7 Oktober 2018....
Suasana pondok yang begitu Ribut di malam itu, semua Santri Putra sibuk dengan persiapan pernikahan Ustadz Zul besok. Sementata Rizal yang sedang duduk di serambi Mesjid hanya merenung tak menentu...
"Ya Allah, Kenapa orang yang paling ku cinta harus menikah dengan usatdz ku sendiri!" Bantinya yang begitu hampa terus berbicara. "padahal, aku sudah niat, setelah menyelesaikan hafalan quraan ku, aku akan segera melamar Khansa. Tapi kenapa semua seperti ini!"
"Zal, kamu ngak siap2 untuk besok?" Tanya Ifal kemudian segera menghampiri Rizal.
"Aku tidak semangat Fal! Rasanya hatiku begitu hancur."
"Jodoh itu ada di tangan Allah, Terkadang orang yang kita Cintai ada di hati kita tapi tidak pada hidup kita! Jadi kamu sabar saja, semoga kamu akan dapat yang lebih baik dari Khansa. Dan mungkin selama ini niat dan Hijrah mu hanya untuk dia, yang membuat kamu patah hati." Nasehat Ifal.
"Mungkin Sih! Tapi bagaimana cara agar hati bisa betul2 ikhlas?"
"Niatkan semuanya kepada Allah, Niatkan kamu melupakan Khansa karena Allah! Dan yakinlah Kamu akan mendapat yang lebih cantik, sholehah, dan yang lebih baik dari Khansa!" Jawab Ifal.
"Baiklah! Terima kasih yah Fal, kalau kamu ngak ada mungkin aku sudah bunuh diri!" Final Rizal.
"Sama-sama, kita memang harus selalu mengingatkan kepada kebaikan. Ya udah, yuk kembali ke kamar!"
Mereka pun kembali ke kamar. Walaupun rasanya begitu hampa, pahit dan berat bagi Rizal untuk mengikhlaskan pernikahan Khansa dan usatdznya sendiri, dia harus Sabar dan akan ada yang lebih baik dari Khansa.
~¤~
Kamar Khansa yang telihat di penuhi dengan hiasan dan kelopak bunga mawar putih yang membentuk Love di setiap sudut kamar.
⏰"Kring... Kring" seperti biasa alarm selalu bunyi tepat pada waktunya.
🕒 waktu telah menunjukkan jam 03.00. Dan seperti biasa Khansa setiap bangun langsung ambil air wudhu dan segera Sholat tahajjud.
"Ya Allah mudahkanlah semua pernikahan ku hari ini. Dan berikanlah aku kemudahan untuk membangun keluarga sakinah mawaddah dan warahmah. Jadikanlah aku istri yang sholehah yang selalu taat pada suami..."
"Assalamualaikum!" Salam Bunda sambil mengetuk pintu kamar Khansa.
"Walaaikum salam!" Khansa pun segera bergegas membuka pintu kamarnya.
"Sa' kamu mandi yah cepat soalnya ba'da subuh tata make up sudah mau datang!" pintah Bunda.
"Iya Bun,"
~¤~
🕣08.30
Khansa telah selesai dengan Gaun pengantin yang berhijab dan begitu sederhana. Wajah yang begitu cantik mempesona.
Khansa yang hanya duduk di ranjang sambil menunggu datangnya calon suaminya.
30 menit berlalu...
Terdengar gendang rebana pun berbunyi dan sholawatan Assalamu alaika segera dilantunkan untuk menyambut mempelai Pria.
Dan Tibalah mempelai Pria yaitu ustadz Muhammad ZulFikar dan di ikuti dengan banyaknya santri putra yang hadir. Akad nikah di gelar di rumah Khansa. Dan resepsi pernikahan di gelar di gedung Asyiah.
Keduanya pun duduk di depan meja pendek dan di hadapannya adalah penghulu dan Ayah Khansa.
"Baiklah Kita mulai!" ucap Penghulu. "Bissmillahirrahmani rohim, Wahai Ananda ZulFikar bin Saharuddin, Saya nikahkan dan Kawinkan Engkau dengan Anandi Khansa Annafisa binti Risman dengan seperangkat alat Sholat dan mahar yang telah di tentukan." ucap pak penghulu. Suasana pun mulai tengang.
"Saya terima Nikah dan kawinnya, Khansa Annafisa binti Risman dengan seperangkat alat sholat dan mahar yang telah ditentukan." jawab Ustadz Zul.
"Bagaiman para saksi? sah??"
"SAH!"
"Alhamdulillah."
Khansa pun mengsalim tangan suaminya. Kemudian Ustadz Zul pun mencium kening istarinya. Keduanya pun telah halal menjadi sepasang suami istri.
"Ya Allah ikhlaskan Hatiku melihat ini semua!" Batin Rizal yang begitu terpukul.
"Baiklah semuanya, kita segera ke gedung untuk melaksanakan acara Resepsi." Ucap MC.
Semuanya pun segera ke Gedung Asyiah Yang tidak terlalu jauh dari rumah Khansa.
Setelah sampai di gedung Ustadz Zul dan Khansa pun naik ke pelaminan. Begitu banyak tamu yanh hadir, termasuk santri putri dan putra. Para tamu undangan pun mulai menyantap hidangan. Ada yang berfoto dengan pengantin, ada juga yang selfie, dan dimeriahkan juga dengan Sholawatan Gambus dan rebana Santri. Masih banyak lagi Keseruan pada hari itu.
"Selamat yah! Semoga menjadi keluarga sakinah!" ucap tamu sekalian pamit. Terlihat begitu bahagian dan gembira semuanya.
"Ustadz, selamat yah!" Giliran Santri.
Dan tiba saatnya Rizal bertatapan jelas dengan Keduanya. Hati yang begitu hancur ketika melihat semuanya, Rencana bersatu di pelaminan dan akhirnya hanya menjadi tamu undangan.
"Ustadz selamat yah! Semoga menjadi suami yang baik dan bisa membina keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah." Ucap Rizal ketika bersaliman dengan Ustadz Zul.
"Iya Makasih Zal,"
"Khansa, selamat yah! Dan terima kasih atas semua yang kau beri selama ini, karena kamu aku bisa berubah, yang dulunya begitu nakal dan sekarang aku sudah menjadi seorang hafidz quran." ucap Rizal sambil menatap Khansa. Ustadz Zul sedikit heran dengan tatapan keduanya dengan cepat Rizal segera pergi dari pelaminan.
"Ya Allah kenapa rasanya sakit sekali saat melihat kak Rizal di hadapanku!" Batin Khansa, dan entah kapan butiran air matanyanya jatuh. Dia pun kembali tegar dan takut dilihat oleh suaminya. Karena selama persiapan pernikahan Ustadz Zul tidak pernah tau kalau Khansa pernah menyimpan hati untuk Rizal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hijrah Cinta || SELESAI ✔️
Teen FictionCINTA TERBAIK adalah ketika kau mencintai seseorang kekasih yang membuat imanmu mendewasa... takwamu bertumbuh... cintamu kepada Allah bertumbuh... CINTA TERBAIK adalah saat kau mencintai seseorang yang membuat akhlakmu semakin indah, jiwamu semakin...
