Kemah

3 0 0
                                    

***

   Senin pagi kegiatan rutinitas seluruh sekolah yaitu upacara penaikan bendera merah putih. Hari ini, yang menjadi pembina adalah Pak Kepala Sekolah, tidak biasanya Bapak Kepala Sekolah yang menjadi pembina, mungkin dikarnakan akan ada pengumuman baru mengenai kegiatan yang akan di lakukan pihak sekolah.
"Baiklah anak-anak, karna lusa adalah hari ulang tahun sekolah. Kita akan mengadakan Kemah selama 2 hari dua malam" Ucap Pak Kepala Sekolah.
"Yeeaayyy" Sorak suara seluruh siswa di iringi dengan riuhnya tepuk tangan.
"Bapak minta, untuk kalian dapat meminta izin kedua orangtua dan menandatangi surat persetujuannya." Lanjut Pak Kepala Sekolah.
"IYA PAK" Jawab Seluruh siswa

   Selesainya pengumuman di lanjut dengan memberi pesan kepada siswa, Pak Kepala menutup apel pagi itu dengan riuhnya tepuk tangan seluruh siswa.
"Gue kayaknya ga ikut deh" Kata Kesya saat membubarkan barisannya dari pasukan upacara
"Maksud lo apa sih? Ikut lah" Cetus Fika dengan nada sebal
"Gue sama siapa kalo lo ga ada" Lanjut Fika
"Tapi nyokap gue_"
"Gue yang izin! Lagian cuma 2 hari sya"
"Ngga ngga, ga usah. Nanti gue coba ngomong ya" Jawab Kesya sambil menepuk bahu Fika halus

   Ketika sedang berjalan, Petra menghampiri Kesya dan Fika yang sedang asik mengobrol.
"Hai" Sapa Petra ke arah Kesya
Kesya hanya diam
"Hai sayang" Ucap Fika sambil memeluk tangan Petra. Namun Petra sedikit menolak karna risih Fika memeluk tangannya dengan sangat kencang.
Seperti biasa, Kesya hanya diam dan menundukan wajahnya
"Sya, lo ikut kan kemah?" Tanya Petra, sontak Kesya terkejut dan sedikit menelan ludahnya.
"Mm gatau" Jawab Kesya gugup
"Ikut ya" Pinta Petra
Kesya tidak mengubris
Fika yang dari tadi melihat sikap Petra kepada Kesya langsung mengubah raut wajahnya menjadi mimik tidak nyaman.
"Lo ga nanya gue" Cetus Fika sambil melepaskan tangannya yang tadi masih memeluk tangan Petra
"Ee Fik, gue_"
"Gue mau ke toilet" Kata-kata Kesya di potong Fika.
Fika berjalan meninggalkan Kesya dan Petra di lapangan dengan wajah sedikit kecewa.
"Tuh kan! Lo apa-apaan sih" Kata Kesya kepada Petra dengan nada kesal.
"Emang gue salah nanya lo?" Petra dengan santai.
"Jangan pura-pura gila lo! Gue baru aja baikan sama Fika! Masa mau lo ancurin lagi" Jawab Kesya dengan nada sedikit tinggi.
"Fika baik ko, dia sahabat lo" Jawab Petra
"Ya gue tau! Tapi tetep aja dia pasti kesel sama gue"
"Ngga ngga, nanti gue coba bujuk Fika ya"
"Hmm"
"Lo tenang aja" Ucap Petra, tangannya meraih tangan Kesya dan sedikit menggenggamnya, kemudian dengan cepat Petra kembali melepaskan genggamannya dari tangan Kesya.
Kesya hanya diam, jantungnya berhenti berdetak sesaat.
"Gue kejar Fika ya, lo ke kelas aja"
"Iya" . Senyum Kesya terpancar saat Petra meninggalkannya sendiri, pipinya mulai seperti kepiting rebus.

***

    Sambil berjalan dengan kaki yang di buat terhentak-hentak. Mulutnya mendumel sendiri karna teringat sikap Petra ke Kesya di hadapannya.
"Kenapa sih Ra, lo gak pernah liat gue!" Kata Fika sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding belakang sekolah. Fika menangis dan meratapi cintanya sambil menurunkan tubuhnya ke lantai.

    Petra mengejar Fika dan mengikuti Fika dari belakang. Petra melihat Fika berjalan ke arah belakang sekolah, Petra membiarkan Fika menenangkan hatinya, dia hanya melihat Fika dari kejauhan.
"Fika-fika

  

Lockers And LettersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang