Pertengkaran

156 15 4
                                        

Disaat api cemburu membakar jiwa
Mereka tidak memandang lawannya
Disaat kenyataan pahit
Menghantui mereka
Mereka hanya emosi belaka
Untuk menuntaskan
Walaupun harus melampiaskanya pada keluarga ataupun teman terdekatnya
Tanpa menyadari ada yang terluka diantara mereka

Happy reading!!!

Setelah pesta kembang api usai. Mereka memutuskan untuk kembali kerumah mereka. Dimana Sasuke dan Sai mengatarkan orang yang mereka cintai. Perjalanan mereka dipenuhi kesunyian, tanpa ada percakapan dikarenakan para lelaki membiarkan para wanita untuk menenangkan pikiran mereka. Para lelaki tidak ingin membuat masalah semakin rumit antara para perempuan. Oleh karena itu, para lelaki lebih memilih diam tanpa ikut campur pada masalah para wanita.

Skip.

Setelah sampai dikediaman hyuga.

Para lelaki sudah mengatarkan para wanita yang sedang melamun atas kejadian yang baru saja mereka alami. Sedangkan sang pria merasa tidak enak bila menganggu kerja otak mereka tetapi mereka juga tidak enak kalau tidak menyampaikan keadaan sekitarnya. Bahwa mereka sudah sampai dikediaman para gadis. Akhirnya dengan tekat mereka sang pria membangunkan sang gadis dari lamunanya.

Dimulai dengan Sasuhana.

"Hana-chan, kita sudah sampai. "ucap Sasuke kepada Hanabi."

Hanabi tidak mendengar ucapan Sasuke karena terlalu fokus dengan pikiranya sendiri. Sedangkan Sasuke yang tidak mendapatkan respon, pada akhirnya mengucang tubuh sang gadis agar kembali kedunia nyata.

"Hanabi kita sudah sampai. Apa kau tak ingin turun? Kalau kau tak segera turun, bisa-bisa kak Neji memenggal kepalaku. "ucap Sasuke mengucang tubuh Hanabi."

Sedangkan Hanabi yang merasakan guncangan pada tubuhnya, segera terbangun dari lamunanya dan kembali kedunia nyata.

"Maafkan aku kak Sasu, karena aku terlalu fokus pada pikiranku. Hingga tidak memperdulikanmu dan juga keadaan sekitar!"

"Aku memaafkanmu. Tetapi bila kau ada masalah yang menganggu pikiranmu. Kau bisa bercerita padaku. Apa menurutmu aku tidak berarti bagi hidupmu?"

"Kakak bicara apa? Jelas kakak sangat berarti bagi hidupku, tapi maaf untuk saat ini aku tidak bisa memberitau apa yang terjadi padaku!"

"Hn, aku mengerti. Kau bisa menceritanya setelah kau sudah siap untuk berbagi kepadaku."

"Terimakasih perhatianya, kak Sasu juga terimakasih untuk malam ini dan sudah mengantarkanku kembali kerumah."

"Itu adalah kewajiban setiap lelaki. Dimana mengatarkan sang wanita menuju singasananya dan juga memberikan kebahagian bagi mereka."

"Hahahaha, Kak Sasu bisa gombal juga. "ucap Hanabi sambil tersenyum."

Sasuke yang melihat orang yang ia cintai tersenyum kembali. Merasa sangat bahagia bisa mengembalikan senyum sang gadis dengan caranya sendiri.

"Aku senang melihat kau tersenyum kembali. Ketahuilah senyumanmu begitu rupawan hingga kecantikanmu bertambah, berkali-kali lipat. Disaat kau sedang tersenyum."

Hanabi yang mendengar ucapan Sasuke merasa beruntung memiliki teman seperti Sasuke.

"Terimakasih pujianya dan terimakasih sudah membuatku tersenyum. Tapi apakah tadi termasuk gombalan?"

"Aku berkata jujur dan tadi bukan gombalan karena uchiha selalu serius dengan ucapanya."

"Iyalah, ya sudah aku turun dulu agar kak Sasuke bisa pulang dan istirahat dirumah untuk mengistirahatkan tubuhmu. Karena aku tau pasti kak Sasuke merasa lelah dengan aktifitas kita tadi."

Hati memilih (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang