Lina kim, dia adalah seorang gadis berusia 17 tahun yang menghebohkan kota kelahirannya terhadap kecantikan parasnya sampai membuat orang terpesona melihatnya.
Dia merupakan putri dari kerajaan Leura yang masih belum diketahui semua orang kecuali ke...
Capek!!!!!. Capek kali.... Aku merebahkan badanku dikasurku yang empuk itu pun membuatku merintih. Kak Wina lagi dikantornya kalau kak Wan katanya lagi ada rapat penting diruangannya. Aku ga berani keluar kamar dulu soalnya takut mengganggu nantinya, jadi aku ga ada kerjaan dikamar biasanya aku menggambar atau ga membaca buku novel supaya ga bosen.
" nona " panggil Zhen santai " oh Zhen, kamu dari mana aja? " sahut aku kayak ga kuat mau ngomong lagi " saya dari ruangannya yang mulia Wan " kata Zhen santai " rapatnya sudah selesai? " tanya aku celongo.
" ya, dan yang mulia bilang dijam 4 nanti nona dengan yang mulia Wan dan yang mulia Wina akan pergi ketempat tuan Hary dan nona Lily " kata Zhen panjang lebar " beneran? ngapain? " tanya aku lagi.
" katanya ada urusan penting disana, yang mulia khawatir kalau anda ditinggal sendirian dikerajaan jadi yang mulia ingin mengajak nona untuk pergi kesana " jawab Zhen lagi panjang lebar.
" oh....baiklah, mumpung aku lagi bosen banget " kata aku sambil senyum " baik nona, kalau begitu saya permisi " kata Zhen langsung pergi dari kamarku.
SKIP~~~~
aku langsung masuk kekamar ganti untuk memakai baju. Aku pun memakai dress selutut warna hitam dan merah dengan sepatu MidChunky heels warna krem.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
kalau rambutnya aku cuma diurai biar ga ribet banget.
Depan pintu kerajaan " ( membukakan pintu mobil ) silahkan nona " kata Zhen menyuruh aku masuk kemobil " kak Wan dengan kak Wina mana? " tanya aku sambio ngeliat kanan dan kiri yang keliatan sepi.
" yang mulia sudah duluan nona " kata Zhen santai " hm....baiklah, ga lama kan disana? " tanya aku lagi " ya " jawab Zhen singkat " baiklah ( masuk kemobil ) ".
Mansion Leura " selamat datang yang mulia Wan " sambut para pelayan berjejer " ya, dimana paman dan bibi? " tanya Wan sambil senyum " mereka telah menunggu yang mulia diruang keluarga, silahkan " kata kepala pelayan sambil ingin mengantarkan menuju ruang keluarga.
Wan pun langsung mengikuti kepala pelayan itu menuju ruang keluarga " paman, bibi " panggil Wan santai " ah keponakan kesayanganku, bibi kangen banget sama kamu " kata bibi Lily sambil meluk Wan erat.
" Wan... " kata Paman Hary sambil merentangkan kedua tangannya " iya paman... " sahut Wan sambil meluk paman Hary " kak Wan! " panggil Kishi sedikit kencang didepan pintu.
" oh...Kishi, lama ga bertemu " kata Wan sambil tersenyum lebar menatap Kishi senang.
Skip~~
mereka pun mulai membicarakan tentang hari penobatan Wan sebagai raja Leura ketiga yang diadakan 8 hari lagi. Mereka pun sambil bercanda tawa, dan akhirnya pun Wina datang. " halo semua.... " sapa Wina pake senyum termanisnya " halo Wina sayang, ayo sini " kata bibi Lily sambil menyuruh Wina duduk disebelahnya.
mereka pun kembali melanjutkan pembicaraan mereka. Sementara itu, Lina pun akhirnya sampai dimansion Leura dan dia pun langsung tersenyum saat keluar dari mobil.
" ayo nona, saya antarkan anda keruang keluarga " kata Zhen santai " em...Zhen bisa ga aku ketaman belakang sebentar? " kata aku antusias " e...baiklah nona sesuai permintaan anda, mari " kata Zhen langsung setuju.
Halaman belakang aku berjalan pelan-pelan menyusuri ladang bunga mawar putih yang tumbuh disekeliling dan aku pun melihat pohon besar yang tumbuh ditengah-tengah taman, dan disana ada sebuah kursi yang menghadap air mancur jadi aku langsung berjalan menuju tempat itu.
" sudah lama ya... " gumam aku yang sedikit terdengan oleh Zhen " apakah anda merindukan temlat ini nona? " tanya zhen sambil senyum " ya, dulu aku dan Kishi bermain disini waktu kecil dan kenangan itu masih kuingat " jawab aku sambil mengulas meja yang ada dihadapanku.
" hey Xian, siapa gadis itu? " tanya Chan kebodyguard pribadinya " saya juga tidak tau tuan, saya tidak pernah melihatnya " jawab Xian santai " siapa yang berani membiarkan orang asing masuk kemansion ini " kata Chan mendengus kesal.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ruang keluarga tok...tok...tok terdengar sebuah ketukan pintu dan semuanya pun langsung menatap arah pintu " halo semuanya.... " teriak Chan sedikit kencang " Chan... kamu ga boleh teriak-teriak ah " kata bibi Lily menasehati Chan.
" iya bu, maaf. Eh, kak Wina dengan kak Wan datang? " kata Chan terkejut senang " hai Chan, lama ga ketemu " sapa kak Wina ramah " hai juga kak Wina hehe " sahut Chan tersenyum geli dan dia pun langsung duduk disebelah kanan Kishi.
5 menit~~~
tok...tok...tok terdenag suara ketukan pintu lagi dan mereka pun langsung menatap kearah pintu lagi dan kedapatan Zhen yang tengah berdiri ditengah-tengah pintu " salam yang mulia " kata Zhen sambil menurunkan kepalanya sedikit
" oh...kamu sudah datang? langsung masuk aja, eh Lina mana? " kata Kak Wan bingung ngeliat aku yang ga ada diambang pintu " ah, nona sedang bersama saya- " kata-katanya terpotong saat dia melihat aku lagi melihat-lihat sekeliling dan Zhen pun mendatangi aku
" nona, ayo masuk " kata Zhen santai sambil memegang lenagn kiriku " oh...baiklah " kata aku sambil senyum. Aku pun langsung berjalan masuk dan aku melihat paman, bibi, Chan, dan Kishi yang sedang menatapku bertanya-tanya
' dia siapa? ' gumam bibi Lily dalam hati ' dia kan cewek yang ditaman tadi! ' gumam Chan dalam hati " e...Wan, siapa.... " kata paman Hary bingung " loh, paman ga kenal? paman ga kenal sama keponakan kesayangan paman ini? " kata kak Wan ga percaya apa yang dikatakan paman Hary.
" keponakan? ( mengingat-ngingat ) ah...ga mungkin, kamu Lina?! " kata paman Hary terkejut " Lina?! " kata bibi Lily terkejut " Lina? tunggu dia...kak Lina?! ga, ga mungkin. Kak Lina kan masih diluar negeri " kata Chan pelan yang hampir tidak terdengar kecuali Kishi yang bisa mendengar apa yang dikatakan Chan tadi. dan tersenyum simpul.
" halo, paman, bibi, Kishi, Chan. Lama tidak berjumpa " sapa aku sambil tersenyum " kamu datang " kata kak Wina pake senyum manisnya yang bisa bikin meleleh itu. " iya kak " sahut aku santai.
Semuanya pun langsung terkejut menatapku kecuali Kishi yang terlihat seperti biasa-biasa saja dari tampangnya.
Hai semuanya, pembaca ' My Secret Princess ' yang setia 😊😊 lama tidak berjumpa, maaf ya kalo lama update ceritanya soalnya banyak tugas yang menumpuk jadi aku mulai stersh buat mikirinnya untung ga mimisan .