"Itu karna gue gak mau bikin Fika kecewa"
***
Lagi-lagi sakit dan terluka. Kesya tetap berusaha tersenyum, di sisi lain Rendi berusaha tenang bahwa semuanya baik-baik saja.
Hari ke dua Petra dan Fika jadian,Fika berencana akan mengajak Petra dinner,meski berat hati Petra tetap berusaha untuk pura-pura bahagia. Petra tetap menjaga perasaan Fika, walau hubungan ini tidak di inginkannya. Fika selalu memancarkan sikap manjanya, meski terkadang Petra selalu dingin, Fika terus memaksa Petra untuk menuruti kemauannya.
"Petra..Sayang" kata Fika manja.
"Apaan sih Fik! Geli tau gak?!" Bentak Petra risih dengan panggilan 'sayang' Fika kepadanya.
"Kenapa sih lo gak pernah liat gue Ra,gue itu pacar lo" Kata Fika sambil merengek di bahu Petra.
"Heh!lo tuh sadar gak sih! Lo itu jahat!!!" Teriak Petra membentak Fika.
"Kok lo bentak gue!"
"Gue nangis nih! Hee..ee..eeee" Ringis Fika. Sontak seluruh mata yang ada di kantin menyoroti ke arah mereka.
"Fika! Fika! Lo apa-apaan sih!Malu noh di liat orang-orang!" Bisik Petra sambil menggerutu.
"Hee..eee...eeee" Fika malah semakin menjadi-jadi.
"Fika! Ya Ampun! Oke-oke! Gue minta maaf,plis jangan bikin muka gue malu plis Fik" lirih Petra sambil memohon karna sekarang seluruh mata penduduk kantin menatapnya dengan pandangan aneh. Tangan Petra mengelus-ngelus pucuk rambut Fika untuk sekedar mengajaknya berkompromi.
"Gue mau kita dinner malem ini..heee..ee..ee" rengek Fika.
"Hah?gila ya lo" sergah Petra.
"Yaudah gue nangis lagi nih yah" ancam Fika.
"Oke-oke kita dinner malem ini! Puas lo! Udah berenti cepetan! Malu nih guee" pasrah,karna itu satu-satunya jalan agar Petra bisa selamat dari tipu daya Fika.
"Benerr yaa..hee..ee..ee" rengek Fika manja.
"Iya! Fika iya!" Gerutu Petra sambil terus mengelus-ngelus pucuk rambut Fika.Saat akan masuk kantin Kesya melihat Petra sedang duduk berdua dengan Fika,sangat serasi Kesya menahan rasa sakitnya saat Petra tengah membelai rambut Fika di depan umum. Karena mungkin dia akan mulai terbiasa dengan pemandangan seperti ini,Kesya mengatur nafasnya dan berusaha agar tetap tenang. Kesya langsung menghampiri Fika dan Petra.
"Fika" panggil Kesya saat sampai di hadapan Fika dan Petra.
"Kesya" jawab Petra sambil menurunkan tangannya yang tadi masih mengelus rambut hitam Fika.
"Kesya sini duduk bareng kita" kata Fika sambil menawarkan satu bangku kantin kepada Kesya.
Kesya mengangguk dan menduduki kursi yang ditawarkan Fika tadi.
"Kalian bahagia banget Kayaknya, emang ada apa sih? " Kesya memberanikan diri untuk membuka mulutnya dan bertanya kepada Fika dan Petra sambil terus mencoba membuat bibirnya tersenyum.
"Hehehe, iya! Soalnya gue malam mau dinner sama Petra" jawab Fita girang.
"Dug!" Suara hati Kesya terdengar lebih jelas di telinganya ketika Fika mengatakan bahwa dia dan Petra akan dinner malam ini. Kesya terus memaksakan bibirnya untuk tetap tersenyum agar terlihat bahagia.
Sementara Petra dari tadi hanya diam dan menundukkan kepalanya tak kuasa melihat Kesya di hadapannya.
"Lo ikut yuk Sya" ajak Fika. Sontak Petra yang dari tadi menunduk kemudian mengangkat kepalanya karena terkejut bahwa Fika mengajak Kesya untuk makan malam bersama nya dan Fika malam ini.
"Ikut kemana?" Kesya menyergitkan keningnya.
"Yaa dinner bareng kita lah"
"Gila ini orang" suara hati Petra berbisik.
"Ngapain ngajak gue" jawab Kesya mengelak untuk menolak ajakan Fika. "Ya nggak apa-apa lah, lebih banyak lebih seru. Iya kan sayang?" jawab Fika sambil bertanya pada Petra dengan sebutan 'sayang'nya.
"Hah? Ehh iyaa" jawab Petra gugup sambil berusaha membuat bibir nya untuk tersenyum.
"Tuh kan gak apa-apa, lagian kan lo sahabat gue Sya" jawab Fika.
" gue kayaknya mau..." Elak Kesya sambil berusaha berfikir untuk membuat alasan klasik.
"Lo nggak boleh nolak gue maksa Kesya" potong Fika sambil memaksa Kesya untuk tetap ikut.
"Mmm.. sa-sayang kayaknya Kesya ada keperluan jadi.." kata Petra mencoba membujuk Fika.
"Jadi Kesya harus ikut! Iya kan Sya" Fika terus memaksa Kesya.
"Hah? E.. iyaa" jawab Kesya gugup, dia pasrah karena tidak ingin Fika kecewa lagi.
"Bagus"
"Ah iya sayang aku ke toilet sebentar ya" kata Fika meminta izin kepada Petra.
"Oh iya gue juga mau ke kelas" potong Kesya.
Setelah Fika pergi, Kesya juga langsung pergi ke kelas. Tapi Petra langsung mengejar Kesya yang baru saja pergi meninggalkannya.
"Sya! Kesya" teriak Petra mengejar Kesya. Tapi Kesya tidak menghiraukannya.
"Tunggu Sya!" Petra terus berjalan mengejar Kesya bahkan kecepatan Jalan Kesya dapat terkejar oleh Petra sampai akhirnya Petra mendapatkan tangan Kesya dan menahan nya.
"Apaan sih Ra" cetus Kesya saat tangannya didapatkan Petra.
"Lepasin tangan gue, nanti Fika lihat" kata Kesya sambil terus berusaha melepaskan genggaman tangan Petra, tapi Petra malah menguatkan genggaman-nya.
"Ra.. gue mohon" lirih Kesya meminta Petra untuk melepaskan tangannya.
"Oke Fine maafin gue" jawab Petra tenang sambil melepaskan genggaman nya.
"Sya.."
"Ya"
"Lo yakin mau datang malam ini?" tanya Petra tenang.
"Itu karena gue nggak mau bikin Fika kecewa lagi" jawab Kesya.
" Iya gue tahu" kata Petra "Yaudah kalo gitu" lanjut Petra.
"Iya, gue mau ke kelas" kata Kesya dan berjalan meninggalkan Petra.

KAMU SEDANG MEMBACA
Lockers And Letters
Fiksi RemajaAwalnya kesya tidak tau,kenapa fika tiba-tiba menjauh dan mengacuhkannya.Kedatangan seorang petra dalam kehidupan dua sahabat itu mengubah kisah antara keduanya. Berawal dari rasa penasaran Petra dengan sikap salah satu wanita jutek yang ada di...