Setelah pulang sekolah Khansa pun duduk di depan meja belajarnya sambil mengerjakan Tugas.
Dikelas 2 SMA ini tugas tugas sekolah Khansa begitu banyak menumpuk, jadi waktu murojaah juga sedikit.
Rofiqo dan Amar pun juga sudah satu rumah. Semoga cepat dapat keturunan.
"Qomarun... qomarun..." terdengar nada dering Khansa berbunyi.
"Assalamu alaikum."
"Waalaikum salam."
"Ini betul dengan Khansa Annafisa"
"Iya, ini siapa yah?"
"Saya, Maryam dari pondok Darul Quran putri... kami memiliki TPA tapi pengajarnya kurang. Apa ukhti mau mengajar dengan kami? In sya Allah gajinya ada kok!"
"Mengajar?"
"Iya"
"Adu, kalau itu aku harus musyawarahkan dulu dengan Ayah, dan aku juga masih sekolah."
"Tenang saja ukhti, ukhti ngajarnya dari jam 3 sore sampai magrib aja. Dan kami sudah menyampaikan semuanya pada ayah ukhti, dan kata ayah ukhti itu semuanya terserah ukhti saja!"
"Oh gitu. Jadi kapan aku mulai ngajarnya?"
"Kalau boleh sore ini!"
"In sya Allah."
"Jazakumullah Khairan. Assalamu alaikum."
"Walaikum salam."
"Wah, mudah-mudahan aja aku bisa membagi waktuku dengan baik. Ya Allah, mudah mudahan dengan mengajarkan Al quran hafalanku juga bisa terjaga."
~¤~
Sore pun tiba. Khansa pun siap dengan memakai gamis Abu-abu dan Jilbab Hitam yang panjang menutupi telapak tangan.
Dia tidak pergi sendiri selalu di temani dengan kakak tersanyang Rofiqo dan suaminya Amar.
"Cei, adik kakak sudah jadi Ustadza nie di pondok." Ucap Rofiqo dengan bangga.
"Alhamdulillah kak, ini cuma pekerjaan sampingan aja sambil sekolah."
"Tapi aku bangga deh dengan kamu!"
Khansa hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Rofiqo.
"Kak, Rofiqo kecil udah ada belum? udah ngak sabar pengen gendong keponakan nih!" Ucap Khansa.
"Masih di usahakan Sa." Jawab Amar.
Setelah berbincang-bincang di dalam mobil, tak terasa sudah sampai di pondok.
"Khansa, kami pulang dulu yah! Nanti kalau mau pulang Telfon aja!" Ucap Rofiqo.
"Iya kak!"
"Assalamu alaikum!"
"Walaikum salam!"
Amar dan Rofiqo pun pergi, sedangkan Khansa mulai jalan menuju gerbang pondok Putri yang kurang lebih 100 meter dari pondok putra.
"Assalamu alaikum, ukhti." Sapa seorang wanita didepan gerbang Pondok.
"Walaikum salam." Jawab Khansa dengan Ramah.
"Ukhti Khansa kan?" Tebak wanita tersebut dengan senyuman.
"Iya,"
"Saya Maryam yang tadi siang menelfon."
"Oh, iya."
"Ayo langsung saja kita ke TPA-nya!"
"Iya. Ukhti di sini santri atau ustadza?" Tanya Khansa.
"Saya disini cuma pengurus aja!"
"Oh,"
Setelah berjalan sekitar 10 meter dan sedikit ngobrol, mereka oun sampai didepan TPA.
"Ukhti ngajarnya cuma anak SD aja, mereka ini pulang balik."
"Oh,"
"Kalau begitu saya tinggal dulu yah, semoga mengajarnya betah. Assalamu alaikum."
"Walaikum salam."
Khansa pun masuk ke TPA.
"Asaalamu alaikum." Salam Khansa dengan rama dan penuh senyuman. Lengsung pipinya begitu kentara.
"Walaikum salam, yeh! Ustadza baru!" Jawab para Santri dengan penuh bahagia melihat Khansa.
Sebelum duduk di tempat yang telah di sediakan Khansa mulai memperkenalkan dirinya. Didalam TPA terbagi menjadi 3 halaqo. Dua halaqo sudah diisi dengan dua Ustadza.
"Namaku Khansa Annafisa. Masih duduk di bangku SMA, dan Alhamdulillah aku sudah menyelesaikan Hafalan Quranku dari umur 10 tahun. Tadi siang aku dapat tawaran mengajar di sini. Semoga kalian senang dengan kedatanganku." Jelas Khansa kemudian duduk di halaqo yang belum ada ustadzanya.
"Ustadza Khansa cantik banget deh!" Puji salah satu santri kecil tersebut.
Khansa hanya tersenyum.
Santri pun mulai berebutan maju untuk memperdengarkan bacaan pada Khansa.
"Shodaqollahul adzim."
اَللَّهُمَّ ارْحَمْنِا بِاْلقُرْآنْ, وَاجْعَلْهُ لنا إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًا وَرَحْمَةْ,
أَللَّهُمَّ ذَكِّرْنا مِنْهُ مَا نَسِيْنا وَعَلِّمْنِا مِنْهُمَا جَهلنا
وَارْزُقْنِا تِلاَوَتَهُ آنَاءَ الْلَيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارْ
وَاجْعَلْهُ لنا حُجَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمْيِنَ.
Ya Alloh kasihilah kami dengan membaca Al Qur'an, jadikanlah Al Qur'an bagi kami sebagai panutan, cahaya, petunjuk dan rohmat.
Ya Alloh ingatkan-lah kami andaikan terlupa dari ayat-ayat Al Qur'an,
ajarkan kami dari padanya yang kami belum tahu,
karuniakanlah kami untuk bisa membaca Al Qur'an di tengah malam dan siang hari
jadikanlah Al Qur'an bagi kami sebagai pedoman Wahai Tuhan semesta alam.
Setelah semuanya selesai mengaji para santri kecil ini pun pulang dengan rata-rata di jemput dengan orang tua masing-masing.
"Ustadza baru yah?" Tanya salah satu wali santri pada Khansa.
"Iya bu," Jawab Khansa.
"Oh. Udah nikah?" Tanya wali santri itu.
"Hem, belum saya masih sekolah. Aura anaknya bu?"
"Bukan ini keponakan saya. Saya juga belum nikah masih kerja!"
"Oh maaf."
"Iya ngak apa-apa. Oh iya kita belum kenalan, dari tadi cuma ngobrol aja. Kenalkan nama saya Zulfa."
"Iya, saya Khansa. Kak!"
"Yah udah saya pulang dulu yah ustadza! Assalamu alaikum!"
"Walaikum salam."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hijrah Cinta || SELESAI ✔️
Teen FictionCINTA TERBAIK adalah ketika kau mencintai seseorang kekasih yang membuat imanmu mendewasa... takwamu bertumbuh... cintamu kepada Allah bertumbuh... CINTA TERBAIK adalah saat kau mencintai seseorang yang membuat akhlakmu semakin indah, jiwamu semakin...
