sechs

3.2K 457 85
                                        

Suara dentuman musik yang begitu kencang menyeruak masuk ke gendang telinga. Aroma kental alkohol menyapa indra penciumannya sejak di luar gedung. Juga tatapan dari para wanita berpakaian minim yang bertabrakan dengan netranya.

Heejin menarik sebelah sudut bibirnya ketika menemukan seseorang yang ia cari.

Itu bosnya.

Hwang hyunjin.

Pria tampan itu sedang menumpukan kepalanya pada meja bar.

Kaki jenjangnya melangkah masuk, menerobos para penari di lantai bar.

Hyunjin yang menyadari seseorang mendekat, ia mengangkat kepalanya dan menyipitkan kedua matanya.

"Hee – jin?" gumamnya parau.

Heejin tersenyum dan mengusap bahu hyunjin lembut, membuat pria itu memejamkan matanya menikmati. Tangan hyunjin terangkat untuk menggenggam tangan heejin yang berada di bahunya, dan tanpa aba - aba ia menariknya hingga heejin jatuh terduduk tepat di pangkuannya.

Hyunjin mulai merengkuh tubuh heejin dan mengecupi rahang wanita itu dari belakang. Tangan nakal hyunjin dengan berani mengusap paha dalam heejin, membuat wanita itu mendesah di pangkuannya.

"Wanna play with me daddyh?" bisik heejin dengan suara rendahnya, membuat libido hyunjin semakin memuncak.

"Satu kamar buat malem ini, dia yang bayar." ucap heejin pada bartender sambil menunjuk lucas yang barusaja duduk di sampingnya.

"Lah? lu yang seneng gue yang repot." sahut lucas.

"Ya harus."

Seperginya hyunjin dan heejin, lucas menarik ujung bibirnya menyeringai tipis.

"Nikmati hidangan malam ini hwang, sayang kalo di lewatin." kekehnya mengamati punggung keduanya yang mulai menghilang di balik pintu.











Felix menghela nafasnya untuk yang kesekian kali. Tangannya memijat pangkal hidung nya guna menghilangkan pusing di kepala.

Ia melempar ponsel nya sembarang di meja. Ia sudah lelah berusaha menghubungi hyunjin yang bahkan sama sekali tak menjawab nya.

"Udah hampir jam sebelas, hyunjin kemana sih." decaknya sambil menyandarkan punggung nya pada sandaran sofa. Hingga tanpa sadar ia tertidur.

Suara bel rumah pagi itu, membuatnya bergegas bangun dan membukakan pintu.

tapi bukan hyunjin yang ia dapati, tapi seorang gadis cantik dengan surai cokelatnya.

"Cha–"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Cha–"

"Kak Feliiixx!!" pekik gadis itu sambil memeluknya.

Felix yang terkejut hanya bisa berkedip saat tubuhnya di tubruk oleh badan mungil adiknya.

[ 2/2 ] le regret | HyunLixCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang