4 month later
"Hari ini ada jadwal meeting bersama YL media pak. Saya sudah menyiapkan berkas - berkas nya. Meeting di laksanakan di cloud cafe 10 menit lagi."
Hyunjin menghela nafasnya. Tangannya terulur untuk meraih ponselnya berniat mengabari felix karena ia akan makan siang bersama rekan nya hari ini.
"Bisa kita berangkat sekarang pak?" sela heejin saat melihat hyunjin mengutak utik ponselnya.
"Ya."
Heejin meraih pergelangan tangan hyunjin yang hampir membuka pintu ruangan nya.
Tidak sopan batin hyunjin yang terdiam melirik pergelangan tangan nya.
"Maaf." heejin berjalan mendekat dan sedikit merapikan dasi hyunjin lalu kembali menjauh.
"Pakaian anda sedikit berantakan pak."
Tanpa mengatakan apapun hyunjin berlalu pergi, meninggalkan heejin yang tersenyum kecil di belakang.
•°•
"Selamat siang."
Seorang wanita cantik menoleh ke arah heejin.
"Selamat siang. Kalian pasti tuan hwang hyunjin dan sekertarisnya jeon heejin. Benar?" ucap wanita cantik itu sambil tersenyum ramah.
"Perkenalkan saya song yuqi, dan ini perwakilan dari YL media tuan wong yukhei. "
Pria bersurai brunette itu menoleh dan menunjukkan smirknya saat melihat wajah terkejut hyunjin.
"Lucas."
"Kekeke ketemu lagi kan." kekeh seorang pria yang dipanggil lucas tadi.
Hyunjin ingin sekali berbalik dan meninggalkan tempat itu jika tidak mengingat bahwa meeting kali ini penting.
"Bisa kalian pergi sebentar?" pinta lucas pada heejin dan yuqi.
Begitu kedua wanita itu pergi, lucas menatap hyunjin dengan smirk tipis nya.
"Gue denger lo mutusin buat nikah abis lulus SMA. Nikah sama sahabat lama lo dan nutupin fakta kalo orang yang lo 'cinta' itu hamil anak orang lain?"
lucas sengaja menekankan kata cinta guna meledek hyunjin yang bungkam dengan wajah datarnya.
"Gue kesini bukan buat ribut sama lo." jawab hyunjin.
"Bukannya lo punya keinginan buat lanjutin kuliah biar bisa wujudin mimpi lo jadi dokter?"
"Jin, ntar lo ngambil jurusan apa kalo udah kuliah?" tanya lucas saat keduanya berjalan pulang setelah mendaftar di sma , bersama.
Hyunjin menerawang sejenak,
" Gue mau ngambil jurusan pendidikan dokter lah."
"Kenapa?"
"Cita - cita gue mau jadi dokter. Biar bisa ngerawat nyokap, bokap, sama keluarga gue kelak."
Tapi sayang, takdir berkata lain. Lucas tidak lolos pada seleksi memasuki sma hyunjin. Membuat kedua nya berpisah.
Hyunjin yang sibuk dengan aktifitasnya, mulai jarang bertemu dengan lucas. Bahkan perlahan keduanya mulai berjarak. Dan lucas berfikir hyunjin mulai menjauhinya dan melupakannya.
Hyunjin menghela nafas lirih. Netranya masih tak lepas dari cangkir americano di hadapan nya.
"Payah. Lo terjebak sama masalah orang lain. Dan nggak akan pernah bisa ngehindar lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
[ 2/2 ] le regret | HyunLix
Teen Fictionin every relationship, there must be a point of boredom. right?
![[ 2/2 ] le regret | HyunLix](https://img.wattpad.com/cover/172981632-64-k316422.jpg)