das Letzte

3.4K 301 58
                                        

tuk tuk tuk

Suara bilah pisau yang beradu dengan telenan kayu terdengar nyaring dengan irama yang teratur. Aroma wangi rempah - rempah menguar memenuhi dapur lantai 1, rumah model eropa modern 2 lantai itu.

Siluet seorang pemuda cantik bersurai merah menyala sedang berkutat dengan pisau dapur di tangan nya.

Sesekali menolehkan kepalanya ke ujung ruang makan, dimana seorang lelaki tampan duduk termenung di kursi roda dengan tatapan kosong nya menatap jendela.

Tak terlewat senyum manis yang terpatri di bibir tipisnya, menambah cerah suasana pagi itu.

Mungkin sekitar 45 menit kemudian, felix selesai menyajikan sarapan untuk dirinya dan suami tercinta di atas meja makan.

"Jin? " panggilnya lembut.

Hyunjin menoleh dengan wajah tanpa ekspresi nya, dan hanya menatapnya dengan sarat Apa? yang terbaca lewat manik kelam nya.

Felix menghela nafas pelan, dan kembali menyungging kan senyumnya. "Ayo sarapan" ucapnya sambil mendorong kursi roda hyunjin menuju meja dapur. Juga membantunya untuk duduk di kursi makan.

Keduanya menyantap sarapan dalam keheningan.

Terhitung sudah 8 bulan pasca keluar dari rumah sakit mereka ada dalam keadaan seperti ini. Saling diam dan tak saling bercengkerama.

Sebenarnya felix ingin, tapi ia ragu.

"Jin ?" panggil felix pelan.

Hyunjin tak menyaut, tapi pergerakan nya terhenti. menandakan ia sedang menunggu kalimat selanjutnya yang akan di ucapkan istrinya.

" Aku dapet tawaran pemotretan di Jeju, "

"Pergi aja. Gak usah mikirin aku, aku bisa urus diri aku sendiri."  potong Hyunjin cepat dan kembali berkutat dengan sarapan nya.

Felix terdiam, sedikit kecewa atas jawaban Hyunjin.

"Jin, kita ini apa sih?"

" Kamu inang, dan aku parasitnya." jawab hyunjin singkat. Kembali menciptakan keheningan di antara keduanya.

"Maaf, aku juga bebanin kamu. Cari kebahagiaan kamu lix. Aku yakin changbin masih buka hati buat kamu.

Ucapan lirih Hyunjin mengundang Felix untuk bangkit dan berjalan mendekati suaminya yang di seberang meja. Ia mengangkat tangan nya ke atas dengan raut yang tak bisa di baca.

Bahkan Hyunjin sudah memejamkan matanya erat jikalau pukulan Felix mendarat di kepalanya.

Greb

Kedua mata Hyunjin terbuka ketika merasakan rengkuhan erat di bahunya.

Iya. Felix datang untuk memeluk Hyunjin erat.

"Bahagia ku sama kamu Jin. Aku nggak peduli kamu lumpuh atau buta sekalipun, kamu tetep suami aku. Aku udah janji akan selalu ada di samping kamu dalam keadaan susah maupun senang. Kamu inget kan?  Jangan bilang gitu lagi, kamu bukan beban buat aku. "

Hyunjin membalas pelukan Felix tak kalah erat, bibirnya terus menggumam kata maaf.

" Aku nolak tawaran itu, aku bilang mau nemenin kamu terapi. " lanjut Felix menatap Hyunjin lamat.

" Aku nggak bisa sembuh Fel, aku nggak bisa jalan lagi. Kamu denger sendiri ucapan dokter waktu itu. "

Felix terdiam sebentar dan kembali mengusak surai Hyunjin , "Pelan pelan ya,"

Kedua telapak tangannya membingkai wajah rupawan milik sang istri. Mengusap lembut pipi yang sedikit kurus itu dengan ibu jarinya. Menatap lekat sosok cantik yang sudah menemani hidupnya hampir setengah umur.

[ 2/2 ] le regret | HyunLixCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang