[COMPLETE]
Hinata itu primadona di fakultasnya.
namanya juga primadona.
klok gak di godain ya pasti godain.
kaya ini nih contohnya.
Hinata gak ada berhenti berhentinya godain Uciha Sasuke sekaligus tetangganya.
kadang kadang dia juga sering di godai...
Ketiga pasang bola mata sewarna bulan memudar itu saling melirik.
"Bu, kata ibu kita akan ke ruang rahasia bukan?" Tanya Hinata dengan tatapan mautnya
Hikari mengangguk mantap.
"Terus kenapa harus di dalam lemari bajuku?!" Tanya Hinata
"Dan terus kenapa harus aku juga yang di seret?" Amuk Neji
"Karna Hinata adikmu Neji! Jadi kuseret kau sekalian dan kenapa kita bersembunyi di lemari baju Hinata itu karna... ibu tak tahu" jawab Hikari santai membuat Neji dan Hinata sweetdrop bersamaan.
"Aku mau keluar" ucap Neji
"Aku juga" sambung Hinata
"Ibu juga" Ucapan Hikari membuat Hinata menatap datar dirinya.
Hikari pertama kali keluar dari ruangan pengap itu, dan langsung menyeret kedua anaknya, membawa mereka ke atas kasur Hinata.
"Jadi Hinata, kamu mau ibu jodohkan dengan siapa?" Tanya Hikari to the poin
"Apa apaan maksud ibu? Hinata akan di jodohkan sama siapa?" Tanya Hinata kepo
"Naruto atau Sasuke?" Tanya Hikari sekali lagi
Hinata berfikir sejenak. "Aku nyaman bersama Naruto-kun karna kita bersahabat sejak dulu, tapi aku terlanjur mencintai Sasuke yang sayangnya mempunyai kelainan seks" ucap Hinata
"Apaan maksud lu dek?" Tanya Neji penasaran
"Nii-san.. mereka menyimpang!"
"Menyimpang apanya Hin? Yang jelas kalok ngomong" bentak Neji
Hinata menghela nafas lelah. "Mereka itu gay! Mereka gak normal, bahkan tadi mereka saling membicarakan tentang fist kiss, mereka udah saling berciuman" ucap Hinata sambil menggigit gigit ujung bantalnya gemas.