9. Kairos

1.9K 253 25
                                        

Author Code

J-04

Prompt Number

J-01

Main Pairing

Jeno X Renjun (NoRen)

Side Pair(s)

-

Genre

Drama, Romance

Warning

-

Summary

Jeno selalu merindukannya di setiap hela napas, begitu juga Renjun yang selalu membawa namanya disetiap lingkar doa

-------

November, 1941

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

November, 1941.

Angin musim dingin berhembus pelan, membawa butiran salju yang membuat sesosok pemuda dengan perut membuncit mempercepat langkah.

Jalanan lengang, tidak ada jejak manusia lain yang bisa ia rasakan, bibirnya mengulas senyum kecil saat pintu rumahnya sudah terlihat, ia membuka daun pintu dan menguncinya kembali.

Mantel digantung rapi, kakinya yang berbalut sendal rumah melangkah ke dapur, membuka kantong belanja yang baru saja ia beli. Tangannya dengan cekatan memotong sayuran, sesekali bersenandung pelan, menyanyikan lagu apa saja yang terlintas dalam benaknya.

Namanya Huang Renjun, pemuda berusia dua puluh lima tahun, seorang istri dan calon ibu dari anak yang sedang ia kandung.

Suaminya adalah Lee Jeno, seorang sersan dua yang kini ditugaskan sebagai salah satu anggota wehrmacht di bawah pimpinan Hitler untuk menginvasi Uni Soviet dalam Operasi Barbarossa.

Perang yang masih berlangsung sengit antara blok poros dan blok sekutu membuatnya harus merelakan lelaki kesayangannya pergi dari rumah, meninggalkannya yang tengah hamil besar sendirian.

Jepang yang bersekutu dengan Jerman dalam perang dunia dua membuat posisi mereka menjadi sulit, sekalipun tidak mengantongi kartu identitas Jepang, mereka tetap dipaksa 'berkorban' untuk negara yang mereka tinggali.

Kondisi di sinipun masih belum kondusif, sesekali ia bisa mendengar bunyi tembakan di larut malam-tak jarang, suara teriakan disusul beberapa langkah bersahutan di sekitar rumah.

Rasa cemas dan khawatir selalu menelusup di malam-malam panjang tanpa Jeno, berita di televisi membuatnya semakin berpikiran negatif. Tapi, ia tahu, Jeno-nya pasti akan menjaga diri di sana. Bukannya lelaki itu sudah berjanji akan pulang di hari kelahiran anak mereka?

The 23rdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang