Hehehehehehehehe mon maap, baru update :v
"Keluarga pasien?"
Jeongin dan Guanlin segera beranjak saat dokter keluar dari ruang ICU.
"Iya, saya sepupunya kak felix."
Dokter itu menatapnya sejenak dan berlalu,
"Mari ikut ke ruangan saya, ada yang perlu saya bicarakan."
Jeongin dan guanlin saling menatap bingung, hingga akhirnya jeongin beranjak mengekori sang dokter. Sementara guanlin memilih untuk menemani felix.
"Bagaimana keadaan kak felix, dok?"
Dokter itu menghela nafas dan mulai membuka suara.
"Sebelumnya saya ingin meminta maaf, saya tidak bisa menyelamatkan janin dalam kandungan felix. "
Hati jeongin mencelos mendengar ucapan dokter itu. Jantungnya beroperasi 2x lebih cepat, bahkan sangat cepat hingga dadanya sesak.
"Saya ingin meminta ijin untuk melakukan operasi pengangkatan janin itu dari rahim sang ibu, atau keduanya tak dapat di selamatkan. Saya butuh persetujuan dari pihak keluarga secepatnya untuk melakukan tindakan penyelamatan. "
Jeongin mengangguk mantap. "Lakukan yang terbaik untuk kakak saya dok. Berapapun biayanya saya akan membayarnya asal kakak saya bisa selamat."
"Kira - kira kak felix kemana? aku khawatir dia kenapa - kenapa "
Changbin menoleh, dan menemukan bahwa gadis di samping nya ini sedang menangis.
"Kita cari lagi abis ini, istirahat dulu oke?" ucap changbin menenangkan sambil mengusak surai lembut gadis dalam dekapan nya itu.
Chaewon benar - benar sudah lelah, arloji di pergelangan tangan nya sudah menunjukan pukul 4 sore. Tapi mereka belum juga menemukan sang kakak.
"Aku capek" gumam nya lirih.
Changbin jadi tak tega mendengarnya. Ia melepas rangkulan nya dan berjongkok di depan gadis itu.
"Ayo aku anter kamu pulang. Kamu istirahat aja di rumah, biar aku cari felix. "
Karena lelah, akhir nya chaewon menurut dan naik ke punggung changbin. Bahkan tanpa ragu ia menidurkan kepalanya di pundak kokoh itu.
Changbin hanya tersenyum menatap wajah damai chaewon yang benar - benar mirip dengan mantan kekasihnya.
Tepat saat changbin memasuki halaman rumah hyunjin, ada sebuah motor yang memasuki pekarangan rumah itu.
"Kak changbin!" seru jeongin begitu turun dari jok motor, dan berlari mendekati pria itu.
"Jeongin?"
Chaewon melenguh pelan dan membuka matanya.
"Loh kok ini kak felix?" tanya jeongin polos sambil menunjuk chaewon.
"Ini chaewon, adiknya felix" jelas changbin sambil menurunkan chaewon dari punggungnya.
"Lee chaewon."
Jeongin menyambut uluran tangan gadis itu dan balik memperkenalkan dirinya.
"Kak felix hiks " Chaewon tak bisa membendung air matanya ketika melihat sang kakak yang terkulai lemah diatas ranjang rumah sakit. Melihat tangan kurusnya yang ditusuk dengan jarum infus membuatnya bergidik ngilu.
"Aku nemuin kak felix di halte deket rumah ku. Dia bener - bener kacau, wajahnya pucat, bibirnya biru, juga badan nya yg mengigil. Apalagi semalem hujan deres dan anginnya cukup kenceng. " cerita jeongin sambil menatap felix pilu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[ 2/2 ] le regret | HyunLix
Teen Fictionin every relationship, there must be a point of boredom. right?
![[ 2/2 ] le regret | HyunLix](https://img.wattpad.com/cover/172981632-64-k316422.jpg)