"Jatuh cinta menyenangkan sekaligus membingungkan."
-Airen***
Di pagi yang cerah, Airen dengan penuh semangat untuk kembali bersekolah seperti biasanya. Kebetulan hari ini free class.
Di dalam kelas Airen gelisah. Mondar-mandir tak karuan, dia memilih untuk duduk sejenak menenangkan dirinya dan dia menundukkan kepalanya di meja, tetapi tak ada jawaban yang ia temukan.
Dia sedang berfikir keras jawaban apa yang akan dia lontarkan pada seseorang yang menyukainya itu.
Karna pertanyaan yang di ajukan oleh pria itu cukup menyiksa pikiran Airen.
Airen memilih untuk bercerita kepada ke empat sahabatnya, "Gue bingung nih harus gimana?" Cakap Airen dengan raut wajah gelisah.
Sahabatnya tak tau apa-apa tentang permasalahan yang sedang di hadapi Airen sekarang.
"Gimana apanya Ren?" Ucap salah satu sahabatnya yang bernama Keke.
"Jadi gini, ada cowok yang suka sama gue dan dia tuh kemarin nyatain, gue bingung mesti jawab apa?" Jelas Airen kepada ke empat sahabatnya.
Sebenarnya alasan Airen tidak ingin menerima cowok itu konyol sih karena Airen tak ingin punya yang namanya mantan☹️
Namun tak mungkin juga dia beralasan seperti itu pada pria yang kemarin menyatakan perasaannya itu.
"Memang siapa Ren namanya kalo boleh tau?" Ujar Risa salah satu sahabatnya.
Mau tau kan nama prianya ya? Jadi, nama pria itu Abdul Aziz. Lebih akrab di panggil Aziz.
"Namanya Aziz, Ris." Ujar Airen sambil menghela nafas panjang.
"Emang dia orang mana sih?" Tanya Keke pada Airen.
"Dia tuh orang Jakarta, nah maka dari itu kalo kita pacaran nanti kita jadi LDR." Ucap Airen dengan nada sedikit kecewa karna nanti bakal LDR kalo pacaran.
"Tapi kalo dia bisa jaga hati sih pasti bakal lang-" Ucap Dilah terpotong karena Ine langsung menyela pembicaraan tersebut.
Dengan tanpa bersalahnya Ine memotong pembicaraan Dilah,
"Tunggu guys, ngomong-ngomong lo kenal dari mana sih Ren? Kok bisa dia kenal sama lo?"
"Jadi gini Ine yang cantik, baik hati dan tidak sombong kemarin pas gue tanya ke dia, dia jawab dapet nomor gue itu ngacak."
Ine menjawab dengan muka polos nya, "Berarti nomor lo pasaran dong Ren? Hahaha.."
Lalu Keke, Dilah dan Risa memberi isyarat bersamaan agar Ine berhenti dari tawanya "Ssttt."
Hening seketika...
"Oh iya Dil, tadi lo mau ngomong apa pas sebelum omongannya kepotong sama Ine?" Ujar Airen.
"Ohh.. yang tadi, jadi menurut gue sih kalo dia bisa jaga hati pasti bakal langgeng kok percaya deh." Ujar Dilah sambil tersenyum pada Airen dengan tujuan meyakinkan hati Airen.
Kini Airen makin bimbang. Di sisi lain Airen ingin merasakan apa itu cinta, tetapi Airen tak ingin punya mantan.
Belum sempat menceritakan semuanya tiba-tiba bel pulang berbunyi dan siswa pun berhamburan menuju pintu gerbang untuk pulang kerumahnya masing-masing. Dan Airen pun memilih untuk pulang tanpa melanjutkan ceritanya.
****
Setelah mendapat masukkan dari sabahatnya tadi, apakah Airen akan menerima Aziz?
Follow ig : Talyaa_04

KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Heart
Teen Fiction"Balikin handphone gue!" Teriak cowok itu kepada seorang cewek yang berhasil merebut handphonenya. Tetapi dengan kekeh cewek ini tidak akan mengembalikan handphonenya sebelum cowok itu mau kasih tau sandi handphonenya. "Kalo lo ga ada rahasia apa...