Khitbah

1.2K 55 0
                                        

 "Jodoh itu bukan seberapa lama kamu dengannya, tapi seberapa yakin kamu kepada-Nya"

                                  🌹🌹🌹

"Karena yang sudah sah akan menjadi ibadah, sudah pasti lebih indah, makanya hijrah telah istiqomah."

                                  🌱🌱🌱

Rizal dan Amar pun masuk kekelas dan belajar dengan baik. Setelah belajar bel istirahat pun berbunyi. Rofiqo hanya duduk dibangkunya bersama Amar.

"Fika, em!" Ucap Amar begitu gugup.

"Iya, kanapa?" Tanya Rofiqo

"Sini aku simain kamu!" Kemudian mengambil Alquran yang di pegang Rofiqo.

"Em, baiklah!" Ucap Rofiqo. "Bismillahirrohmanirrohiim..." Rofiqo pun membaca dengan suara tartil.

"Masya Allah!" Ucap Amar begitu kagum.

"He, kok setiap kamu habis sima aku, aku langsung malu dengan kamu!"

"Biasa aja kali.. Fika, ada sesuatu yang aku ingin katakan padamu!" Ucap Amar dengan begitu gugup

"Em, apa?" Tanya Rofiqo juga gugup.

Amar pun mengambil nafas yang panjang.

"Em, apa kamu mau jadi pacarku setelah menikah?" Tanya Amar dengan penuh keringat dingin.

"Maksudnya?" 

"Aku suka dengan kamu, tapi aku takut berbuat maksiat. Aku ingin menghalalkanmu untukku." Ucap Amar kembali tegar.

"Tapi aku masih mau sekolah dan emang kamu sudah siap?"

"Aku sudah siap! Sebentar malam aku akan kerumah mu."

"Tapi,"

"Rofiqo, aku ngak mau terlalu lama bermaksiat dan aku takut ini jadi fitnah. Aku sangat sayang kamu. Aku tidak mencari yang terbaik, tetapi aku hanya mencari yang bisa merubah aku menjadi lebih baik lagi."

Mendengar penjelasan Amar, Rofiqo hanya terdiam.

"Kalau kamu, memang belum siap. Aku ngak akan sentuh kamu sampai kamu sudah siap. Yang penting kita halal aja dulu!" Ucap Amar. "Dan aku juga takut kehilangan kamu, seperti aku telah kehilangan seseorang yang telah membuatku hijrah!" Lanjut Amar.

"Kamu benar suka dengan aku? Aku pun begitu!"

"Iya. Aku keluar dulu yah!" Ucap Amar kemudian keluar dari kelas.

"Ya Allah, jika aku jatuh cinta. Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu. Amar, Jangan menikah hanya karena jatuh cinta, menikahlah karena surga terasa lebih dekat apabila bersamanya." Gumam Amar sambil berjalan di halaman sekolah.

"Khansa!" Ucap Amar melihat sesorang begitu mirip dengan Khansa. Kemudian Amar pun menghampirinya tapi wanita itu malah pergi, Amar pun mengikutinya dan berjalan begitu cepat kearah wanita itu. "Khansa!" Ucap Amar sambil memengang pundak wanita itu. 

"Kamu siapa?" Tanya Wanita itu.

"Maaf, aku kirain Khansa!" Ucap Amar kecewa dan kembali kekelas.

~¤~

Malam pun Tiba...

"Assalamu alaikum." Salam Amar sambil mengetuk pintu rumah Rofiqo

"Walaikum salam, kenapa?" Tanya Ayah.

"Apa ini betul rumah Rofiqo?"

"Iya, emang kenapa?" 

"Aku datang kesini berniat untuk mengkhitbah anak bapak!" Ucap Amar begitu tegar.

"Oh, silahkan Masuk!"

"Iya, terima kasih!"

Amar pun duduk di shofa ruang tamu. 

"Pak, Nama aku Amar Ma'ruf, aku teman sekelas Rofiqo, dengan Akhlak dan perilaku Rofiqo yang membuatku ingin menikahinya."

"Emang kamu sudah siap? Kamu sudah punya pekerjaan belum?"

"In sya Allah aku sudah siap. Kalau pekerjaan ada Ayah ku telah mewariskan satu perusahaan padaku setelah tamat SMA nanti."

"Oh, Fika!" Panggil Ayah.

"Iya Ayah!" Ucap Rofiqo kemudian menghampiri Ayahnya. "AMAR!!!" Lanjut Rofiqo begitu kaget.

"Ayo duduk!" Pintah Ayah.

"Aduh, ternyata Amar begitu yakin dengan perkataannya." Gumam Rofiqo.

"Fika, nak Amar ini mau melamarmu!" Ucap Ayah.

"Tapi, aku masih mau sekolah." Ucap Rofiqo.

"Rofiqo, bukannya aku sudah bilangkan kamu tadi pagi!" Ucap Amar.

"Apa yang kamu katakan padanya." Tanya Ayah.

"Aku bilang, Kalau kamu, memang belum siap. Aku ngak akan sentuh kamu dan kita ngak perlu satu rumah, sampai kamu sudah siap. Yang penting kita halal aja dulu! Aku ngak mau kita di sekolah jadi fitnah, apalagi aku mantan Santri nanti pandangan mereka tentang santri jelek." Jelas Amar.

"Oh, itu Sangat bagus. Kalau Ayah sih setuju! Tapi kalian yakin akan nikah mudah?" Tanya Ayah.

"Yakin." Ucap Amar dengan penuh keyakinan.

"Amar, pernikahan itu bukan suatu hal yang main-main. Berikan aku waktu untuk berfikir. Dan menyerahkan semuanya kepada Allah." Jelas Rofiqo.

"Baiklah. Aku pamit pulang dulu... Assalamu alaikum."

"Walaikum salam." 

Amar pun pulang. 

"Ayah, tamunya mana. Ini aku baru mau antar minum!" Ucap Khansa.

"Kamu telat, dia sudah pulang!" Ucap Ayah.

"Oh, emang itu siapa? Tanya Khansa.

"Itu, teman Fika, dia datang untuk mengkhitbah Fika." Jawab Ayah.

"Wah! Kakak udah siap?" Tanya Khansa.

"Aku sholat Istikhoro dulu."

"Baiklah!"

                                  🌱🌱🌱

    "Seorang lelaki yang baik dan bertanggung jawab tidak akan membiarkan anda jatuh hati dan membiarkan kamu mencitainya. Dia akan memberitahu dengan kata penuh arti dan makna bahwasanya belum waktunya bersama sebelum halal."

Hijrah Cinta || SELESAI ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang