati-hati ya, langsung ke masjid kalo udah selesai urusannya”, ucap Khadijah.
“iya, ehiya gue nitip mukena gua dong”, balas Sina dengan menyodorkan mukenanya , dan di terima oleh Khadijah.
Sina sudah menyelesaikan urusannya di kamar mandi lalu segera menuju ke masjid menyusul teman-temannya untuk segera menunaikan sholat Dzuhur berjama’ah.
Setelah menunaikan sholat Dzuhur berjama’ah,  Sina menuju kelasnya karena ia merasa perutnya masih kenyang dan tidak ada lagi yang mesti dilakukannya. Sina hanya menitip roti kepada  Ella, dan akhirnya dibelikan oleh Ella. Sina minta dibelikan roti hanya untuk teman membaca di kelas.
Sina membaca hingga bel masuk berbunyi. Sina anak yang gemar membaca daripada teman-temannya yang lain. Karena ia suka membaca, pasti dan hampir setiap kali membaca harus ada yang makanan atau cemilan yang menemaninya membaca. Karena kalau membaca itu jendela dunia, kita perlu bahan bakar untuk menjelajahi dunia itu.
Pulang sekolah pada hari ini Sina langsung menuju rumahnya setelah mengantar Ella ke rumahnya, karena memang sudah menjadi kebiasaan ia mengantar Ella ke rumahnya. Kali ini ia tidak mampir karena ada tugas dari Ibu Sumarni pada pelajaran Bahasa Arab. Sina pulang dengan muka bahagia tanpa raut kekesalan yang membuat nya tersenyum ketika sampai rumah hingga bertemu dengan ibu nya.
“ehhh anak mama udah pulang”, ucap Ibu Sephia sambil tersenyum.
“iya dong, Alhamdulillah”, balas Sina sambil mencium tangan ibunya.
“makan sanah, mama udah masak sayur bayam kesukaan kamu noh. Mau mama ambilin apa ambil sendiri?”
“iya ma, nanti aku ambil sendiri aja sambil kerjain pr”, ucap Sina lalu meninggalkan mama nya dan mengacungkan jari jempol.
“oke, semangat kerjain pr nya”, balas Ibu Sephia dengan mengepalkan tangan ke depan menandakan bahwa Sina harus semangat mengerjakan pr nya.
Sina menuju ke kamar nya menaruh tas pada tempatnya, lalu merebahkan diri nya ke kasur dan menatap langit dinding rumahnya. Sina mencari ponselnya untuk merefresh pikirannya dari padatnya tugas mata pelajaran. Tapi itu tak membuatnya mengeluh, karena disitulah kewajiban seorang pelajar yang ingin mewujudkan masa depan yang sukses dan terencana.
Sina membuka akun Instagramnya melihat postingan terbaru dari teman, kerabat dan akun yang diikutinya. Sebenarnya Sina lebih sering menggunakan WhatsApp nya ketimbang akun-akun media sosial lainnya. Pada akhirnya Sina membuka WhatsApp nya menuju ke grup yang anggotanya berisikan Sina, Khadijah, Ella dan Kultsum. Ia memberitahu kepada teman dekatnya itu untuk mengingatkan untuk segera mengerjakan tugas bahasa Arab yang diberikan Ibu Sumarni.
Setelah mengingatkan teman-temannya, Sina mengerjakan sendiri tugas bahasa Arabnya itu tanpa bertanya ke teman dan ke siapapun. Memang di mata pelajaran ini Sina sangat menguasainya dan terbilang mudah oleh seorang Sina. Sebelum mengerjakan, Sina mengambil makan terlebih dahulu di meja makan yang telah disediakan oleh ibu nya. Ternyata Sina lebih memilih untuk makan terlebih dahulu karena menurutnya selain memberikan asupan, makan terlebih dahulu membuat pikiran lebih terbuka.
Setelah makan Sina meletakkan piring ke wastafel dapur dan segera menyelesaikan tugas nya dengan baik. Pekerjaan rumah sudah selesai Sina membuka laptop untuk menonton film yang di koleksinya sampai tertidur di meja belajar.

Only YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang