Bunga terkadang heran dengan tingkah bayu, disisi lain ia dekat dengannya tapi disisi lain ia juga dekat dengan viona, sebenarnya bayu sekarang ini berpihak pada siapa bunga atau viona? Karna bunga dengar kabar dari orang-orang bayu dan viona sudah putus sejak lama tapi sudah beberapa kali ini bunga melihat mereka sedang duduk berdua, ngobrol bareng bahkan hanya sekedar ke kantin pun mereka berdua.
Apa memang bayu masih sayang sama viona? Apa mereka balikan? Tapi kalo memang mereka balikan mengapa bayu mendekatinya? Agh! Geram bunga menelungkupkan wajahnya di atas meja.
Melihat bunga yang sedang dalam mood tidak baik vina datang dengan semangkuk es krim di tangannya,"ni gue ada eskrim buat lo bung, makan dulu biar mood lo baik" ujar vina sambil menyodori eskrim yang ia pegang.
Bunga menerima dengan sedikit tersenyum,"lo knp bung dari tadi lo diem terus melamun aja kek orang bego" ucap vina sambik menyuap eskrim kemulutnya, bunga yang merasa tersindir menoyor kepala vina pelan,"enak aja lo ngatain gue bego!" Lontar bunga.
"Ya lo dari tadi diem mulu emng knp? Cerita lah, lo itu punya temen bung kalo ada masalah atau apapun itu di ceritain jangan lo pendem lo fikir temen lo ini cuman panjangan yang cuman lo liat doang." Ucap vina memberikan bunga pencerahan.
Bunga tersenyum kikuk mendengar lontaran temannya itu,"gue bingung vin, laki-laki gitu semua ya? Apa mereka ga cukup sama 1 perempuan?" Kata bunga.
Vina mengerutkan dahinya"maksud lo bung? Coba deh jelasin dulu sama gue biar gue faham alurnya." Ujar vina lembut.
"Gini, lo tau kan vin gue sama bayu kan deket ya ntah itu deket dalam hal apa yang pasti inti nya gue sama dia deket, nah dan setau gue dia sama viona udah putus kan? Dan waktu itu lo juga bilang gitu, tapi beberapa kali ini gue ngeliat mereka makin kesini juga kek makin deket aja vin."
"Tapi ya gue ga tau juga bayu ngedeketin gue dalam hal apa tapi intinya dia care,perhatin,baik dan gue rasa lo tau vin gue sama dia sedeket apa, wajar kan kalo gue ada rasa sama dia? Cewe mana sih yang ga baper di perlakuin sama cowo seperti cewe itu udh jadi bagian 'hidup' nya? Pasti ga ada kan vin, Tapi ngeliat dia deket sama viona kek yang seakan akan gue ni cuman di jadikan persinggahan di kala dia sepi doang vin." Sambung bunga dengan raut wajah yang berbeda.
Vina tersenyum sambil menepuk bahu bunga pelan,"lo ga boleh berfikir yang jelek dulu bung kita ga tau kan kedepannya gmana lagian kan wajar mereka deket kan 1 kelas bung, jadi berfikir yang baik aja dulu ya, kalo lo masih ga yakin ntar kalo lo jalan atau lagi pergi sama bayu tanyain aja bung biar makin jelas."
Bunga diam berfikir sambil mencerna perkataan vina, lagian ia juga tak bisa bertindak terlalu jauh hidup itu pilihan dan hidup itu memilih kalo pilihan bunga kali ini jatuh hati maka kedepannya bunga juga harus memilih akan dapat rasa sakit atau bahagia.
Perasaannya sedikit legah dengan bercerita ke vina yang notabe nya ia adalag sahabat bunga.
💫💫💫
Di depan gerbang sekolah bunga turun dari mobilnya dan ingin menyebrang jalan memasuki kawasan sekolah nya saat ia sedang menyebrang ia melihat bayu dengan motor yang sering ia tumpangi menggonceng viona. Bunga tetap berjalan memasuki gerbang sampai saat suara seseorang itu membuat langkah bunga terhenti,"BUNG" teriaknya.Bunga menoleh kearah sumber suara ternyata bayu yang memanggilnya, bayu berjalan mendekat ke arah bunga disusul viona di sampingnya,"mau kekelas? Bareng aja" ucap bayu saat sampai tepat di depan bunga, bunga tersenyum membalas ucapan bayu tapi berbeda dengan viona yang menatap bunga dengan tatapan seperti ingin menirkamnya bunga yang di tatap seperti itu hanya melihat dengan senyuman yang sedikit mengejek.
Tringg!
Bel berbunyi menandakan jam pelajaran telah usai, bunga dan ke-2 temannya bergegas berjalan meninggalkan kelasnya menuju gerbang, namun saat bunga dan teman-temannya berjalan menujur gerbang ada seseorang yang menutup mata bunga dengan kedua tangannya,"e-eh siapa ni? Lepasin bego ga keliatan gue jalannya." Ucap bunga sambil berusaha membuka kedua tangan seseorang yang menutupi matanya.
Vina dan kia hanya tertawa kecil melihatnya,"udah kali kita mau pulang bay" lontar kia, bayu hanya tersenyum dan melepas tangannya, bunga mencubit perut sis-pack bayu sampai sang empu meringis sakit,"a-aw bung sa-sakit sakit." Kata bayu sambil memegangi tagan bunga.
"Siapa suruh jail jadi orang." Lontar bunga.
Bayu mengelus roti sobek nya pelan ulah cubitan bunga yang membuat rasanya sedikit perih.
"Bung ntar temenin aku ke mall, ada yang pengen di beli soalnya." Kata bayu.
"Kapan?" Tanya bunga.
"Ntar lah kisaran jam 7 atau set 8 malam." Jelas bayu.
"Yaudah ntar langsung kerumah aja."
"Oke bung thanks." Ucap bayu mengusap rambut bunga pelan den bergegas pergi.
Mangsa yang di perlakukan seperti tadi hanya tersenyum dengan raut muka yang merah karna ulah laki-laki yang berhasil mencuri hatinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
BUNGA
Teen FictionSejak masuk sekolah menengah ke atas gadis cantik ini tak pernah ingin mengenal laki-laki lebih dalam lagi, bukan karna ia tak selera tapi karna ia trauma di permainkan dengan laki-laki. Gadis ramah dan manis ini harus merasakan rasa itu kembali kar...