fünf

2.9K 437 80
                                        

"Kita bertemu lagi hyunjin." suara baritone itu menyeruak masuk ke indera pendengaran hyunjin begitu ia memasuki ruang meeting.

Kedua bola matanya merotasi bosan. 
Kenapa harus lucas lagi sih?  innernya.

"Bisa di mulai meeting nya? saya sedang sibuk dan tidak ada waktu untuk basa basi." ucap hyunjin to the point, tapi pria tampan di hadapan nya itu justru terkekeh.

"Jangan terlalu menyibukkan diri jin. Disini lo sibuk kerja disana istri lo sibuk selingkuh sama mantan nya."

Ucapan santai lucas mampu membekukan hyunjin. Buktinya pria hwang itu terdiam tanpa sepatah kata pun.

"Mantan?"  tiba tiba ucapan heejin di mobil tadi kembali terngiang di kepala hyunjin.  

Lucas menarik sebelah ujung bibirnya melihat ekspresi hyunjin saat ini. Tangan nya merogoh saku jas nya dan melemparkan selembar foto di atas meja.

Deg

Hyunjin meremat ujung meja saat melihat pria dalam foto itu. Dia sosok yang familiar menurutnya. Dan entah mengapa ia sedikit gelisah?

"Seo Changbin. Dia baru keluar dari penjara beberapa hari lalu. Tapi masih harus bolak balik rumah sakit buat cek psikisnya."

Smirk di bibir lucas semakin terlihat jelas saat melihat hyunjin gusar.

"Hari ini felix ketemu changbin dan jalan bareng. Bahkan makan siang di cafe depan kantor lo. Lo udah nggak ada guna nya lagi jin, dia udah balik. Dan lo liat gimana felix bahagia waktu sama dia kan?"

Wajah hyunjin benar - benar sudah merah padam. Lucas tau, hyunjin sedang marah. Justru ia semakin gencar membakar hyunjin dengan setiap ucapan nya.

"Kasian banget lo, di hianati sama orang yang lo perjuangin mati matian."

Drrtt.. Drrtt

Ponsel hyunjin berkedip beberapa kali di atas meja. Tertera nama felix di sana. Dalam hati ingin sekali mengangkat nya, tapi tidak dengan otaknya yang justru menolak nya mengingat apa yang ia lihat beberapa waktu lalu.

Hingga tangannya terulur untuk menonaktifkan ponselnya, dan dan kembali terdiam mencerna ucapan lucas.

Hyunjin memang tampan, pintar, dan bisa di andalkan. Tapi tidak dengan masalah hati. Dia mudah di pengaruhi, seperti saat ini.















"Kak felix?"

Felix tersentak saat kepala kim hyunjin menyembul dari balik pintu. Ia segera meletakkan botol parfum itu di atas meja.

"Lagi ngapain?" tanya wanita itu sambil berjalan mendekat membawa segelas teh hangat.

"Nggak ada. Btw, ini punya hyunjin?" tanya felix sambil menunjuk blazer dan sebotol parfum.

"Lah, mana saya tau kan bu boss istrinya. " jawab hyunjin sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa.

Felix bungkam, netranya masih terpaku pada botol parfum itu.

cklek

Suara pintu menarik atensi keduanya, baik felix atau kim hyunjin. Pintu terbuka dan menampilkan figur hwang hyunjin dengan wajah datarnya di ikuti heejin di belakang nya.

"Hyunjin"

"Lo berdua bisa keluar? " ucap hyunjin lada kedua wanita di ruangan nya. Tapi sebelum heejin benar - benar pergi hyunjin kembali bersuara.

"Bawa barang - barang lo di atas meja gue jin."

Felix menatap hyunjin tak suka. Sedang yang di tatap hanya menunjukkan wajah datarnya.

"Kok kamu biarin dia ninggalin barang - barangnya di atas meja kamu sih jin?" felix mulai bersuara begitu kedua wanita tadi pergi.

"Kenapa? Toh dia cuma titip doang." jawabnya santai.

"Tapi aku nggak suka jin."

"Yaudah pura - pura aja nggak tau."

felix terkejut mendengar jawaban hyunjin, ia berjalan mendekat dan sedikit menggebrak meja.

"Kamu punya istri jin, harusnya kamu hargain perasaan aku! " pekiknya di depan  wajah sang suami.

"Ya terus waktu lo nggak angkat telfon gue dan jalan sama changbin tadi lo mikirin perasaan gue? Gue suami lo lix, dan lo jalan sama cowok lain lo pikir gue nggak tau? " jawab hyunjin dengan nada yang tak kalah tinggi tepat di depan wajah felix yang mulai memerah.

"Aku cuma nggak sengaja ketemu sama kak changbin tadi–"

"Bener kata orang - orang, lo murahan"

plak

Sakit hati felix saat kata - kata itu keluar dari mulut hyunjin. Bahkan sebuah tamparan yang ia layangkan tadi tak ada apa - apa nya.

Apa yang salah dengan hyunjin,

Hyunjin meraih pergelangan tangan felix dan mencengkeramnya kuat. Sepasang mata tajam nya menatap menyalang pada felix, membuat nyali felix sedikit bergidik ngeri.

"Gue capek mau istirahat,mending lo pulang." ucap hyunjin sambil melepas genggaman nya.

Tapi bukan felix namanya jika ia menuruti ucapan hyunjin. Ia justru menarik dasi hyunjin membuat pria itu kembali mendekat padanya.

"Jangan childish. Kalo emang ada maslah kita selesein sekarang, jangan jadi pecundang. "

Brak

"Lo nggak paham bahasa manusia?" desis hyunjin setelah menggebrak meja cukup keras. Ia menepis kasar tangan felix dan beranjak pergi, tak lupa membanting pintu ruang kerjanya. Menyisakan felix yang terdiam menahan sakit hatinya.













. . .














"Apa tujuan anda yang sebenarnya?"

Lucas melirik wanita cantik di sampingnya itu lalu terkekeh pelan.

"Simple. Dulu hyunjin pernah buang gue demi kehidupan barunya. Sekarang gue yang bakal ngacak acak kehidupan nya. "

Suara kekehan rendah lucas mendominasi seisi ruangan, hingga suara ketukan pintu menginterupsinya.

Lucas mengerutkan keningnya saat melihat heejin berdiri di depan nya kini. Seperti biasa, wanita itu menatapnya dengan raut wajah yang tak bisa di baca.

"Ada perlu apa nona heejin?" tanya nya.

Wanita itu menatap lucas dalam diam. "Libatkan aku jika anda ingin menyingkirkannya."

Baik lucas ataupun yuqi menatapnya heran. "Apa maksud anda?"

"Gue suka sama hyunjin. Dan gue bakal bantuin lo buat ngancurin hubungan mereka."

Lucas terdiam, ia menatap curiga heejin yang memasang wajah tanpa dosanya.

"Gue nggak bodoh, gue tau apa aja yang lo omongin sama hyunjin setiap meeting. Gue juga tau maksud dari semua informasi yang lo kasih ke hyunjin soal felix yang ketemu changbin tadi siang. "

"Darimana lo tau tentang felix dan changbin?" tanya lucas.

"Gue, bukan type orang yang bisa tinggal diam kalo udah menyangku orang yang gue suka." jelas heejin sambil tersenyum polos.

"Dasar maniak." gumam yuqi yang di jawab lirikan tajam oleh heejin.

Lucas menarik ujung bibirnya menyeringai tipis.

"Gue suka jalan pikiran lo."


















tbc.

[ 2/2 ] le regret | HyunLixCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang